Kalau kita subitusi Covid-19 den kopi atau teh, apakah berarti kopi atau teh itu bukan dari Indonesia?
Diskusinya panjang. Pihak kedutaan RI dan rezim neo-Mojopahit di Jakarta tidak membantah, karena mereka tahu diri, keadaan pelayaan kesahatan sangat buruk di Indonesia. Sanitasi buruk, lihat saja pada sungai Ciliwung, dsab. Petinggi-petinggi NKRI itu pergi ke Singapura bukan saja untuk berobat tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan (check-up). Untuk obat anti Covid-19 harus impor terutama dari Tionkok. Jadi saya kira diskusinya dihentikan.
