-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1355354/mpr-borobudur-jadi-etalase-kebinekaan-indonesia


MPR: Borobudur jadi etalase kebinekaan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2020 23:37 WIB

Taman Wisata Candi Borobudur salah satu lokasi wisata yang dikelola oleh PT 
TWC. ANTARA/Heru Suyitno.
Ini loh sejatinya kita sebagai bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu. Jadi 
jangan dipertentangkan lagi, jangan menjadi masalah lagi, ayo kita maju 
bersama-sama
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai Candi Borobudur di 
Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu tempat wisata yang 
menggambarkan kebinekaan Indonesia.

"Lihat saja, sebuah candi besar yang didirikan penganut Buddha tapi mampu 
menjadi kebanggaan dan milik seluruh rakyat Indonesia. Siapa saja rakyat 
Indonesia datang dan bisa menikmati keindahannya," katanya dalam keterangan 
tertulis di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan di sela kunjungan kerjanya dan studi banding, serta 
silaturahim dengan kepala desa se-Kabupaten Jepara dan beberapa desa di 
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan kebinekaan Indonesia yang tecermin di Borobudur juga kental 
menjadi filosofi dan karakter seluruh masyarakat di sekitarnya.

"Saya diceritakan bahwa masyarakat sini sudah sejak lama bahkan sudah turun 
temurun menganggap perbedaan suku, agama, dan ras sudah selesai dan bukan 
menjadi masalah. Masyarakat yang berbeda agama saling menjaga ketika merayakan 
hari-hari besar agama," ujarnya.

Baca juga: Pelestarian Candi Borobudur di tengah maraknya kunjungan wisatawan

Politikus Partai Nasdem itu, menilai di tengah dinamika dan berbagai tantangan 
bangsa saat ini dan ke depan, sebagai kesempatan yang baik untuk menyuarakan 
kembali nilai-nilai budaya, filosofi, dan karakter kebinekaan yang dimiliki 
masyarakat sekitar Candi Borobudur kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Lestari berharap, semua anak bangsa saling belajar, memahami kebijakan, 
kearifan untuk bersama-sama membangun negeri mulai dari diri sendiri, 
lingkungan, dan dalam kehidupan secara lebih luas lagi, berbangsa dan bernegara.

"Ini loh sejatinya kita sebagai bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu. 
Jadi jangan dipertentangkan lagi, jangan menjadi masalah lagi, ayo kita maju 
bersama-sama," katanya.

Ia menilai beberapa tahun belakangan ini, masyarakat sekitar Borobudur juga 
mampu mengembangkan potensi wisatanya selain Candi Borobudur dengan berhasil 
melakukan inovasi-inovasi bersumber dari berbagai potensi yang ada.

Dia mencontohkan membangun komunitas pariwisata, mengembangkan potensi alam 
seperti suasana alam yang asri, membangun berbagai "home stay" untuk wisatawan, 
kerajinan rakyat, seperti gerabah, batik tulis, budi daya jamur.

"Saya lihat sangat luar biasa inovasinya makanya saya mengajak para kepala desa 
se-Kabupaten Jepara untuk melakukan studi banding ke wilayah Borobudur dengan 
maksud agar bisa menjadi inspirasi untuk dibawa pulang kemudian dikembangkan di 
daerahnya," katanya.

Langkah seperti itu, menurut dia, bisa dilakukan daerah lain sehingga bisa 
saling belajar satu sama lain, demi kemajuan daerah-daerah di Indonesia.

Baca juga: Masjid Agung Magelang tunjang KSPN Borobudur
Baca juga: Ruwat Rawat Borobudur penghargaan situs warisan budaya dunia
Baca juga: Saatnya berwisata dengan kepala bernarasi

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke