-------- Forwarded Message --------
Subject: Perhitungan Politik Janganlah Menodai Kebaikan Hati
Date: Wed, 1 Apr 2020 12:19:27 +0800
From: ChanCT <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
Perhitungan Politik Janganlah Menodai Kebaikan Hati
http://indonesian.cri.cn/20200401/4fc9cb8f-cb3d-f0cd-2ff1-bf746dc2ade8.html
2020-04-01 11:41:11
Perhitungan politik yang dilakukan sejumlah orang Barat terhadap
Tiongkok dengan alasan bermacam-macam tidak hanya dilakukan dalam waktu
satu dua hari saja. Belakangan ini, ketika peralatan medis Tiongkok
terus diangkut ke luar negeri, mereka kembali mengungkit sebuah tajuk
yang menyebut “Tiongkok meningkatkan daya pengaruhnya dengan
memanfaatkan bantuan penanggulangan wabah.”
Dalam konferensi pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada tanggal 30
Maret lalu, juru bicara Hua Chunying bertanya apakah mereka berharap
agar Tiongkok hanya menonton dengan berpeluk tangan dan tidak bertindak?
Bangsa Tionghoa adalah bangsa yang tahu bersyukur. Tiongkok tidak pernah
lupa pada bantuan dan dukungan dari komunitas internasional ketika
menghadapi kesulitan. Ketika itu, tiada media Tiongkok yang menilai
tindakan bantuan pemerintah asing dan organisasi terkait dari segi politik.
Kini, wabah Covid-19 sedang merebak di dunia. Tiongkok memberikan
dukungan dan bantuan kepada komunitas internasional sesuai kemampuannya.
Bantuan tulus Tiongkok ini memperoleh penghormatan dari komunitas
internasional.
Akan tetapi, menghadapi interaksi bersahabat antara Tiongkok dan
komunitas internasional, sejumlah politikus dan media Barat
menstigmatisasi bantuan medis kemanusiaan Tiongkok, dengan sengaja
menyalahtafsirkan niat baik bantuan Tiongkok, dan memprovokasi hubungan
antara Tiongkok dan negara-negara terkait.
Padahal, tujuan Tiongkok membantu negara lain dalam penanganan wabah
sangat sederhana, yakni berupaya menolong lebih banyak nyawa, sama
sekali tiada diplomasi masker atau pertimbangan geopolitik seperti yang
disebut-sebut. Kendatipun terdapat sejumlah masalah dalam proses kerja
sama, adalah kejadian tunggal saja. Kedua pihak dapat mengadakan
komunikasi berdasarkan prinsip bisnis dan menyelesaikannya menurut
fakta. Jika diterangkan dari segi politik, hanya akan merusak kerja sama
internasional penanganan wabah.
Wabah yang terjadi secara mendadak ini secara lebih mendalam membuktikan
bahwa umat manusia adalah komunitas senasib sepenanggungan. Dalam
menghadapi wabah, tiada negara mana pun yang dapat terlepas dari bencana
ini, membantu orang lain sama dengan membantu diri sendiri. Sejumlah
orang Barat diharapkan dapat mengesampingkan kesombongan dan prasangka
mereka, perhitungan politik hendaknya tidak menodai kebaikan hati dan
ketulusan, dan jika tidak, akhirnya yang rugi adalah dirinya sendiri.