*PERINGATAN KERAS untuk Marthajan:
*
*Ini nenek sungguh KETERLALUAN, ... makin nampak jelas watak RADIKALISME
yang sudah menjurus PROVOKATOR! Pengadu-domba beda AGAMA yang TIDAK bisa
diterima dan ditoleransi terjadi di GELORA45!!! TIDAK BISA dan
seharusnya GELORA45 TIDAK menjadi gelanggang menyerang AGAMA satu sama
lain , ... TIDAK DIPERKENANKAN!*
*Kalau masih melanjutkan ucapan dan sikap berbau SARA demikian ini, saya
harapkan anda bisa keluar dari GELORA45 atau saya depak keluar, ...*
*Mohon pengertian dan saling menghargai yang bersahabat, ... *
Salam,
ChanCT
On 14/3/2020 上午2:43, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Lalu gimana orang islam yg bunuhi non islam? Bukan masalah? Jauh lebih
banyak yg ginian.
Pantas dibalas lagi. Kalo ga, keenakan.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 3/13/20 10:36 AM (GMT-08:00)
To: [email protected], Sahala Silalahi <[email protected]>,
Oman Romana <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Rasialisme masih Jadi Ancaman Serius
--
j.gedearka <[email protected]>
https://mediaindonesia.com/read/detail/296489-rasialisme-masih-jadi-ancaman-serius
Jumat 13 Maret 2020, 23:40 WIB
Rasialisme masih Jadi Ancaman Serius
AFP/BBC/Nur/X-11 | Internasional
Rasialisme masih Jadi Ancaman Serius
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Jacinda Ardern, PM Selandia Baru.
PERDANA Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengakui ada lebih
banyak yang bisa dilakukan negaranya untuk mengatasi supremasi kulit
putih.
Ini disampaikannya menjelang peringatan setahun tragedi pembantaian di
sebuah masjid di Christchurch, kemarin. Seorang pria bersenjata
menyerang dua masjid pada 15 Maret 2019 yang menewaskan 51 orang dalam
penembakan massal terburuk di Selandia Baru.
Tersangka penyerang masjid, Brenton Tarrant, berkebangsaan Australia,
akan diadili pada 2 Juni dan menghadapi tuduhan terorisme, ditambah 51
tuduhan pembunuhan, dan 40 percobaan pembunuhan.
“Selandia Baru tidak bebas dari kelompok-kelompok yang mendefinisikan
diri mereka sebagai esktremis supremasi kulit putih, kelompok-kelompok
itu ada di sini,” katanya.
“Tanggung jawab yang kita miliki adalah untuk melawan, tidak hanya
keberadaannya, tetapi juga pendahulu dari keberadaannya itu. Ada
banyak lagi yang bisa kita lakukan,” tambahnya.
Ardern, yang berbicara menjelang upacara peringatan nasional pada
Minggu (15/3), mengatakan cara terbaik untuk menghormati para korban
ialah dengan menentang rasialisme, intimidasi, dan diskriminasi.
Ardern mengatakan serangan 15 Maret secara mendasar mengubah Selandia
Baru dan ia berharap negaranya menjadi lebih baik.
Pernyataannya itu muncul setelah polisi menangkap seorang pria berusia
19 tahun bulan ini karena membuat ancaman terhadap salah satu masjid
yang diserang tahun lalu.
“Tidak terduga bagi saya bahwa setelah semua yang dialami komunitas
muslim, kami memiliki orang-orang yang (membuat) ancaman terhadap
komunitas muslim kami,” katanya.
Ardern kemudian bergabung bersama dengan lebih dari 1.000 muslim dari
seluruh Selandia Baru yang salat Jumat di masjid Al Noor dan masjid
Linwood.
Memaafkan pelaku
Nasir Ali, yang terbang dari Auckland dengan keluarganya, mengatakan
penting untuk berbagi kesedihan dan penderitaan serta menjaga ingatan
tetap hidup..
“Tragedi dan ideologi ekstremis semacam ini memang ada dan kita harus
terus waspada tentang ancaman tersebut,” katanya.
Farid Ahmed, yang istrinya dibunuh pria bersenjata itu, mengatakan
selama 12 bulan ia masih tidak memahami mengapa pembunuhan itu
terjadi. Ia secara terbuka telah memaafkan pria bersenjata itu dan ia
menolak untuk takut.
“Saya merasa saya bisa mati kapan saja dan saya tidak perlu takut
karena saya sudah mendapatkan kebebasan untuk tidak takut. Tidak ada
seorang pun atau tidak ada yang bisa mengambilnya,” katanya.
“Pelajarannya adalah bahwa kebencian tidak menyelesaikan masalah. Jika
ada perbedaan, ada cara lain dan itu adalah cara damai. Kita harus
berbicara, kita harus berdialog, kita harus saling bertanya, dan kita
tidak perlu takut satu sama lain,” tambahnya. (AFP/BBC/Nur/X-11)