*Rezim neo-Mojopahit patut bikin banyak kamp tahanan, sebab yang kritik
terbuka maupun kritik dalam hati sangat banyak, berjuta-juta, demikian
keterangan para ahli nujum.*

https://www.tubasmedia.com/tidak-minta-maaf-said-didu-akan-segera-dipenjarakan-luhut-panjaitan/#.XooT14gza00


Tidak Minta Maaf, Said Didu akan Segera Dipenjarakan Luhut Panjaitan

Hukum <https://www.tubasmedia.com/kolom/hukum/>

5 April 2020
<https://www.tubasmedia.com/tidak-minta-maaf-said-didu-akan-segera-dipenjarakan-luhut-panjaitan/>Dibaca
: 16 kali

*JAKARTA, (tubasmedia.com <http://tubasmedia.com>)* – Sikap kritis mantan
Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, membuat emosi Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut tak terima pernyataan Said Didu yang menyebut Luhut lebih
mementingkan keuntungan pribadi ketimbang memikirkan penanganan virus
corona atau Covid-19.

Luhut mengancam akan menempuh jalur hukum dan memenjarakan Said Didu jika
tak seger minta maaf.

“Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh jalur
hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara Luhut, Jodi
Mahardi, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Luhut merasa nama baiknya dicemarkan oleh Said Didu. Karena itu, Luhut akan
melaporkan Said Didu dengan pasal pencemaran nama baik dan *hate spech* atau
ujaran kebencian.

“Secara keseluruhan, seseorang dapat dikenakan pasal hate speech, Pasal 317
KUHP dan 318 KUHP dan juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19
Tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian, yaitu bisa
memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar atau berita bohong melalui
media sosial,” kata Jodi.

Luhut mempersoalkan pernyataan Said Didu dalam video yang diposting di
kanal YouTube, Muhammad Said Didu.

Dalam video berdurasi 22 menit tersebut, Said Didu diwawancarai oleh
Hersubeno Arief.

Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN)
baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak
menangani wabah Covid-19.

Said Didu mengatakan bahwa Luhut* ngotot* agar Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati tidak memotong dana pembangunan ibu kota negara baru untuk
dialihkan ke penangan Covid-19.

Said Didu lantas menyindir Luhut Panjaitan. Ia menyebut bahwa Luhut adalah
pimpinan proyek pemindahan ibu kota baru. Di kepalanya hanya uang dan uang.

“Kalau Luhut *kan* kita sudah tahulah. Ya memang menurut saya di kepala
beliau itu hanya uang, uang, dan uang. Saya tidak pernah melihat bagaimana
dia mau berpikir membangun bangsa dan negara. Memang karakternya demikian,
hanya uang, uang, dan uang,” kata Said Didu.

“Saya berdoa mudah-mudahan terbersit kembali Sapta Marga yang pernah
diucapkan oleh beliau sehingga berpikir untuk rakyat bangsa dan negara.
Bukan uang, uang, dan uang,” tambah Said Didu. (*sabar)*

Kirim email ke