Sangat betul sekali!! Di samping itu, sangat banyak sekali dari mereka adalah
juga pengusaha!! Maka tidak berlebihan kalau orang berkata bahwa mereka itu
adalah wakil oligarki, bukan wakil rakyat!
On Wednesday, April 1, 2020, 12:21:11 PM GMT+2, kh djie <[email protected]>
wrote:
Gajinya anggota DPR lebih banyak dari menteri. Jumlah anggota DPRjuga puluhan
kali jumlah menteri. Jadi kalau semua anggota DPRnyumbang, jumlahnya bisa luar
biasa besar.
Op wo 1 apr. 2020 om 11:42 schreef Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
Baru terpuji kalau, di samping pres./wk pres dan para menteri, sang anggota
DPR itu sendiri memelopori DPR untuk menyerahkan gajihnya sebagai sumbangan
kepada usaha mengatasi corona virus!!!
On Tuesday, March 31, 2020, 11:41:13 PM GMT+2, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Apakah kas negara sudah kosong atau untuk mencegah runtuhnya kerajaan
neo-Mojopahit? Kalah mereka sumbangkan gaji mereka, lantas isteri-isteri dan
anak-anaknya tidak kekuarangan fulus untuk hidup? Pertanyaan demikian bagus
sekali, tetapi dilupakan bahwa kalau para petinggi kasi sesuatu dengan tangan
kanan, tangan kiri mreka akan mengambil kembali berlipat ganda donasi mereka.
Bukankah NKRI adalah singkatan dari Negara Koruptor Republik Indonesia?
hehehehehehe
https://www.jawapos.com/nasional/politik/30/03/2020/pks-tantang-jokowi-wapres-dan-para-menteri-donasikan-semua-gajinya/
PKS Tantang Jokowi, Wapres, dan Para Menteri Donasikan Semua Gajinya
POLITIK30 Maret 2020, 13:51:04 WIB
JawaPos.com – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil
meminta Presiden, wapres dan jajaran Kabinet Indonesia Maju agar memberikan
seluruh gajinya untuk donasi penanganan Covid-19. Ketimbang pemerintah membuak
rekening donasi.
Selain menimbulkan citra negatif, tindakan itu menunjukkan bahwa cara kerja
penyelenggara negara di rezim ini tidak beda dengan organisasi nonpemerintah.
“Dari berita yang saya baca, di negara tetangga Malayasia, justru para petinggi
pemerintahnya mendonasikan gaji mereka menolong rakyat yang terpapar dan
tertular virus Korona,” kata Nasir Djamil, Senin (30/3).
Dikatakan Anggota DPR asal Aceh ini, pemerintah seharusnya fokus bekerja agar
dapat dipercaya untuk mengakhiri wabah ini dalam satu atau dua bulan ke depan.
Urusan donasi biar diinisiasi oleh warga, partai politik, pengelola media
massa, dan organisasi LSM.
“Saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat indonesia adalah harapan untuk terhindar
dari virus Korona,” katanya.
Oleh sebab itu jika seluruh Kabinet Indonesia Maju memberikan gajinya. Maka
rakyat akan sangat senang. Sehingga menimbulkan citra positif bagi pemerintah
Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Jika Presiden, Wakil Presiden dan para menteri mau berkorban mengeluarkan
gajinya maka ini adalah harapan yang ditunggu rakyat,” ungkapnya.
Diketahui, besar gaji yang diterima Presiden dan Wakil Presiden diatur dalam UU
No 7 tahun 1978 tentang hak keuangan atau administratif Presiden serta Wakil
Presiden. Dalam pasal 2 UU, diatur besaran gaji pokok Presiden dan wakil
Presiden yang berbunyi:
(1) gaji pokok Presiden adalah 6× (enam kali) gaji pokok tertinggi Pejabat
Negara Republik Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden.
(2). Gaji pokok Wakil Presiden adalah 4× (empat kali) gaji gaji pokok tertinggi
Pejabat Negara Republik Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden.
Sementara gaji pimpinan lembaga tinggi negara diatur dalam Peraturan Pemerintah
no 75 tahun 2000 tentang gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara
dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga
Tertinggi Negara.
Dalam pasal 1 UU, mengatur besaran gaji pokok Ketua Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua Dewan Pertimbangan
Agung, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, dan Ketua Mahkamah Agung adalah sebesar
Rp 5.040.000,00 per bulan.
Dengan demikian, jika dihitung gaji pokok Presiden sebesar Rp 30.240.000.
Sementara, gaji Wapres sebesar Rp 20.160.00.
Editor : Dimas Ryandi
Reporter : Gunawan Wibisono