https://nasional.tempo.co/read/1319958/pasien-meninggal-cianjur-jadi-positif-corona-ini-penjelasannya/full&view=ok


*Pasien Meninggal Cianjur Jadi Positif Corona, Ini Penjelasannya*

Reporter:
*Dewi Nurita*

Editor:
*Endri Kurniawati*

Minggu, 15 Maret 2020 21:23 WIB



*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Direktur Jenderal Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto
menjelaskan sebab seorang pegawai Telkom yang meninggal di Rumah Sakit Dr
Hafidz (RSDH) Cianjur sempat dinyatakan negatif virus Corona
<https://www.tempo.co/tag/corona>namun belakangan ternyata positif
Corona. Yurianto menjelaskan, dalam sejumlah kasus suspect Covid-19, memang
pemeriksaan tidak cukup dilakukan satu kali.

Suspect yang dinyatakan negatif masih terus dipantau dan jika menunjukkan
gejala-gejala klinis, akan diuji kembali. "Dalam beberapa kasus, kami
memeriksa dua hingga tiga kali baru ketahuan positif Covid-19," kata juru
bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Kompleks Istana
Kepresidenan, Jakarta pada Ahad, 15 Maret 2020.

Pasien di Cianjur itu meninggal pada 3 Maret lalu. Ketika itu, pasien masih
dalam posisi suspect Covid-19. Yuri menjelaskan, pasien awalnya dirawat di
Bekasi, setelah diuji spesimen pertama di laboratorium, hasilnya negatif.

Berikutnya diuji spesimen kedua. Belum keluar hasil uji kedua ini, pasien
sudah meninggal. Sedangkan, hasil tes Corona
<https://nasional.tempo.co/read/1319935/belitung-lakukan-lockdown-untuk-cegah-penyebaran-corona>
baru
bisa diketahui setelah 2-3 hari. "Jadi butuh proses. Tidak kemudian sekali
datang langsung positif," kata Yuri.

Kirim email ke