https://www.gatra.com/detail/news/472087/politik/muncul-spanduk-erick-presiden-2024-pengamat-mengganggu

*Muncul Spanduk Erick Presiden 2024, Pengamat: Mengganggu*

Gatra.com | 14 Mar 2020 14:12


*Jakarta, Gatra.com - *Spanduk dukungan terhadap Erick Thohir untuk maju
sebagai calon presiden 2024 tiba-tiba muncul di Kota Medan, Sumatara Utara
(Sumut) seperti diberitakan media lokal dan nasional.

Dalam spanduk tersebut terpampang foto Erick dan tulisan bahwa "Sumut"
membulatkan tekad mendukung Erick, "Sumut Bulatkan Tekad Untuk Erick Thohir
Presiden 2024".

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah,
mengatakan, tokoh politik atau pejabat harus menghindari melakukan praktik
seperti yang muncul di Medan.

"Siapapun, bahkan tokoh yang murni politisi sekalipun selama menduduki
jabatan publik, hindari hal buruk semacam itu," kata Dedi kepada *Gatra.com*,
Sabtu (14/3).

Menurut Dedi, tokoh politik, pejabat, atau siapapun minimal harus mampu
menahan simpatisan atau pendukung agar tidak prematur menyatakan dukungan
karena Pilpres 2024 masih sangat jauh.

"Sekurang-kurangnya menahan simpatisan di level manapun untuk tidak terlalu
prematur mempromosikan diri," ujarnya.

Menurut Dedi, munculnya spanduk tersebut selain terlalu dini, juga
mengganggu hubungan kerja kementerian, karena justru akan disibukkan dengan
citra dan wacana.

Meski demikian, Dedi mensinyalir pemasangan spanduk dukungan tersebut
?kecil kemungkinan dilakukan oleh yang bersangkutan atau simpatisan yang
tersistematis.

"Semacam itu besar kemungkinan tidak dilakukan oleh tokoh dimaksud, juga
bukan simpatisan tersistem," ujarnya.

Nama Erick Thohir bersama beberapa politikus dan pejabat lainnya masuk
dalam bebera hasil survei yang dirilis baru-baru ini. Salah satunya, hasil
survei Center for Political Communication Studies (CPCS). Dalam survei ini,
elektabilitas Erick sebesar 4,1%.

Selain elektabilitas perseorangan, dalam survei ini, CPCS melakukan
simulasi menduetkan atau memasangkan Erick dengan Agus Harimurti Yudhoyono
(AHY). Elektabilitas mereka sebesar 10,3%.

Sebelumnya, Erick dalam sebuah wawancara stasiun televisi menyampaikan,
secara pribadi, Pilpres 2024 tidak menarik baginya karena masih banyak
pekerjaan yang harus dilakukan sebagai Menteri BUMN yang juga belum tentu
berhasil.

Ia memperkirakan bahwa presiden periode selanjutnya masih dari suku Jawa.
Ia tidak untuk menjadi capres karena saat ini hanya fokus menjalankan
amanah sebagai menteri.

Sebelum masuk di Kabinet Indonesia Maju, Erick saat menjabat Ketua Tim
Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf juga sempat menyampaikan tidak
tertarik masuk dalam jajaran menteri jika Jokowi-Ma'ruf terpilih.
------------------------------

*Editor: Iwan Sutiawan*

Kirim email ke