-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://bali.antaranews.com/berita/188238/gugus-tugas-kasus-positif-covid-19-di-bali-capai-43-orang


Gugus Tugas: kasus positif COVID-19 di Bali capai 43 orang

Senin, 6 April 2020 20:19 WIB

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made 
Indra (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)
Denpasar (ANTARA) - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 
Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan jumlah kumulatif kasus positif 
COVID-19 di Pulau Dewata hingga Senin mencapai 43 orang.

"Kasus positif hari ini bertambah delapan orang, enam orang 'imported case' 
yakni kasusnya dibawa dari negara yang terjangkit dan dua kasus transmisi 
lokal," kata Dewa Indra saat memberikan keterangan melalui 'video streaming', 
di Denpasar, Senin.

Baca juga: Bali siapkan dana cadangan penanganan COVID-19 Rp85 miliar

Untuk dua kasus transmisi lokal tersebut, ujar dia, terjadi perpindahan 
penyakit dari orang yang positif ke orang lain melalui kontak dekat.

Oleh karena itu, Dewa Indra kembali menekankan pada masyarakat Bali untuk 
senantiasa disiplin menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan menggunakan 
sabun di bawah air mengalir, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, 
serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Sekda Bali tinjau penanganan pendatang di Pelabuhan Gilimanuk cegah 
COVID-19

"Tambahan kasus positif ini semuanya WNI, sehingga kumulatif jumlah kasus 
positif ada 43," ucap pria yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga Senin juga 
bertambah 11 orang, yakni dua WNA dan sembilan WNI, sehingga secara kumulatif 
jumlah PDP di Bali ada 199 orang.

"Terkait sembilan WNI yang berstatus PDP tersebut, enam orang datang dari luar 
negeri, dua orang pulang dari Jakarta dan satu orang karena kontak lokal," kata 
birokrat dari Pemaron, Kabupaten Buleleng itu.

Baca juga: Satgas: 18 pasien positif COVID-19 di Bali sembuh

Dengan adanya tambahan kasus karena "imported case", sekaligus menjadi bahan 
evaluasi untuk memperkuat pintu-pintu masuk Bali. Meskipun sejauh ini sudah 
dilakukan pemeriksaan ketat, mengkarantina pekerja migran Indonesia yang baru 
tiba di Pulau Dewata hingga melakukan "rapid test".

Dewa Indra menambahkan, untuk pasien positif COVID-19 yang sembuh juga ada 
penambahan satu orang, sehingga secara kumulatif menjadi 19 orang.

"Jadi, meskipun terinfeksi virus (COVID-19) ini sesungguhnya bisa sembuh, tidak 
selalu menimbulkan kematian, yang penting harus disiplin mengikuti protokol 
kesehatan. Sedangkan dua WNA yang meninggal itu karena memang sebelumnya 
memiliki riwayat penyakit bawaan," ujar Dewa Indra.

 
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA






Kirim email ke