Betuuul, bagi warga KOTA yang sebagian besar tergabung dalam berbagai jenis asuransi kesehatan, asuran itu harus membayar sekian % dari pengeluaran yang ditentukan, sesuai dengan jenis asuransi yang berbeda-beda, sedang selebihnya dibayar pemerintah.

Begitu kisah seorang pemuda di Wuhan, tergolong angkatan pertama terjangkit Covid-19, masuk RS Wuhan yang semula dia kuatir tidak mampu bayar, ... karena harus masuk ICU sampai belasan dengan gunakan mesin mengalirkan darahnya untuk masukkan oksigen, akibat paru-parunya sudah tidak bekerja baik. Ada yang bilang gunakan mesin itu bisa 10 ribu Yuan, ....! Tapi, setelah sembuh keluar RS, ternyata tidak ditarik bayaran!

Sedang bagi petani didesa yang sudah tergabung dalam koperasi-desa, pengeluaran pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh koperasi-desa itu!


On 30/3/2020 下午3:57, kh djie [email protected] [GELORA45] wrote:
Saya pernah baca, 65% dibayar assuransi kesehatan, sisanya oleh pemerintah.
G-20 dilakukan dengan teleconference.

Op ma 30 mrt. 2020 om 09:48 schreef Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Beberapa waktu lalu ada berita bahwa Jokowi  ke G20  pertemuan,
    dan dikatakkan bahwa Presiden akan memberikan saran-saran 
    mengatasi COVID-19. hehehehe

    Apakah pasien di Tiongkok harus membayar biaya pengobatan?


Kirim email ke