Bung Manap, Seandainya Coronavirus itu bisa membeda-bedakan dan menganggap kafir itu haram, yang kafir justru selamat? Kalau begitu kan semua orang mau jadi kafir supaya selamat........? Wah, MUI bisa ngamuk....... Salam, Djie
Op za 4 apr. 2020 om 10:07 schreef S Manap [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > Karena itu, sekalipun kafir, bung masih harus berhati-hati juga. Karena > kemungkinan dimakan oleh virus korona masih tetap ada sekalipun kafir. > Ha...ha......ha.. > > Den lördag 4 april 2020 00:06:03 CEST, Sunny ambon [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> skrev: > > > > > Coronavirus adalah setan maha perkasa maka oleh sebab itu dia hantam tidak > pandang apakah orang beragama atau kafir, semuanya disikat, mungkin > termasuk binatang juga disikat. > > > https://www.gatra.com/detail/news/474340/kebencanaan/mengagetkan-226-jemaat-gereja-bethel-bandung-positif-corona > > > Mengagetkan, 226 Jemaat Gereja Bethel Bandung Positif Corona > > Gatra.com | 03 Apr 2020 16:24 > > akarta, Gatra.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan ada > sebanyak 226 jemaat Gereja Bethel di Bandung, Jawa Barat positif terinfeksi > virus Corona. Jumlah itu merupakan bagian dari pemeriksaan rapid test > terhadap 677 warga lainnya yang positif COVID-19.. > > "Yang mengagetkan kedua, dari 15 ribu (menjalani rapid test), itu 677 > positif di Kota Bandung, kurang lebih ada 200 yang positif datang dari satu > jemaat gereja, Gereja Bethel," kata RK saat melakukan teleconference dengan > Wapres Ma'ruf Amin, Jumat (3/4). > > Kang Emil mengungkapkan ratusan jemaat yang positif corona itu terinfeksi > dari kontak seorang pendeta yang sudah dinyatakan positif COVID-19 dan > telah meninggal dunia. Pendeta tersebut masuk dalam kategori klaster ikut > Seminar Lembang. > > "Pendeta melakukan sentuhan fisik dan pendetanya sudah meninggal dunia, > beserta istrinya karena COVID," ujarnya. > > RK menyebut dari jika dipersentasekan sekitar 600 yang menjalani tes dan > terinfeksi Corona, sekitar 35 persen. > > “Dari 637 jemaat Gereja Bethel, 226-nya positif atau 35 persen," ujarnya. > > Untuk itu, meminta pemerintah segera melakukan rapid test besar-besaran di > wilayah Jawa Barat, agar dapat mengetahui warga mana saja yang terinfeksi > COVID-19. > > "Tanpa rapid test ini, saya nggak (mungkin) temukan Klaster Sukabumi yang > beratus-ratus, saya tidak menemukan klaster Gereja Bethel. Ini belum saya > sampaikan ke publik, baru ke Bapak (Wapres)," katanya. > > Diketahui saat ini sudah ada lima kasus meninggal pada jemaat Gereja > Bethel Indonesia akibat COVID-19. Mereka terpapar setelah mengikuti seminar > keagamaan yang digelar di Lembang pada awal Maret 2020. > ------------------------------ > Editor: Anthony Djafar > > >
