Pakai masker = Berjoang ? Op zo 5 apr. 2020 om 20:10 schreef 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
> > > > > -- > j.gedearka <[email protected]> > > > https://news.detik.com/kolom/d-4965807/perjuangan-rakyat-semesta-perangi-wabah-corona?tag_from=wp_cb_kolom_list > > Kolom > > Perjuangan Rakyat Semesta Perangi Wabah Corona > > David S Perdanakusuma - detikNews > Minggu, 05 Apr 2020 12:56 WIB > 7 komentar > SHARE URL telah disalin > detikX > Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom > Jakarta - > > Bangsa Indonesia sedang mengalami Bencana Nasional Pandemi Covid-19. Dalam > 33 hari setelah pengumuman terjadi peningkatan yang sangat cepat dari 2 > menjadi 1986 kasus dengan kematian 181 orang atau 9,1%. Kematian di negara > kita lebih tinggi dari angka kematian rata-rata global yaitu 5% atau 58.773 > kematian dari 1.094.068 kasus. Kondisi ini menjadi ancaman serius dan > mencemaskan bagi seluruh rakyat Indonesia yang berimbas pada berbagai aspek > kehidupan. > > Bencana ini tidak hanya sekadar permasalahan kesehatan semata walaupun > berpangkal dari masalah kesehatan, namun sangat kompleks menyangkut juga > permasalahan sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan. Bila > kondisi ini dianggap sebagai medan pertempuran menghadapi bencana, dokter > dan petugas kesehatan adalah prajurit yang harus berada di garis depan. > > Namun tidaklah cukup hanya mengandalkan dokter dan petugas kesehatan saja > dalam berjuang memerangi bencana Covid-19 ini. Juga tidak hanya meminta > pemerintah untuk bertanggung jawab mengatasi bencana ini dengan berbagai > kebijakan dan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi bencana ini. > Gerakan masif seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan saat ini. > > Indonesia memiliki sejarah semangat pertahanan keamanan semesta, yang mana > saat negara diserang oleh musuh dari luar maka seluruh rakyat Indonesia > akan bersatu dan bergerak membela negara. Tidak hanya tentara saja yang > berjuang, seluruh rakyat ikut berjuang membantu membela negara dengan > bersenjatakan apa saja yang dimilikinya seperti bambu runcing, kayu, golok, > pedang, dan apa saja yang bisa digunakan untuk melawan musuh. > > Tidak hanya di garis depan, rakyat juga membantu memberi dukungan dengan > segala yang dimilikinya seperti makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan > yang diperlukan para pejuang. Saat ini tentunya perjuangan membela negara > tidak seperti masa lalu bentuknya. Tetap bersatu padu bahu membahu berjuang > untuk keselamatan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai > dengan perannya masing masing. > > Seluruh rakyat ikut terpanggil dalam berbagai aktivitas berjuang memerangi > Covid-19 dengan menjaga dan memelihara kesehatan sesama rakyat Indonesia. > Orang sakit akan terbantu dalam mengurangi penderitaannya. Mereka yang > terancam sakit dapat terhindar dari sakitnya. Demikian pula bagi yang sehat > dapat terjaga dan terpelihara kesehatannya. Semua bergotong royong tolong > menolong berbagi kontribusi mewujudkan kesehatan semesta. > > Seluruh masyarakat perlu ikut bertanggung jawab atas kejadian bencana ini > dan menjadi bentuk perjuangan yang perlu dibangun dalam rangka mewujudkan > kesehatan semesta bangsa Indonesia. Dorongan dari pemerintah, berbagai > profesi, tokoh agama, tokoh panutan, dan berbagai unsur terkait dapat > menjadi sumber penggerak. > > Dorongan tersebut perlu disampaikan dalam bentuk arahan bahwa kontribusi > menjaga diri, keluarga, dan masyarakat adalah upaya gotong royong yang > perlu dilakukan serta senantiasa dikumandangkan secara terus menerus. Hal > ini memungkinkan timbulnya kebiasaan positif yang kemudian diharapkan dapat > menjadi suatu budaya yang baik bila dapat saling menjaga dan mengingatkan > bila ada perilaku yang membahayakan yang tidak sesuai dengan upaya > pencegahan penyebaran/penularan Covid-19. > > Berbagai seruan telah disampaikan senantiasa menjaga jarak (physical > distancing), tidak batuk sembarangan, tidak berkerumun, membersihkan > berbagai alat yang bisa menjadi media penularan, tetap di rumah bila tidak > ada keperluan mendesak, dan melakukan isolasi diri secara patuh bila > berpotensi sakit atau berpotensi menularkan. > > Saat ini menjaga jarak adalah upaya yang sangat krusial dapat mengurangi > laju penularan dari Covid-19. Untuk itulah diperlukan kepatuhan untuk > melaksanakannya. Sampai saat ini belum sepenuhnya semua komponen masyarakat > melaksanakan seruan tersebut. Kesadaran terhadap hal Ini menjadi modal > utama dalam proses memerangi bencana Covid-19 ini. > > Perlu dibangun budaya yang membuat seseorang merasa bersalah bila berbuat > sesuatu yang berpotensi menulari diri sendiri dan orang lain apalagi sampai > sakit. Perlu pula dibangun budaya yang membuat seseorang merasa bersalah > bila tidak berbuat apapun bagi orang dalam kekurangan, menderita sakit, > atau yang tidak tahu terhadap bahaya penularan. Ini menjadi modal besar > dalam upaya membangun kesehatan semesta seluruh rakyat Indonesia --membawa > Indonesia dari suatu situasi penderitaan menuju kebaikan dan kondisi yang > sudah baik menjadi lebih baik lagi. > > Semangat gotong royong merupakan semangat kebersamaan yang perlu dibangun > untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan hebat. Pemantapan semangat > ini memerlukan tokoh panutan yang memberikan arahan pada masyarakat. Upaya > ini diharapkan dapat membangun berbagai komunitas swadaya masyarakat yang > peduli dengan sesama untuk saling menolong demi kemaslahatan bersama. Semua > orang yang mampu membantu yang kurang mampu, yang berlebih membantu yang > kekurangan, yang sehat membantu yang kurang sehat, dan yang berpengetahuan > membantu yang belum tahu. > > Pada kondisi saat ini gerakan tetap tinggal di rumah juga merupakan suatu > perjuangan, yang tentunya gerakan ini perlu didukung oleh banyak pihak. > Contoh konkret yang bisa dilakukan masyarakat adalah satu orang yang > mempunyai penghasilan bulanan dan ada kelebihan dapat membantu minimal satu > orang yang berpenghasilan harian yang dalam kondisi kekurangan sebagai > dampak dari imbauan tinggal di rumah (seperti pedagang kecil pasar > tradisional, pedagang keliling, ojek, tukang becak, dan lain lain). Suasana > ini akan mendorong persatuan sehingga budaya gotong royong yang sudah > mengakar pada berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia benar terwujud. > > Kolaborasi berbagi peran adalah kata kunci yang tepat dalam menangani > bencana Covid-19 secara nasional maupun secara lokal di daerah. Seluruh > komponen bangsa bersatu padu ikut menanggulangi masalah ini sesuai dengan > tugas dan keahlian masing masing. > > Para dokter dan petugas kesehatan berada di garis depan memberi pelayanan > kesehatan kepada masyarakat. Alat pelindung diri (APD) dicukupi untuk > terlaksananya pelayanan kesehatan dengan baik. Alat deteksi dan diagnostik > dicukupi untuk dapat melakukan screening yang sakit dan tidak sakit. > Seluruh komponen masyarakat membantu dengan dukungan serta membatasi diri > tidak keluar rumah, menjaga jarak, membatasi mobilitas intra dan > antarwilayah, saling membantu dalam penghidupan. > > Semoga bencana ini cepat berlalu dengan semangat perjuangan semesta. Salam > sehat. > > Prof. Dr. David S Perdanakusuma, dr, SpBP-RE(K) Guru Besar Fakultas > Kedokteran Universitas Airlangga, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran > Indonesia > > (mmu/mmu) > wabah corona > covid-19 > coronavirus indonesia > > >
