Anies Baswedan Sebut 3,7 Juta Warga Miskin Terkena Dampak Corona
Reporter:
Taufiq Siddiq
Editor:
Aditya Budiman
Jumat, 3 April 2020 06:00 WIB
Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo,
Muara Angke, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Presentase penduduk
miskin di DKI Jakarta turun pada September 2018 dibandingkan dengan
Maret 2018. ANTARA/Aprillio AkbarWarga beraktivitas di permukiman semi
permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa, 22 Januari
2019. Presentase penduduk miskin di DKI Jakarta turun pada September
2018 dibandingkan dengan Maret 2018. ANTARA/Aprillio Akbar
*TEMPO.CO, Jakarta -*Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan
<https://metro.tempo.co/read/1327187/anies-baswedan-siapkan-rp-3-triliun-untuk-lawan-pandemi-corona>menyebutkan
jumlah warga miskin dan rentan yang mengalami dampak ekonomi akibat
pandemi Corona mencapai 3,7 juta jiwa. "Mereka terdampak cukup serius
dan perlu ada dukungan untuk bisa membiayai kehidupan di Jakarta," ujar
Anies saat rapat daring dengan Wakil Presiden RI, Rabu 2 April 2020.
Sedangkan saat ini, kata Anies, Kementerian Sosial baru menyepakati
bantuan sosial (Bansos) untuk warga miskin sebanyak 2,6 juta orang.
Jumlah tersebut disiapkan menerima bantuan senilai Rp 4,5 triliun.
Anies mengatakan Bansos nantinya akan diberikan kepada satu keluarga
sebesar Rp 1 juta. Bansos tersebut akan diberikan selama dua bulan pada
April dan Mei 2020.
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menyebutkan Pemprov DKI
masih mendata warga yang akan menerima dana Bansos tersebut. Data yang
ada pada Pemprov DKI tercatat kelompok warga miskin sebanyak 1,1 juta
orang yang sudah teridentifikasi secara nama dan alamat.
Meski demikian, lanjut dia, masih ada kelompok rentanmiskin
<https://nasional.tempo.co/read/1327092/wabah-corona-anies-akan-salurkan-bansos-rp-45-triliun>yang
harus didata, seperti pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima.
"Warga yang selama ini memiliki pendapatan tetapi saat ekonomi kontraksi
mereka langsung kehilangan pendapatan. Ini yang sedang didata untuk
mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujarnya.
*TAUFIQ SIDDIQ*