Coronavirus adalah setan maha perkasa maka oleh sebab itu dia hantam tidak
pandang apakah orang beragama atau kafir, semuanya disikat, mungkin
termasuk binatang juga disikat.

https://www.gatra.com/detail/news/474340/kebencanaan/mengagetkan-226-jemaat-gereja-bethel-bandung-positif-corona


Mengagetkan, 226 Jemaat Gereja Bethel Bandung Positif Corona

Gatra.com | 03 Apr 2020 16:24

akarta, Gatra.com -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan ada
sebanyak 226 jemaat Gereja Bethel di Bandung, Jawa Barat positif terinfeksi
virus Corona. Jumlah itu merupakan bagian dari pemeriksaan  rapid test
terhadap 677 warga lainnya yang positif COVID-19.

"Yang mengagetkan kedua, dari 15 ribu (menjalani rapid test), itu 677
positif di Kota Bandung, kurang lebih ada 200 yang positif datang dari satu
jemaat gereja, Gereja Bethel," kata RK saat melakukan teleconference dengan
Wapres Ma'ruf Amin, Jumat (3/4).

Kang Emil mengungkapkan ratusan jemaat yang positif corona itu terinfeksi
dari kontak seorang pendeta yang sudah dinyatakan positif COVID-19 dan
telah meninggal dunia. Pendeta tersebut masuk dalam kategori klaster ikut
Seminar Lembang.

"Pendeta melakukan sentuhan fisik dan pendetanya sudah meninggal dunia,
beserta istrinya karena COVID," ujarnya.

RK menyebut dari jika dipersentasekan sekitar 600 yang menjalani tes dan
terinfeksi Corona, sekitar 35 persen.

“Dari 637 jemaat Gereja Bethel, 226-nya positif atau 35 persen," ujarnya.

Untuk itu, meminta pemerintah segera melakukan rapid test besar-besaran di
wilayah Jawa Barat, agar dapat mengetahui warga mana saja yang terinfeksi
COVID-19.

"Tanpa rapid test ini, saya nggak (mungkin) temukan Klaster Sukabumi yang
beratus-ratus, saya tidak menemukan klaster Gereja Bethel. Ini belum saya
sampaikan ke publik, baru ke Bapak (Wapres)," katanya.

Diketahui saat ini sudah ada lima kasus meninggal pada jemaat Gereja Bethel
Indonesia akibat COVID-19. Mereka terpapar setelah mengikuti seminar
keagamaan yang digelar di Lembang pada awal Maret 2020.
------------------------------
Editor: Anthony Djafar

Kirim email ke