https://www.suara.com/news/2020/03/31/103646/puncak-penyebaran-virus-corona-di-indonesia-diprediksi-terjadi-saat-lebaran?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



Puncak Penyebaran Virus Corona di Indonesia Diprediksi Terjadi saat Lebaran
Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Selasa, 31 Maret 2020 | 10:36 WIB
[image: Puncak Penyebaran Virus Corona di Indonesia Diprediksi Terjadi saat
Lebaran]
[Gerry Fletcher/BBC]
Puncak penyebaran virus corona diprediksi akan terjadi pada Mei hingga Juni
2020

Suara.com - Peneliti Joko Hariyono memprediksi puncak penyebaran virus
corona <https://www.suara.com/tag/virus-corona> baru Covid-19 di Indonesia
akan terjadi pada Mei hingga Juni 2020. Waktu puncak tersebut bertepatan
dengan bulan ramadhan dan lebaran.

ASN di Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta itu menggunakan metode prediksi
<https://www.suara.com/tag/prediksi> berbasis konteks dalam menentukan
periode puncak penyebaran corona. Hasil penelitian yang digunakan
berdasarkan data harian corona di Indonesia per 21 Maret 2020.

"Dari perolehan data tersebut dihasilkan prediksi periode puncak terjadi
antara 70 sampai 100 hari dari kasus pertama ditemukan," kata Joko dalam
laporan hasil penelitiannya, Selasa (31/3/2020).

Berbeda dengan hasil prediksi dalam penelitian sebelumnya, penelitian kali
ini mempertimbangkan beberapa konteks sebagai variabel deviasi untuk
menentukan rentang waktu dari awal wabah Covid 19 terjadi di tanah air,
hingga Indonesia dinyatakan sembuh dari wabah tersebut.

Konteks yang menjadi pertimbangan antara lain Inisiatif pemerintah dalam
membangun kebijakan yang terintegrasi dengan seluruh daerah di tanah air
sebagai Informasi Makro, kesiapan penyelesaian secara massif dan penegakan
disiplin tindakan preventif untuk menekan angka pertambahan harian, sebagai
Informasi pembatasan (restriction); serta internalisasi prosedur preventif
oleh masing-masing individu, sebagai informasi individu.

Diperkirakan masa akhir penyebaran virus corona
<https://www.suara.com/tag/penyebaran-virus-corona>, jumlah kasus orang
terinfeksi corona tidak kurang dari 10 ribu kasus.

"Faktor lemahnya penerapan ketegasan Pemerintah ini yang ditengarai
peningkatkan angka
penambahan harian yang tinggi," ungkapnya.

Periode krisis diperkirakan terjadi pada rentang 40 hingga 70 hari. Dalam
periode tersebut, angka penambahan pasien mengalami peningkatan yang cukup
drastis.

Sementara itu, waktu penyembuhan diprediksi akan berlangsung lebih lama,
yakni 120 hingga 150 hari dari kasus pertama ditemukan atau sekitar bulan
Juni hingga Juli 2020.

Kirim email ke