Ketika Amal Jariah Diambil China
https://www.suaraislam.co/ketika-amal-jariah-diambil-china/
Penulis
redaksi <https://www.suaraislam.co/author/buser1/>
-
Maret 20, 2020
Ilustrasi
Ada 3 amal seseorang yang tidak putus sampai kiamat, amal itu adalah
ilmu yang manfaat, anak yang sholeh/sholeha dan amal jariyah
(peninggalan kebaikan yang dimanfaatkan orang banyak).
Sekarang kondisi ketiganya bakal diambil alih orang China, bangsa penemu
kertas dan tinta ini jelas terus menerima amal kebaikan dari hasil
penemuannya, sekaligus juga ilmu yang menyebar krn kertas sbg media
belajar menjadi amal jariah, begitu juga tradisi masyarakat China yang
menjunjung tinggi leluhur serta hormat kepada orang tuanya, dgn itu
sebenarnya mereka telah menjalankan ke sholehan yang luar biasa, baik ke
sholehan individu maupun sosial.
Ras tua dan berbudaya ini sampai menjadi rujukan Rasullulah, pesannya
kepada umatnya agar belajarlah ke China, bkn ke Arab atau Andalusia,
kenapa, hal itu pasti ada alasannya. Dan kenapa bgt jauh sampai ke Asia,
padahal banyak suku di Jazirah Arab yang bisa di sarankan, inipun
pastilah beralasan, bukan asal-asalan, dari manusia tauladan.
Kalau kita mau beranjak dari hal yang sejujurnya mesti kita renungkan
sebelum kita dengan enteng selalu memaki China, mencurigai China, iri
kepada orang China, belajar enggak, iri di tenggak, isi kepala
menggelegak, akhirnya cuma bisa malak.
Seperti hal nya Indonesia, dimana populasi ras China hanya berjumlah 3%,
atau +/- 3jt orang (sensus 2017). Namun konon dari jumlah itu bisa
menguasai 70-80 ekonomi Indonesia, salah satu Indikatornya adalah dari
50 orang kaya Indonesia 90%nya di duduki ras China, kenapa mereka bisa
kaya, ya karena mereka bekerja, bukan leyeh-leyeh saja.
Italia pada awal ada corona mereka marah kepada China yang dianggap sbg
sumber masalah utama adanya corona, sampai terjadi pembunuhan di tengah
jalan yang menimpa turis dari China, kini mereka menelan malunya gak
ketulungan, karena tanpa pamrih China membantu mereka dgn mendatangkan
lgsg bantuan keperluan medis sebanyak 30 ton dan lengkap dgn 30 tenaga
medis.
Kenapa China membantu Italia, ya karena Italia sudah keliling tetangga
serta meminta sang rambo Amerika utk bisa datang membantu, namun tak
satupun menyanggupinya, sampai dgn rasa malu yang tinggi PM Italia
menelpon Dubes China ttg bantuan yang di harapkan, berselang dua hari di
jawab iya, dan hari ke 4nya China Airlines sudah landing di Italia. Mata
dunia makin terbuka China itu bisa apa saja, termasuk menjemput pahala.
Sekarang kita melongok ke jendela Indonesia, Ahok ditolak memimpin
Jakarta krn dia China dan non muslim, kini apa jadinya, tidak usah malu
mengaku, Jakarta sekarang seperti cangkang kerang yang ke hilangan
isinya, berantakan tak karuan, air yang dikatakan sunatullah masuk
ketanah malah melimpah membuat Jakarta bak lembah, eh sang gubernur
malah banyak tausiah, hasilnya dia harus bayar tuntutan 1 triliyunan.
Virus corona yang sifatnya masuk lewat sentuhan dan kontak lgsg harusnya
yang dilakukan perenggangan sentuhan, harusnya moda transportasinya di
banyaki, eh malah armadanya dikurangi, route nya di kecili. Himpitan dan
antrian manusia terjadi, dia bilang utk shock therapy, orang Jakarta
sekarang shock, karena baru saja ada percobaan peternakan virus corona,
yang direncanakan dalam upaya mempercepat penyebaran, bersamaan dgn sang
pawang yang membisiki ” lokdon” saja presiden, jebakan betmen di
jalankan, mereka lupa Jokowi bukan anak emperan yang baru kemaren
belajar memimpin dgn kebajikan. Usulnya di tolak, mereka ketahuan
melakukan akal-akalan yang menjerumuskan.
Corona wabah yang menyapu semua ras di dunia, China sudah keluar duluan
dari sesak nafas yang mengkhawatirkan, konon kerja cepatnya sudah
menghasilkan vaksin yang bisa di jadikan bahan penanggulangan. Indonesia
sdg di repotkan oleh ketidak sinkronan antara pemerintah pusat dan
daerah, dan parahnya ada yang mencuri panggung utk manggung agar dia
dianggap manusia agung, padahal akalnya hanya sebatas bulu hidung.
Tindakannya selalu membuat warganya bingung.
Disaat semua sdg berwacana, gerak cepat Ahok dan Erick Thohir menjadikan
Hotel Pertamina sbg tempat perawatan pasien positif Corona, bgt cepat
dan nyata, gak pakai teori kejut-kejutan yang malah membuat kepanikan.
Ditempat lain kita mendengar dr. Handoko Gunawan yang sudah berusia 80an
bekerja siang malam utk membantu pasien corona, khabarnya sore tadi dr.
Handoko tumbang, karena kebanyakan begadang. Dia sumbangkan ilmunya utk
kemanusiaan, bukan tua-tua malah makin menebar kesia-siaan.
Ada juga dr. Lie di padang yang membuat RS kapal keliling Nusantara, ada
dr.Lo Siaw Ging di Solo dgn praktek tanpa tarif, juga gratis. Siapa
Ahok, siapa dr. Handoko, siapa dr. Lie, siapa dr. Lo, mereka orang
China, lagi-lagi China, yang hadir di tengah susahnya kita dan mereka
bekerja tanpa rekayasa karena mereka tulus melakukan, utk sebuah
tindakan nyata sebagai tanggung jawab anak bangsa Indonesia.
Apakah ada bedanya Ahok, dr. Handoko, dr. Lie, dr. Lo yang China dgn
yang lainnya. Ada, bedanya mereka bekerja dan hasilnya nyata, sementara
yang lain di Balai Kota yang pintunya sudah di tutup rapat sdg merancang
alasan-alasan yang merugikan bangsa dan negara. Sekarang pertanyaannya
siapa yang pejuang dan siapa pecundang. Tuhan mboten sare kata Ahok.
Ahok, dr.Handoko,, dr.Lie, dr. Lo dan ras China lainnya, kalian telah
menunjukkan bahwa kalian pantas mewakili pembuktian perkataan Rasullulah
yang mengatakan BELAJARLAH SAMPAI KE CHINA. ATAU YANG DEKAT ADA CHINA DI
DEPAN MATA, CHINA DI INDONESIA.
AHOK, dr LIE, dr. HANDOKO, dr. Lo, SANA AMBIL AMAL JARIYAHNYA..kalian
yang memang pantas mendapatkannya.
Sumber: FBIyyas Subiakto
<https://web.facebook.com/100000422280327/posts/3112398208784225/?_rdc=1&_rdr>
(suaraislam)