Koalisi = Kualisi = Kuali diisi........? Ya, isinya segala macam.......

Op za 14 mrt. 2020 om 01:36 schreef Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> *https://rmco.id/baca-berita/nasional/30082/soal-omnibus-law-koalisi-gemuk-jalannya-lelet-jokowi-kecewa
> <https://rmco.id/baca-berita/nasional/30082/soal-omnibus-law-koalisi-gemuk-jalannya-lelet-jokowi-kecewa>
> *
> *Koalisi Gemuk Jalannya Lelet, Jokowi Kecewa*
>
>    -
>
>    *NASIONAL* <https://rmco.id/kategori-berita/nasional>
>    -
>
>    *Jumat, 13 Maret 2020, 10:22 WIB*
>
>
>
> *RMco.id <http://co.id>  Rakyat Merdeka - Koalisi gemuk yang
> dimiliki Presiden Jokowi <https://rmco.id/tags/116/presiden-jokowi> di
> parlemen ternyata jalannya lelet. Hal ini dibuktikan dengan lambannya
> DPR menggolkan RUU Omnibus Law
> <https://rmco.id/tags/28671/omnibus-law> yang sudah diserahkan pemerintah
> ke DPR. Jokowi pun sepertinya mulai kecewa dengan kenyataan ini. Jum’at
> (6/3), Jokowi sudah memanggil elite partai koalisi. Jokowi menanyakan
> progres Omnibus Law kepada para pendukungnya itu.*
>
> Adalah sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani, yang
> membocorkan isi pertemuan itu. dia bilang, Jokowi dengan petinggi partai
> koalisi membahas Omnibus Law Cipta Kerja dan penyebaran virus corona.
>
> Soal Omnibus Law, kata dia, Jokowi menanyakan sudah sejauh mana berproses
> DPR. Sebab, RUU tersebut yang sudah diserahkan sejak 12 Februari lalu.
> “Presiden ingin mendapatkan update tentang proses yang sudah berjalan di
> DPR” kata Arsul di kompleks DPR Jakarta, kemarin.
>
> Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Partai Demokrasi indonesia Perjuangan
> Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum
> Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan ketua Umum PPP Suharso Monoarfa
> dikabarkan hadir. Begitupula dengan ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa
> Muhaimin Iskandar dan ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
>
> *Berita Terkait : **Koalisi Gesit*
> <https://rmco.id/baca-berita/vox-populi/30063/koalisi-gesit>
>
> Sejumlah Sekretaris Jenderal partai koalisi Jokowi-Ma’ruf juga ikut
> datang. Wakil ketua DPR Azis Syamsudin dan sejumlah ketua Fraksi, seperti
> dari NasDem Ahmad Ali dan PkB Cucun Syamsurizal turut serta. Sementara
> Ketua DPR Puan Maharani absen. Kabarnya, ia tak hadir karena sedang berada
> di luar Jakarta. Sehingga, Azis lah yang kemudian menjelaskan progres dari
> RUU tersebut di DPR. “Pak Azis (Syamsudin) kemudian menyampai kan progres
> itu,” lanjut Asrul.
>
> Arsul mengatakan, Jokowi meminta agar Omnibus Law Cipta Kerja itu segera
> bergulir di DPR. Sebab, dalam pelbagai kesempatan sebelumnya, Presiden
> memang diketahui sempat me ma sang target waktu, agar aturan tersebut bisa
> rampung dibahas dalam 100 hari.
>
> “Tapi kan itu juga bukan harga mati. Yang penting ini dibahas, ruang
> konsultasi publiknya silakan dibuka.” Dari apa yang disampaikan Jokowi
> dalam pertemuan itu, Arsul juga menangkap pesan bahwa Presiden mengetahui
> adanya penolakan dari berbagai elemen masyarakat terhadap Ombnibus Law
> Cipta Kerja. “Kita juga memahami bahwa resistensi yang paling besar ada
> pada cluster ketenagakerjaan,” tuturnya.
>
> Kemudian, lanjut Arsul juga ada kritik pada hal-hal yang terkait dengan
> perizinan. Khususnya cluster yang berdampak pada lingkungan. Dia menilai,
> Jokowi mengikuti respons masyarakat terkait omnibus law itu. “Pak Jokowi
> mengatakan; ya sudah, kita bahas bersama-sama,” ucap Arsul, menirukan
> Jokowi.
>
> *Berita Terkait : **PKB-Nasdem Tak Masalah, Partai Kabah Belum Ikhlas*
> <https://rmco.id/baca-berita/parpol/29785/jika-pan-gabung-koalisi-pkbnasdem-tak-masalah-partai-kabah-belum-ikhlas>
>
> Terpisah, Wakil ketua DPR Azis Syamsudin membenarkan, bahwa Jokowi dalam
> pertemuan dengan elit partai koalisi itu, menanyakan progres Omnibus Law
> Cipta Kerja. Dia bilang, sejauh ini draf dan surat presiden terkait Omnibus
> Law masih di kesekretariatan Jenderal DPR.
>
>  “Kesekjenan sudah sampai mana saya belum tahu, mesti dicek dulu,” ujar
> politisi Golkar itu di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
>
> Ia juga mengakui bahwa pimpinan DPR belum menggelar Rapat Badan Musyawarah
> untuk membawa surpres dan draf itu ke rapat paripurna. Sementara Jokowi,
> sebutnya memang sudah meminta agar Omnibus Law Cipta Kerja itu segera
> dibahas di DPR.
>
> Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik indonesia (LAPI), Maksimus
> Ramses Lalongkoe menilai keberadaan partai pendukung Jokowi yang mayoritas
> di parlemen tidak efektif. Sebab, koalisi yang gemuk biasanya lelet dan
> sulit dikontrol. “Saya lihat tidak efektif ya koalisi gemuk itu,” kata
> Maksimus kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
>
> *Berita Terkait : **Maruarar: Omnibus Law Harus Berkeadilan dan Pro
> Bisnis*
> <https://rmco.id/baca-berita/nasional/29580/maruarar-omnibus-law-harus-berkeadilan-dan-pro-bisnis>
>
> Dia juga menilai, partai pendukung Jokowi mau cari aman. Sebab, mereka
> harus menghitung seberapa besar resistensi atau arus penolakan di
> masyarakat. Karena itu, sampai sekarang terkesan seperti tarik-ulur.
>
> “Meskipun mereka partai pendukung pemerintah. Kita menduga, partai ini
> juga punya kepentingan konstituen juga. karena partai kan butuh konstituen,
> butuh masyarakat,” lanjutnya.
>
> Ia menduga, dipanggilnya para elit partai koalisi ke istana merupakan si
> nyal kekecewaan Jokowi. Sebab, harusnya presiden tidak perlu lagi harus
> capek-capek mengumpulkan para petinggi partai ini. Karena Jokowi sudah
> memasang target waktu, agar Omnibus Law ini bisa selesai dalam waktu cepat.
>
> “Artinya, bisa saja dia kecewa. Dia kemudian mengumpulkan para ketua
> partai itu. Atau bisa juga dia ingin mengetahui sejauh mana kerja daripada
> pimpinan-pimpinan partai politik itu terutama anggota DPR-nya,” pungkas
> Maksimus. [*SAR*]
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke