Negara-negara Berkembang Aktif Belajar dari Pengalaman “Pengentasan
Kemiskinan Tepat” Tiongkok
http://indonesian.cri.cn/20200309/26332af5-879c-f1ad-4f67-e669221db01c.html
2020-03-09 13:03:37
Memasuki bulan Maret, berbagai kabupaten miskin tingkat nasional di
Provinsi-provinsi Hunan, Guizhou, Hainan dan Dareah Otonom Mongolia
Dalam telah memenuhi syarat untuk keluar dari daftar kabupaten miskin,
dan mewujudkan target melepaskan diri dari kemiskinan. Maka, semua
rakyat miskin di desa dalam standar tahun 2020 berhasil menanggulangi
kemiskinan. Tiongkok sepenuhnya mampu mencapai target ini tepat pada
waktunya. Pengalaman dan langkah-langkah Tiongkok untuk mencapai target
tersebut sedang menarik perhatian negara-negara lain, dan semakin banyak
negara-negara berkembang sedang aktif belajar dari pengalaman Tiongkok.
Desa Shibadong Kabupaten Huayuan Keresidenan Xiangxi Provinsi Hunan,
meskipun sangat indah pemandangannya, tapi sangat kurang sawah, juga tak
ada industri yang memuaskan, desa ini merupakan desa miskin yang
tipikal. Setelah kebijakan “pengentasan kemiskinan tepat” dilaksanakan,
desa ini mengembangkan industri pariwisata, penanaman buah kiwi dan
industri sulam.
Presiden Laos Bounnhang Vorachith pernah mengunjungi Desa Shibadong
tersebut pada bulan Agustus tahun 2018, untuk menginspeksi pengalaman
“pengentasan kemiskinan tepat” Tiongkok. Dirinya menyatakan akan dengan
sungguh-sungguh mempelajari pengalaman Tiongkok dan berupaya agar Laos
dapat terlepas dari ketertinggalan pada tahun 2020.
Menurut data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok, pada tahun 2019,
1,109 juta orang miskin di pedesaan telah terlepas dari kemiskinan.
Tiongkok telah 7 tahun berturut-turut mengurangi jumlah warga miskin
sebanyak 10 juta orang lebih, dan angka ini akan menurun hingga 5,51
juta orang pada akhir tahun ini.
Banyak teman internasional sangat yakin bahwa Tiongkok dapat mencapai
target yang sangat berarti bagi umat manusia ini tepat pada waktunya.
Mereka menyatakan, “kami sangat yakin Tiongkok mampu mengalahkan wabah,
Tiongkok pernah miskin, tapi pemimpin PKT berhasil membawa ratusan juta
orang terlepas dari kemiskinan dan mengembangkan ekonomi. Tiongkok akan
lebih perkasa dan akan menguntungkan dunia.”