M E L A W A N L U P A .
Renungan : Sebuah masyarakat yang mampu mempertahankan kehidupan ialah masyarakat yang mampu memuaskan kebutuhan-kebutuhannya, tanpa mengurangi prospek generasi-generasi masa depan. Lester Brown Worldwach Institute. Tulisan dbawah ini sudah pernah saya postingkan di milis : Gelora 45, Nasionalis dan Temueropa pada tanggal 23. Dezember, 2018. Tulisan ini saya postingkan ulang, dengan beberapa perubahan dan tambahan, yang saya sesuaiakan dengan keadaan aktuil dewasa ini, dengan maksud untuk melawan lupa dalam menjalankan tuntutan-tuntutan kultural Proklamasi Kemerdekaan Nasional kita,dalam situasi dimana bangsa Indonesia sedang berada dalam cengkeraman kuat dari Utang luar negeri, yang akan terus dilakukan oleh rezim Jokowi, meskipun bangsa Indonesia saat ini sedang dalam keadaan perang melawan teror ganas Pandemi COVID-19, seiring dengan itu Utang luar negeri Indonesia terus meningkat mencapai ratusan millar US-Dolar. Utang Luar Negeri Indonesia Capai USD 410,8 Miliar di Januari 2020. Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2020 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar USD 410,8 miliar.16.03.2020-. <http://%0bUtang%20Luar%20Negeri%20Indonesia%20Capai%20USD%20410,8%20Miliar% 20di%20...%0dwww.liputan6.com%20%20Bisnis%0d> Utang Luar Negeri Indonesia Capai USD 410,8 Miliar di ... www.liputan6.com <http://%0bUtang%20Luar%20Negeri%20Indonesia%20Capai%20USD%20410,8%20Miliar% 20di%20...%0dwww.liputan6.com%20%20Bisnis%0d> Bisnis Menurut pengamatan saya Rezim Jokowi sampai sekarang ini masih terus melakukan budaya utang, tanpa memperhitungkan dampak utang luaenegeri yang terus berlelanjutan, bisa diperkirakan akan berdapak buruk bagi kehidupan generasi masa depan bangasa Indonesia,dan terutama sekali berdampak buruk bagi kedaulatan dan kemerdekaan NKRI. Ada sejarah yang mencatat bahwa di dunia ini ada negara yang punah gara-gara tak dapat bayar utang. Jutaan orang telah mulai meraih impian janji-janji palsu Jokowi dalam pilpres 2014, sekarang mereka ini sudah bersiap untuk membuang mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan itu. Kita perlu mengatasi mimpi palsu tersebut. Untuk maksud itu kita memerlukan proyek yang meyakinkan, yang berdasarkan pada analisa yang andal,bukti,dan draf yang dapat membenarkan suatu arahan yang sudah ditentukan dalam Proklamasi kemerdekaan nasional Indonesia, yaitu Ekonomi Pancasila berdasarkan Pasal 33 UUD 45, suatu sistem ekonomi yang akan memungkinkan terlasananya kehidupan yang berumur panjang,adil dan makmur, dan berkelanjutan terhadap kehidupan NKRI. Tentu saja kita dapat memperkirakan sejauh mana skenario dari kalimat ini sesuai dengan realitas, oleh karena itu kita harus menganalisis empat elemen yang memungkinkan kemajuan ideologi neoliberalisme; dan pada saat yang sama menghancurkannya. Empat elemen itu adalah : 1. Fiat gelt (Uang Fiat) 2. Finansialisasi (Keuangan) 3. Ketidakadanya keseimbangan 4. Teknologi Informasi. Dalam tulisan ini yang akan saya soroti hanya tentang Fiat gelt (uang Fiat).. Tentang Finansialisasi,ketidak adanya keseimbangan dan Teknologi Informasi sudah saya uraikan dalam postingan saya dimilis: Gelora 45. Nasional dan Temu eropa pada tanggal 11.08.2018 dengan Judaul NEOLIBERALISME ADALAH IDEOLOGI ANTI PANCASILA OLEH KARENA ITU HARUS DIHARAMKAN!!! 1.``Fiatgelt``, adalah yang memungkinkan untuk menjawab setiap negara yang sedang berkembang, seperti NKRI, dimana pertumbuhan ekonominya lemah, dengan pertolongan (bantuan) kridit yang sifatnya ``longgar``, tergantung dari pada jangka waktu pengembaliannya dan pada tingkat bunga yang telah ditetapkan. Kebijakan semacam ini telah ditetapkan oleh negara-negara Neoliberal, dengan menggunakan model yang disebut ``pemompaan`` terhadap negara berkembang, agar supaya bisa hidup dan terus mendukung kehidupan yang berkelanjutan dari negara-negara Neoliberal. Dalam konteks ini negara-negara Neoliberal telah mempunyai projek untuk mempertahankan kehidupannya. Projek itu dinamaman ``Pemompaan`` (kridit memberian utang) , untuk menjamin kehidupan negara-negara yang sedang berkembang yang pertumbuhan ekonominya lemah, seperti Indonesia, akan terus dipompa (diberi Utang) , yaitu utang luar negeri dalam bebtuk kridit ``longgar`` agar supaya bisa terus hidup. Karena kehidupan negara-negara yang dipompa itu (yang diberi utang itu), katakanlah Indonesia, agar supya dapat terus hidup, dengan demikian bisa merupakan pemasok surplus ekonomi yang setia kepada pihak investor asing, yaitu negara-negara kapitalis neoliberal, seperti misalnya: AS. Jerman, Tiongkok, Jepang dll. Dalam konteks utang luar negeri ada sedikit pelajaran yang perlu kita renungkan, yang berkaitan dengan apa yang disebut FIATGELD, yang telah mengantar kematian/kepunahan negara Texas. Dalam waktu dekat menjelang tahun 1837didirikanlah suatu negara Republik Texas, yang mempunyai simpanan awal Uang di Bank. Dalam mosium di Texsas masih terdapat beberapa lembar uang kertas Texas itu. Pada saat itu Negara baru itu belum mempunyai cadangan Emas sebagai jaminan bagi uwangnya yang di Bank, namun demikian dijamin bahwa negara baru itu bisa mendapatkan bunga setiap tahunnya 10%. Dalam waktu 2 tahun berjalan, nilai tukar 1 dolar Texas sama dengan 4 cend dolar AS. Lima tahun setelah berdirinya negara Texas, simpanan uang di Bank menjdi tidak nyaman, negara Texas melarang warganya untuk membayar pajak. Tidak lama kemudian mulailah warganya dianjurkan untuk mengabungkan diri pada Amerika Serikat. Tidak lama kemudian pada tahun 1845, sebagian dari nilai dolar Texas bisa kembali nilainya. Tapi setelah 5 tahun berlalu yaitu pada tahun 1850 pemerintah AS mendeklarasikan atau mengumumkan bahwa utang Texas sudah pada posisi sangat tinggi yaitu 10 Million Dolar AS(10 juta Dollar AS). Penomena Dolar Texas inilah yang kemuduian dijadikan sebagai suatu pelajaran yang perlu kita cermati, yaitu problim tentang ``Fiatgeld`` , yang dimaksud disini adalah valuta yang tidak didasari oleh cadangan Emas. Perkataan Fiat berasal dari bahasa Latin, yang dalam konteks ini diartikan sebagai Sinar terang >>Fiat Lux<< yaitu Uang sebagai sinar terang, yang disamakan dengan Tuhan (uang ada diatas segala-galanya). Uang Texas itu tidak mempunyai kekuatan, karena Texas hanya mempunyai lahan tanah, Sapi, dan perusahaan; semuanya itu tidak diakui sebagai tanggungan utang yang jumlahnya berjuta-juta Dolar AS. Jadi Uang kertas Texas kehilangan nilainya, dampaknya adalah Negara Texas lenyap (musnah) ditelan AS. Cuplikan dari Buku yang berjudul: POS KAPITALISMUS GRUNDRISSE EINER KOMMENDEN ÖKONOMIE SUHRKAMP. (Rencana Dasar Pos Kapitalisme dalam pejuangan ekonomi dimasa yang akan datang); Yang ditulis oleh PAUL MASON. Selanjutnya Pada bulan Agustus 1971 pemerintah AS memutuskan untuk mengulangi kembali penomena dolar Texas, tapi saat sekarang ini seluruh dunia akan dijadikan sebagai laboratoriumnya. Presiden Richard Nixon secara sepihak membuat suatu peraturan bahwa sememua mata uang harus di dasarkan pada Dollar AS, yang didukung oleh cadangan emas. Pada saat itulah semua nilai mata unang secara global telah mengikuti nilai uang yang bersandar pada Fiatgeld. Dari uraian diatas dapat kita sadari bahwa Negara punah itu bisa terjadi apabila negara tersebut tidak dapat membayar utang plus bunga utang. Memang NKRI itu bukan negara seperti Texas, yang tidak memiliki kekuatan yang didukung oleh kekayaan sumber daya alamnya (emas), sedangkan NKRI memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, kecuali emas ada juga nikel, tembaga, minyak, batubara dll. Tapi sayangnya kekayaan sumber daya alam kita sudah banyak yang dikuasai oleh pihak asing, Freeport yang dikuasai oleh imperialis AS, bisa menambang emas sampai tahun 2041, pertanyaannya adalah apakah setelah tahun 2041 itu emas di Freeport masih ada?; sedangkan utang NKRI sudah melampoi batas, yaitu sekitar Rp 4.000 triliun dikhawatirkan akan terus bertambah jumlahnya, karena Indonesia telah melakukan kesalahan dalam menyikapi COVID-19, sehingga membuat kesalah dalam perhitungan yang dampaknya sangat fatal, Indonesia kehilangan banyak waktu yang berharga, yang dampaknya telah menyebabkan Indonesia mengalami banyak korban manusia yang meninggal karena terpapar Covid-19, dan terancam bencana ekonomi yang parah, dalam menghadapi serangan Teror ganas COVID-19, dan seiring dengan itu terjadilah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang sampai hari ini 1 dalar US !($ 1) sudah mencapai sekitar Rp.16. 385,93. (https://www.google.com/searchq=kurs+dollar+terhadap+rupiah+hari+ini <https://www.google.com/searchq=kurs+dollar+terhadap+rupiah+hari+ini&rlz=1C1 CHBF_deDE747DE747&oq=Kur&aqs=chrome.2.69i59j69i57j69i5> &rlz=1C1CHBF_deDE747DE747&oq=Kur&aqs=chrome.2.69i59j69i57j69i5 Jika rezim Jokowi terus melakukan budaya utang yang disediakan oleh IMF dan Bank Dunia, dan juga RRT maka entah berapa tahum lamanya kekayaan alam kita akan terkuras habis, sedangkan utang terus mengalir masuk, maka bisa diperkirakan NKRI akan mengalami nasib seperti negara Taxas, NKRI akan lenyap ditelan mentah-mentah kedalam perut negara-negara Kapitalis Neoloiberal. Menurut pengamatan saya,tidak akan ada Negara-negara Kapitalis Neoliberal dimana saja di dunia ini yang secara Cuma-Cuma mau memberikan utang tampa harus membayar bunga (utang zero Zinsen). Karena Utang telah dijadikan senjata pamungkas , oleh negara-ngara Kapitalis neiliberal dimana saja, untuk menghancurkan negara-negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia untuk kemudian dijadikan negara jajahannya, jadi secara hakekat utang adalah taktik strategi negara.negara kapitalis neoliberal untuk menjalakan taktik dan strategi neokoloniakisme di abatd 21. Kecuali contoh tentang lenyapnya negata Texas, karena tak dapat bayar utang, ada contoh lain yang menunjukkan lenyapnya suatu Negara besar, misalnya kehancuran USSR dibawah pimpinan Gorbaczow (Korbacow), dalam konteks ini nampaknya Rezim Gorbaczow yang adalah seorang pimpinan KPUS disuatu negara Sosialis, telah bermetaformosa (melakukan perubahan gaya hidup), dari budaya sosialis menjadi menjadi kapitalis, sebagai dampak dari adanya sytem globalisasi pasar bebas kapitalis, yang berhasil mencampakkan neagara-negara lain; karena para pelakunya memiliki modal besar, terutana sekali imperialisme AS. Untuk meneliti adanya perubahaan dari budaya sosialis ke-budaya kapitalis baiklah kita cermati lahirnya globalisasi di USSR. Lahirnya >globalisasi< di USSR diprakarsai oleh penghianatan pemimpin-pemimpin PKUS dengan teorinya yang terkenal yaitu PERESTROIKA DAN GLASNOS sebagai meme baru yang berhasil mengantikan meme lama yaitu budaya sosialisme dimana klas buruh sebagai mayoritas yang ditempatkan sebagai kekuatan substansinya dalam Demokrasi rakyat, yang lazim disebut kekuasaan Diktatur Ploretariat yang berlaku di USSR saat itu. Rupanya teorinya Korbacov tentang Perestroika dan Glasnos itu telah memberikan ilham kepada pemegang kapital di negeri-negeri yang melakukan system kapitalisme. Banyak orang-orang terpelajar yang keblinger tidak tahu, karena mereka melihat gejala hanya dari satu segi saja. Saat-saat sejak Kruscov, Bresjnev berkuasa sudah ada trend dampak ekses-ekses Kapitalisme itu; yaitu adanya korupsi dan hilangnya nilai menolong orang yang membutuhkan pertolongan, lambat laun menghilang karena dijejel konsum oleh negara-negara kapitalis monopol barat yang serba ada khususnya AS. Dampaknya adalah Uni Soviet bubar. Tidak hanya itu semua negara-negara sosialispun akhirnya juga bubar. Karena para pemimpinnya lemah dalam menghadapi kapitalis terutama Imperialisme AS. Jadi Negara bisa bubar bukanlah hanya khayalan, tapi adalah kenyataan. Demikian jugalah apa yang terjadi di NKRI apabila pemimpin NKRI lemah, karena dijejel konsum (utang), oleh negara-negara kapitalis neoliberal, maka yang seharusnya menjalankan TRISAKTI BUNG KARNO bermetaformosa menjadi mendukung Ideologi Neoliberalisme, seperti yang dianut oleh rezim-rezim hasil ``reformasi`` sampai saat sekarang ini; khususnya Rezim Jokowi yang selalu menggantungkan dirinya pada bantuan (baca Utang Luarnegeri.) khususnya utang pada RRT, terkesan kuat telah mengutamakan Ideologi Neoliberalisme dari pada UUD 45 , khususnya Pasal 33 UUD 45 dan Pancasila, yang sudah kita setujui bersama. Maka bisa dipercaya bahwa NKRI akan lebur ditelan kedalan dalam perut negara-negata Neoliberal terutama imperialisme AS dan RRT. Demikianlah apa yang sudah saya utarakan dalam postingan saya pada tanggal 23 Dezember 2018,yang kini sudah saya perbaiki dan tambahan-tambahan untuk disesuaikan dengan perkembanan sosialekonomi-politik dewasa ini, agar kita semua tidak melupakan tugas yang telah damanatkan oleh Proklamasi Kemerdekaan Nasional kita, yang hakekatnya adalah merupakan kulminasi tuntutan-tuntutan kultural yaitu : Kemerdekaan dan kedaulatan, demokrasi sejati (demokrasi Pancasila),emansipasi, harga diri dan jatidiri sebagai bangsa yang mandiri didalam suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan harus dijadikan landasan politik yang kuat dalam misi-misi kultural, untuk mengangkat harkat dan martabat manusia-manusia Indonesia. Roeslan
