-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://inet.detik.com/science/d-4971341/ilmuwan-covid-19-tidak-menyeramkan?tag_from=wp_beritautama


Kamis, 09 Apr 2020 16:00 WIB

Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Share 0
Tweet 0
Share 0
76 komentar
Trojan Virus Corona     Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan (Foto: Dok. 
Kaspersky)
FOKUS BERITA
Teknologi Lawan Corona
Jakarta -

Wabah virus Corona membuat seluruh dunia ketakutan. Tapi ilmuwan coba bicara 
dengan data. COVID-19 tidak seseram yang dibayangkan orang.

Pandemi COVID-19 membuat semua orang di dunia mengisolasi diri, menjaga jarak 
dulu dan kerja dari rumah. Sudah 1,4 juta kasus di seluruh dunia, 82.195 
kematian dan 301.649 orang yang sembuh.

Perekonomian dunia terganggu, dan kegiatan masyarakat terhambat, itulah 
faktanya. Namun bersikap paranoid salah juga. Sekelompok ilmuwan melakukan 
penelitian dan berkesimpulan, penyakit COVID-19 dari sisi medis tidak seseram 
yang diramaikan di media sosial.

7 Ilmuwan dari universitas, rumah sakit, dan lembaga kesehatan di Marseilles, 
Prancis menyampaikan hasil riset yang mencerahkan. Mereka adalah Yanis Roussel, 
Audrey Giraud-Gatineau, Marie-Thérèse Jimeno, Jean-Marc Rolain, Christine 
Zandotti, Philippe Colson dan Didier Raoult.
Baca juga: Orang-orang Pada di Rumah, Robot-robot Siap 'Menggantikan'


Penelitian mereka bertajuk 'SARS-CoV-2: Fear Versus Data diterbitkan 
International Journal of Antimicrobial Agents seperti dilihat detikInet di 
Sciencedirect, Kamis (9/4/2020). Mereka membandingkan tingkat kematian 4 macam 
coronavirus yaitu HKU1, NL63, OC43 dan E229 dengan COVID-19 di Prancis dan 
negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development 
(OECD).

Mereka juga membandingkan tingkat kematian akibat SARS dan MERS yang juga 
semuanya adalah keluarga virus Corona. Tim ilmuwan menjumpai data yang menarik.

Per tanggal 2 Maret 2020, mortality rate di dunia akibat COVID-19 adalah 3,4%. 
Tingkat kematian di negara-negara OECD adalah 1,3%. Tingkat kematian di Prancis 
tempat para ilmuwan ini berada adalah 1,6%. Tingkat kematian akibat coronavirus 
selain COVID-19 di Marseille, Prancis adalah 0,8%.
Baca juga: Ragam Pesan Anak-anak untuk Dunia saat Pandemi Corona


Tim ilmuwan membandingkan bahwa kematian dalam kasus infeksi pernafasan akibat 
virus selain Corona dan TBC mencapai 2,6 juta orang pertahun. Sementara untuk 
COVID-19 hingga saat ini sekitar 5 bulan berlangsung adalah 88.550 kematian.

Data membuktikan tingkat kematian akibat COVID-19 relatif sama saja dengan 
virus corona lainnya dan bahkan masih lebih rendah dari total kematian penyakit 
infeksi pernafasan akibat virus selain corona dan TBC.

Para ilmuwan ini secara tegas menyimpulkan, masalah virus Corona telah 
direspons berlebihan. Bagaimana detikers, Anda setuju pendapat mereka?


Simak Video "Soal Corona, Pemerintah: Yang Sakit Jangan Didiskriminasi"

(fay/fyk)






Kirim email ke