Waaah, ... kalau mudik diperbolehkan, ... bagaimana bisa mencegah penyebaran Covid-19 ke desa-desa dan akan merebak ke seluruh Nusantara ini, pemerintahan akan lebih sulit memberantasnya! KERUGIAN Ekonomi jadi lebih BERSAR, jatuh korban jiwa juga PASTI tak terhidarkan akan lebih banyak entah berkali-lipat, ...!

Bagaimana bisa buktikan orang-orang yang MUDIK itu tidak positif dan jadi penyebar Covid-19 dikampung nya??? Lha, banyak kisah ribuan orang dari 80 ribu yang dipastikan terjangkit COvid-19 di Wuhan itu jelas-jelas positif, tapi sama sekali TIDAK ADA GEJALA! Selesai 2 minggu dikarantina juga tetap tidak muncul gejala SAKIT! Tapi juga PASTI orang-orang ini bisa jadi penular Covid-19 kalau tidak dikarantina! Jadi, setelah 2 X dites menjadi negatif baru dilepas! Dan, ada juga yang aneh dari sekian puluhan ribu yang sudah dinyatakan sembuh dan dilepas itu, mestinya terjadi kekebalan dalam dirinya, ternyata ada beberapa yang bisa kambuh dan positif kembali, ...

Jadi, nampak jelas Covid-19 yang baru muncul ini masih banyak keanehan yang belum diketahui! Dan yang PASTI sampai sekarang BELUM ada OBAT mujarab untuk mengobatinya! Jadi, JANGAN dianggap remeh, ... kecuali kalau memang mau bunuh diri, ... dan membunuh rakyat yang dianggap sudah terlalu banyak dan bikin sulit kasih makannya!



On 2/4/2020 下午5:53, kh djie [email protected] [GELORA45] wrote:
/Ridwan menjelaskan, implementasi pengendalian itu misalnya akan ada jarak penumpang setiap angkutan transportasi. Selain itu, angkutan transportasi tak akan dibiarkan penuh sesak. /
Memangnya akan disediakan pengangkutan gratis, per bus jumlahnya dibatasi?
Kalau bayar, kan mestinya berapa kali lipat lebih mahal, karena hanya dipakai sedikit orang?
Lha, terus butuh bus berapa kali lipat ? Apa punya ?

Op do 2 apr. 2020 om 11:46 schreef Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    *Biarkanlah Covid-19 menjelaajah seluruh dataran kepulauan dengan
    semboyan harga mati.*


    
https://www.suara.com/bisnis/2020/04/02/140818/pemerintah-akhirnya-putuskan-mudik-lebaran-tak-dilarang?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler




      *Pemerintah Akhirnya Putuskan Mudik Lebaran Tak Dilarang*

    Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi

    Kamis, 02 April 2020 | 14:08 WIB

    Pemerintah Akhirnya Putuskan Mudik Lebaran Tak DilarangIlustrasi
    pemudik menaiki kereta api. (Antara)


        *Masyarakat masih diperbolehkan untuk pergi ke kampung
        halamannya atau mudik lebaran.*

    **Suara.com - **Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman dan
    Investasi yang dipimpin *Luhut Binsar Pandjaitan*
    <https://www.suara.com/tag/luhut-binsar-pandjaitan> menegaskan
    hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan larangan mudik.

    Dengan begitu, masyarakat masih diperbolehkan untuk pergi ke
    kampung halamannya.

    Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Marves, Ridwan
    Djamaluddin mengatakan, meski belum melarang, pemerintah tetap
    mengendalikan pergerakan orang agar penyebaran Virus Corona dari
    orang yang mudik tak makin meluas.

    "Tadi sementara hasil ratas, pemerintah tidak akan melarang mudik.
    Tidak secara keras tapi akan dikendalikan. Memastikan yang akan
    pulang bersih (Virus Corona)," ujar Ridwan kepada wartawan lewat
    Video Conference di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

    Ridwan menjelaskan, implementasi pengendalian itu misalnya akan
    ada jarak penumpang setiap angkutan transportasi. Selain itu,
    angkutan transportasi tak akan dibiarkan penuh sesak.

    Dalam hal ini, tambah Ridwan, harus siap akan fasilitas kesehatan
    dengan adanya masyarakat yang kembali ke daerah asalnya.

    "Sekarang dengan kebijakan belum ada pelarangan. Daerah harus
    lebih siap. Ini harus diwujudkan dengan kesiapan fasilitas
    kesehatan lebih baik," ucap dia.




Kirim email ke