-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://news.detik.com/kolom/d-4965807/perjuangan-rakyat-semesta-perangi-wabah-corona?tag_from=wp_cb_kolom_list


Kolom

Perjuangan Rakyat Semesta Perangi Wabah Corona

David S Perdanakusuma - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 12:56 WIB
7 komentar
SHARE URL telah disalin
detikX
Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Bangsa Indonesia sedang mengalami Bencana Nasional Pandemi Covid-19. Dalam 33 
hari setelah pengumuman terjadi peningkatan yang sangat cepat dari 2 menjadi 
1986 kasus dengan kematian 181 orang atau 9,1%. Kematian di negara kita lebih 
tinggi dari angka kematian rata-rata global yaitu 5% atau 58.773 kematian dari 
1.094.068 kasus. Kondisi ini menjadi ancaman serius dan mencemaskan bagi 
seluruh rakyat Indonesia yang berimbas pada berbagai aspek kehidupan.

Bencana ini tidak hanya sekadar permasalahan kesehatan semata walaupun 
berpangkal dari masalah kesehatan, namun sangat kompleks menyangkut juga 
permasalahan sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan. Bila kondisi 
ini dianggap sebagai medan pertempuran menghadapi bencana, dokter dan petugas 
kesehatan adalah prajurit yang harus berada di garis depan.

Namun tidaklah cukup hanya mengandalkan dokter dan petugas kesehatan saja dalam 
berjuang memerangi bencana Covid-19 ini. Juga tidak hanya meminta pemerintah 
untuk bertanggung jawab mengatasi bencana ini dengan berbagai kebijakan dan 
upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi bencana ini. Gerakan masif seluruh 
komponen bangsa sangat dibutuhkan saat ini.

Indonesia memiliki sejarah semangat pertahanan keamanan semesta, yang mana saat 
negara diserang oleh musuh dari luar maka seluruh rakyat Indonesia akan bersatu 
dan bergerak membela negara. Tidak hanya tentara saja yang berjuang, seluruh 
rakyat ikut berjuang membantu membela negara dengan bersenjatakan apa saja yang 
dimilikinya seperti bambu runcing, kayu, golok, pedang, dan apa saja yang bisa 
digunakan untuk melawan musuh.

Tidak hanya di garis depan, rakyat juga membantu memberi dukungan dengan segala 
yang dimilikinya seperti makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan yang 
diperlukan para pejuang. Saat ini tentunya perjuangan membela negara tidak 
seperti masa lalu bentuknya. Tetap bersatu padu bahu membahu berjuang untuk 
keselamatan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan 
perannya masing masing.

Seluruh rakyat ikut terpanggil dalam berbagai aktivitas berjuang memerangi 
Covid-19 dengan menjaga dan memelihara kesehatan sesama rakyat Indonesia. Orang 
sakit akan terbantu dalam mengurangi penderitaannya. Mereka yang terancam sakit 
dapat terhindar dari sakitnya. Demikian pula bagi yang sehat dapat terjaga dan 
terpelihara kesehatannya. Semua bergotong royong tolong menolong berbagi 
kontribusi mewujudkan kesehatan semesta.

Seluruh masyarakat perlu ikut bertanggung jawab atas kejadian bencana ini dan 
menjadi bentuk perjuangan yang perlu dibangun dalam rangka mewujudkan kesehatan 
semesta bangsa Indonesia. Dorongan dari pemerintah, berbagai profesi, tokoh 
agama, tokoh panutan, dan berbagai unsur terkait dapat menjadi sumber penggerak.

Dorongan tersebut perlu disampaikan dalam bentuk arahan bahwa kontribusi 
menjaga diri, keluarga, dan masyarakat adalah upaya gotong royong yang perlu 
dilakukan serta senantiasa dikumandangkan secara terus menerus. Hal ini 
memungkinkan timbulnya kebiasaan positif yang kemudian diharapkan dapat menjadi 
suatu budaya yang baik bila dapat saling menjaga dan mengingatkan bila ada 
perilaku yang membahayakan yang tidak sesuai dengan upaya pencegahan 
penyebaran/penularan Covid-19.

Berbagai seruan telah disampaikan senantiasa menjaga jarak (physical 
distancing), tidak batuk sembarangan, tidak berkerumun, membersihkan berbagai 
alat yang bisa menjadi media penularan, tetap di rumah bila tidak ada keperluan 
mendesak, dan melakukan isolasi diri secara patuh bila berpotensi sakit atau 
berpotensi menularkan.

Saat ini menjaga jarak adalah upaya yang sangat krusial dapat mengurangi laju 
penularan dari Covid-19. Untuk itulah diperlukan kepatuhan untuk 
melaksanakannya. Sampai saat ini belum sepenuhnya semua komponen masyarakat 
melaksanakan seruan tersebut. Kesadaran terhadap hal Ini menjadi modal utama 
dalam proses memerangi bencana Covid-19 ini.

Perlu dibangun budaya yang membuat seseorang merasa bersalah bila berbuat 
sesuatu yang berpotensi menulari diri sendiri dan orang lain apalagi sampai 
sakit. Perlu pula dibangun budaya yang membuat seseorang merasa bersalah bila 
tidak berbuat apapun bagi orang dalam kekurangan, menderita sakit, atau yang 
tidak tahu terhadap bahaya penularan. Ini menjadi modal besar dalam upaya 
membangun kesehatan semesta seluruh rakyat Indonesia --membawa Indonesia dari 
suatu situasi penderitaan menuju kebaikan dan kondisi yang sudah baik menjadi 
lebih baik lagi.

Semangat gotong royong merupakan semangat kebersamaan yang perlu dibangun untuk 
mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan hebat. Pemantapan semangat ini 
memerlukan tokoh panutan yang memberikan arahan pada masyarakat. Upaya ini 
diharapkan dapat membangun berbagai komunitas swadaya masyarakat yang peduli 
dengan sesama untuk saling menolong demi kemaslahatan bersama. Semua orang yang 
mampu membantu yang kurang mampu, yang berlebih membantu yang kekurangan, yang 
sehat membantu yang kurang sehat, dan yang berpengetahuan membantu yang belum 
tahu.

Pada kondisi saat ini gerakan tetap tinggal di rumah juga merupakan suatu 
perjuangan, yang tentunya gerakan ini perlu didukung oleh banyak pihak. Contoh 
konkret yang bisa dilakukan masyarakat adalah satu orang yang mempunyai 
penghasilan bulanan dan ada kelebihan dapat membantu minimal satu orang yang 
berpenghasilan harian yang dalam kondisi kekurangan sebagai dampak dari imbauan 
tinggal di rumah (seperti pedagang kecil pasar tradisional, pedagang keliling, 
ojek, tukang becak, dan lain lain). Suasana ini akan mendorong persatuan 
sehingga budaya gotong royong yang sudah mengakar pada berbagai sendi kehidupan 
bangsa Indonesia benar terwujud.

Kolaborasi berbagi peran adalah kata kunci yang tepat dalam menangani bencana 
Covid-19 secara nasional maupun secara lokal di daerah. Seluruh komponen bangsa 
bersatu padu ikut menanggulangi masalah ini sesuai dengan tugas dan keahlian 
masing masing.

Para dokter dan petugas kesehatan berada di garis depan memberi pelayanan 
kesehatan kepada masyarakat. Alat pelindung diri (APD) dicukupi untuk 
terlaksananya pelayanan kesehatan dengan baik. Alat deteksi dan diagnostik 
dicukupi untuk dapat melakukan screening yang sakit dan tidak sakit. Seluruh 
komponen masyarakat membantu dengan dukungan serta membatasi diri tidak keluar 
rumah, menjaga jarak, membatasi mobilitas intra dan antarwilayah, saling 
membantu dalam penghidupan.

Semoga bencana ini cepat berlalu dengan semangat perjuangan semesta. Salam 
sehat.

Prof. Dr. David S Perdanakusuma, dr, SpBP-RE(K) Guru Besar Fakultas Kedokteran 
Universitas Airlangga, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia

(mmu/mmu)
wabah corona
covid-19
coronavirus indonesia







Kirim email ke