Ini orang-orang yang bilang Covid-19 tidak menyeramkan BELUM melihat dan
hadapi sendiri, keluarga bahkan diri sendiri terkena dan TIDAK ADA
pengobatan yang bisa dilakukan, BEGITU banyak pasien untuk masuk RS
sudah tidak ada ranjang, yang sudah tua-renta dianggap tidak guna dan
harus menyerahkan ranjangnya pada yang muda, bahkan tidur menggeletak
dijalan tanpa ada yang bisa membantu, ... setelah mati-pun BUKAN SAJA
sudah tidak bisa ada keluarga yang melayat, prosedur dimandikan,
dikafan, dimasukkan peti-mati saja tidak, langsung dikremasi saja!
Harus ditangani secara SERIUS dan persiapakan diri melawan merebaknya
Covid-19, ...! Jangan biarkan ada orang sakit tidak bisa diterima di RS
apalagi membiarkan mati begitu saja tanpa bisa ditolong!
Jangan berpikir macam Boris Johnson, biarkan Covid-19 merebak dan
terjadi imunitas masyarakat secara ilmiah! Apalagi berteriak seperti
Trump "Adalah pemerintah yang baik kalau kematian masih dibawah 100 ribu
orang!"
Ingat, sampai hari ini BELUM ADA obat mujarab mengatasi radang paru
akibat Covid-19 itu! Obat-obat yang digunakan efisiensinya masih tidak
lebih dari 60% saja, ...! Dan, ... yang menjadi aneh bagi ilmuan virus
itu, ternyata Covid-19 tidak hanya menyerang paru-paru, tapi juga
organ-organ lain, dengan gejala sakit aneka-ragam, ... sampai ribuan
pasien positif Covid-19 tapi tetap tidak ada gejala SAKIT sama sekali!
Lalu, sudah ada kesimpulan, dari sekian banyak pasien yang SEMBUH,
ternyata hanya 4% yang terjadi imunitas dalam tubuhnya dan, ... ada yang
bisa kambuh kembali! TIDAK seperti virus pada umumnya, ...
-------- Forwarded Message --------
Subject: [GELORA45] Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan
Date: Thu, 9 Apr 2020 20:43:54 +0200
From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>
--
j.gedearka <[email protected]>
https://inet.detik.com/science/d-4971341/ilmuwan-covid-19-tidak-menyeramkan?tag_from=wp_beritautama
Kamis, 09 Apr 2020 16:00 WIB
*Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan*
Fitraya Ramadhanny - detikInet
Trojan Virus Corona Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan (Foto: Dok.
Kaspersky)
FOKUS BERITA
Teknologi Lawan Corona
Jakarta -
Wabah virus Corona membuat seluruh dunia ketakutan. Tapi ilmuwan coba
bicara dengan data. COVID-19 tidak seseram yang dibayangkan orang.
Pandemi COVID-19 membuat semua orang di dunia mengisolasi diri, menjaga
jarak dulu dan kerja dari rumah. Sudah 1,4 juta kasus di seluruh dunia,
82.195 kematian dan 301.649 orang yang sembuh.
Perekonomian dunia terganggu, dan kegiatan masyarakat terhambat, itulah
faktanya. Namun bersikap paranoid salah juga. Sekelompok ilmuwan
melakukan penelitian dan berkesimpulan, penyakit COVID-19 dari sisi
medis tidak seseram yang diramaikan di media sosial.
7 Ilmuwan dari universitas, rumah sakit, dan lembaga kesehatan di
Marseilles, Prancis menyampaikan hasil riset yang mencerahkan. Mereka
adalah Yanis Roussel, Audrey Giraud-Gatineau, Marie-Thérèse Jimeno,
Jean-Marc Rolain, Christine Zandotti, Philippe Colson dan Didier Raoult.
Baca juga: Orang-orang Pada di Rumah, Robot-robot Siap 'Menggantikan'
Penelitian mereka bertajuk 'SARS-CoV-2: Fear Versus Data diterbitkan
International Journal of Antimicrobial Agents seperti dilihat detikInet
di Sciencedirect, Kamis (9/4/2020). Mereka membandingkan tingkat
kematian 4 macam coronavirus yaitu HKU1, NL63, OC43 dan E229 dengan
COVID-19 di Prancis dan negara-negara anggota Organisation for Economic
Co-operation and Development (OECD).
Mereka juga membandingkan tingkat kematian akibat SARS dan MERS yang
juga semuanya adalah keluarga virus Corona. Tim ilmuwan menjumpai data
yang menarik.
Per tanggal 2 Maret 2020, mortality rate di dunia akibat COVID-19 adalah
3,4%. Tingkat kematian di negara-negara OECD adalah 1,3%. Tingkat
kematian di Prancis tempat para ilmuwan ini berada adalah 1,6%. Tingkat
kematian akibat coronavirus selain COVID-19 di Marseille, Prancis adalah
0,8%.
Baca juga: Ragam Pesan Anak-anak untuk Dunia saat Pandemi Corona
Tim ilmuwan membandingkan bahwa kematian dalam kasus infeksi pernafasan
akibat virus selain Corona dan TBC mencapai 2,6 juta orang pertahun.
Sementara untuk COVID-19 hingga saat ini sekitar 5 bulan berlangsung
adalah 88.550 kematian.
Data membuktikan tingkat kematian akibat COVID-19 relatif sama saja
dengan virus corona lainnya dan bahkan masih lebih rendah dari total
kematian penyakit infeksi pernafasan akibat virus selain corona dan TBC.
Para ilmuwan ini secara tegas menyimpulkan, masalah virus Corona telah
direspons berlebihan. Bagaimana detikers, Anda setuju pendapat mereka?
Simak Video "Soal Corona, Pemerintah: Yang Sakit Jangan Didiskriminasi"
(fay/fyk)