-------- Forwarded Message --------
Subject: Dino Patti: Kerja Sama Global Adalah Pilihan Tepat Untuk
Mengatasi Wabah ; Tiongkok dan AS Hendaknya Konsolidasi Untuk Mengatasi
Kesulitan
Date: Tue, 7 Apr 2020 15:02:51 +0800
From: ChanCT <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
Dino Patti: Kerja Sama Global Adalah Pilihan Tepat Untuk Mengatasi Wabah
2020-04-07 14:18:41
http://indonesian.cri.cn/20200407/377d6da3-8c52-ede5-bb86-cf62aaef540e.html
Dino Patti Djalal, pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia
(FPCI)dan juga mantan Wakil Menteri RI mengatakan, di depan pandemi
virus Covid-19, dunia membutuhkan kerja sama yang lebih kuat, ini adalah
pilihan tepat satu-satunya untuk melawan wabah Covid-19. Ia menyatakan
hal tersebut dalam wawancara eksklusif Kantor Berita Xinhua baru-baru ini.
Dino berpendapat, memerangi wabah Covid-19 merupakan peluang untuk
mendorong kerja sama global, dan ia menghimbau agar komunitas
internasional bergandengan tangan untuk menangani virus Covid-19, karena
perjuangan melawan pandemi ini memerlukan kerja sama tiap negara. Dia
menegaskan fungsi penting Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam
penanggulangan pandemi Covid-19 dan berpendapat bahwa negara-negara
berkembang membutuhkan bantuan dari WHO.
Mantan Wakil Menteri RI itu memuji sumbangan Tiongkok kepada
penanggulangan wabah dunia, dia berpendapat bahwa Tiongkok adalah
“mitra kerja sama yang dapat dipercaya”. Dia mengatakan, langkah-langkah
penanganan wabah oleh Tiongkok telah mencapai hasil positif, Tiongkok
sedang berangsur-angsur memulihkan produksi sementara terus
mengendalikan wabah, sementara memberikan bantuan kepada negara lain.
“bantuan tanpa pamrih Tiongkok patut dipuji oleh negara-negara lain.”
Demikian dikatannya.
Dino menambahkan, Indonesia harus belajar teknologi pencegahan dan
pengendalian wabah dari Tiongkok yang kaya pengalaman dalam
penanggulangan wabah.
Dino juga menyatakan optimis atas prospek penanggulangan pandemi. Dia
mengatakan, pengiriman tim medis Tiongkok dan Rusia ke luar negeri
mendatangkan harapan dan meningkatkan keyakinan publik.
Dia pun menegaskan pentingnya kerja sama antara Tiongkok dan AS di
bidang penanganan wabah. Dia berpendapat bahwa Tiongkok dan AS sama-sama
memiliki teknologi kedokteran yang maju di dunia, kedua negara hendaknya
bekerja sama untuk memerangi pandemi, termasuk pengembangan vaksin
dengan kerja sama.
Tiongkok dan AS Hendaknya Konsolidasi Untuk Mengatasi Kesulitan
http://indonesian.cri.cn/20200407/c7a4c556-eb81-3c70-db5c-d8b8ace4f533.html
2020-04-07 14:28:45
Duta Besar Tiongkok untuk AS Cui Tiankai dalam koran New York Times
merilis artikel dengan judul Konsolidasi Pasti Bisa Mengatasi Kesulitan
Kini kemarin (06/04). Artikel ini menekankan bahwa Tiongkok dan AS
seharus bersatu bantu-membantu.
Cui Tiankai dalam artikel tersebut mengatakan, New York adalah kota AS
favoritnya, dia pernah bekerja dan hidup di sana. Sedangkan sekarang
merebaknya wabah Covid-19, kota yang ramai ini ditekan tombol perhentian
sementara agar dia sedih hati.
Cui Tiankai menunjukkan, wabah kali ini tersebar di seluruh dunia,
dampaknya tidak tahu batas negara dan rasnya. Tiongkok empati akan
kesengsaraan rakyat AS. Tiongkok ingat juga, pada saat yang paling sulit
sahabat dari berbagai pelosok dunia memberi perhatian dan bantuan,
termasuk juga banyak warga AS. Sekarang Tiongkok bersedia membalas
kebaikan mereka dengan tulus hati, dan bersama-sama mengatasi kesulitan.
Cui Tiankai mengatakan, Tiongkok dan AS perlu bersatu padu, bekerja
sama, bantu-membantu. Belakangan ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping
melakukan hubungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan
menekankan Tiongkok dan AS hendaknya bersatu melawan wabah, dan berjanji
memberi dukungan dengan kemampuan sendiri. Tiongkok sedapat mungkin
menyediakan dukungan kepada negara terkait termasuk AS, sedangkan bagian
negeri New York yang merupakan episentrum wabah AS adalah sasaran
dukungan yang penting.
Cui Tiankai menekankan, saat ini hendaknya dipemelihara dengan kepala
dingin untuk membedakan mana yang bener mana yang salah, bersikap tegas
dengan kata tidak terhadap prilaku dan perkataan bodoh yang mencoba
menghasut rasialisme dan diskriminasi akan orang asing, menjadikan
negara lain atau ras lain sebagai kambing hitam. Karena perkataan dan
prilaku tersebut tidak saja secara serius merusak upaya untuk melawan
wabah melalui kerja sama dewasa ini, juga akan meletakkan alasan untuk
saling mencurigai bahkan pertentangan, rakyat akan terperosok dalam
suasana yang bahaya, bahkan menderita sedunia.
Cui Tiankai mengatakan, rantai produksi dan suplai global hendaknya
dijamin secara terbuka, stabil dan aman. Hal ini justru adalah isi inti
dalam anjuran yang dikemukakan oleh Presiden Xi Jinping dalam Konferensi
Luar Biasa Pemimpin G20 mengenai penanggulangan wabah Covid-19
belakangan ini, juga adalah tindakan yang seharus ada untuk mendorong
pendirian komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.