Mingkin Indonesia satu/satunya negara dimana paling banyak dokternya mati merawat pasien Covid19.
On Thu, Apr 9, 2020 at 9:05 PM 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > > > -- > j.gedearka <[email protected]> > > > https://news.detik.com/kolom/d-4971436/jika-ini-perang-kuburkan-para-tenaga-medis-di-makam-pahlawan?tag_from=wp_cb_kolom_list > > Jika Ini Perang, Kuburkan Para Tenaga Medis di Makam Pahlawan > > Sultan B. Najamudin - detikNews > Kamis, 09 Apr 2020 16:42 WIB > 6 komentar > SHARE URL telah disalin > DPD > Foto: DPD RI > Jakarta - > > Akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan munculnya Coronavirus disease > 2019 (COVID-19) atau yang biasa dikenal virus Corona. Virus yang awalnya > hanya dianggap menyerang Wuhan, kota di Hubei, salah satu provinsi di China > ini, berkembang sedemikian cepat. Saat ini hampir seluruh negara di belahan > bumi kita terserang virus Corona. Tidak peduli negara itu negara kaya > ataupun negara miskin. Tidak peduli status orang yang dihinggapi baik kaya > maupun miskin, tua, muda, semua tidak luput dari ancaman serangan virus > Corona. Tidak terhitung lagi banyaknya warga dunia yang terpapar dan ribuan > nyawa yang melayang karena virus Corona ini. > > Di Indonesia, setelah sekian bulan aman dari wabah berbahaya ini, apa mau > dikata sekitar awal Maret 2020, virus Corona mulai menyebar di kota-kota > besar di Tanah Air. DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, > Sumatera Utara dan kini hampir seluruh provinsi di Tanah Air muncul > penderita COVID-19. Ada yang berpendapat bahwa Indonesia agak terlambat > dalam mengantisipasi masuknya virus corona. Yang lain juga berpendapat, > negara secara diam-diam telah mengamati dan memprediksi serta menyiapkan > langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran virus Corona. Bahkan jauh > sebelum Jakarta diumumkan darurat Corona, Pemerintah juga telah bertindak > dengan menjemput langsung sekaligus menyelamatkan warga negara Indonesia > dari Wuhan yang kemudian sempat diisolasi di pulau Natuna. > > Dan begitu virus ini sudah mulai terdeteksi di sejumlah kota, pemerintah > juga sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menangani dan mengantisipasi > dampak yang ditimbulkan mulai dari dijadikannya wisma atlet di Kemayoran > sebagai rumah sakit khusus menangani PDP Corona. Menjadikan rumah sakit > pemerintah sebagai rumah sakit rujukan, mengalokasikan sebagian besar > anggaran untuk masalah ini, dan menjadikan kesehatan masyarakat sebagai > prioritas pertama penanganan pemerintah. > > Melalui Perpres 54 tahun 2020, anggaran belanja pemerintah pusat akan > diutamakan untuk penanganan virus corona dan dipakai untuk mengatasi > ancamaan yang membahayakan perekonomian nasional. Belanja akan difokuskan > pada kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan perekonomian. Selain > itu, pemerintah juga membuat aturan agar dana desa yang menjadi bagian dari > TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) dapat digunakan untuk jaring > pengaman sosial berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi warga miskin dan > kegiatan penanganan wabah COVID-19. > > Semua struktur negara bergerak dari yang paling atas sampai paling bawah. > Dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah bahkan tingkat desa, RW dan > RT. Semua lembaga formal menyatakan waspada dan darurat corona. Tidak > ketinggalan para tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, politisi dan semua > lapisan masyarakat, semua bersuara perang terhadap corona. Mereka mengambil > peran masing-masing untuk menyelamatkan, diri, keluarga dan lingkungannya > dari wabah COVID-19. > > Tak ketinggalan juga kami dari lembaga Dewan Perwakilan Daerah Republik > Indonesia. Sebagai representasi formal masyarakat daerah di pusat, kami > juga mengambil inisiatif dan langkah cepat sebagai bentuk antisipasi > penyebaran COVID-19. Jauh hari sebelum Jakarta ditetapkan darurat Corona, > kami telah mengadakan rapat pimpinan dan mengambil keputusan agar anggota > DPD RI yang saat itu masih kegiatan reses di daerah pemilihannya yang > seyogyanya harus kembali lagi ke Jakarta untuk rapat paripurna, dimohon > untuk tetap tinggal di daerah pemilihan masing-masing. > > Pimpinan lembaga memberikan tugas khusus kepada semua senator untuk fokus > membantu penanganan wabah corona bersama-sama dengan stakeholder dan > masyarakat di daerah masing-masing. Seperti melakukan edukasi ke masyarakat > terkait dengan saran pemerintah mengenai sosial distancing, work from home, > pembagian masker dan hand sanitizer serta Alat Perlindungan Diri lainnya > kepada para petugas medis serta masyarakat sembari melakukan fungsi > pengawasan sebagai anggota DPD RI. > > Kami juga telah mengambil keputusan untuk menghentikan/meniadakan SR > (kegiatan ke luar negeri) ke sejumlah negara. Beberapa anggota yang > seharusnya berangkat SR bulan Januari juga sudah dilarang. Beberapa anggota > DPD RI juga sudah meminta agar Pilkada 2020 ditunda terlebih dahulu. Ini > dilakukan sebelum kemudian DPR bersama pemerintah dan KPU membahas dan > menyatakan akhirnya Pilkada 2020 ditunda. > > Semua dilakukan dalam rangka perang terhadap wabah corona. Apapun > jabatannya, bagaimanapun statusnya, di manapun keberadaannya, saat ini > semua siaga perang terhadap COVID-19. Anjuran untuk physical distancing, > anjuran untuk cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, jaga jarak, tetap > tinggal di rumah, work from home, beribadah dari rumah terus menggema > setiap hari di semua media. Semua dilakukan dalam rangka membangun > kesadaran bersama akan pentingnya untuk menghentikan laju penyebaran > COVID-19. > > Kesadaran semua pihak semakin meningkat. Persatuan dan kesatuan semakin > terasa. Sikap gotong royong di tengah masyarakat semakin tumbuh. Semua bahu > membahu untuk menghentikan penyebaran virus corona. Di banyak group medsos > kita melihat peran serta masyarakat dalam membantu meringankan beban para > pejuang tenaga medis kita. Di banyak sudut, kita juga melihat banyak > lembaga-lembaga/relawan ataupun individu yang mengulurkan bantuan kepada > saudara-saudara kita yang terkena dampak wabah corona. Semua dilakukan > dengan hati yang tulus sebagai perwujudan dari rasa persatuan dan kesatuan > kita sebagai sesama bangsa dan sesama makhluk ciptaan-Nya. > > Melihat kondisi itu, tidak sedikit yang berpikir bahwa ternyata isu dan > musuh bersama Corona bisa menyatukan bangsa kita. Dengan perang dan adanya > musuh bersama, kita bisa menghilangkan perbedaan kepentingan. Dan bagi > bangsa Indonesia, sejarah juga telah memberikan pelajaran bahwa kita pasti > dan akan bersatu tatkala kita menghadapi musuh bersama. Ingat. Tatkala > timnas kita bertanding melawan timnas negara lain, apalagi Malaysia, beda > organisasi, beda kelompok, beda agama, beda politik, semua menyatu membela > Timnas Indonesia. > > Bagi umat beragama COVID-19 selain dianggap sebagai wabah, ada juga yang > menganggap sebagai musibah dan ada juga yang mengaggap sebagai Ujian. Ujian > kita sebagai bangsa untuk mengukur kekuatan dan kesiapan kita dalam > menghadapi perang. Karena ke depan setiap saat selalu ada potensi untuk > perang, perang di abad kini yang situasinya unprediktable, khususnya perang > ekonomi, teknologi dan hankam. Ujian sekaligus pelajaran agar kita selalu > waspada untuk menyiapkan skenario terburuk dalam berbagai bidang baik > ekonomi, politik dan pertahanan keamanan jika suatu saat perang dan musuh > bersama itu datang. > > COVID-19 juga merupakan tantangan dan momentum untuk menunjukkan posisi > dimana negara kita berada sebagai sebuah bangsa dalam hubungan antar > bangsa. Ajang eksistensi sebuah bangsa. Bukan rahasia umum lagi sebelum > Covid 19 mewabah, perang dagang Amerika dan China terus menghangat. Kini > terlepas ada tidaknya hubungan corona dengan itu, tapi tampaknya China dan > Amerika sama sama ingin menunjukan kekuatan dan kesiapan negara mereka > dalam menghadapi perang ini. Demikian juga dengan Rusia, Jepang dan Korea > Selatan. Dan China yang tadinya dibenci karena dianggap sebagai negara > penyebar virus ini pertama kalinya, kini mulai di elu elukan karena > kesiapan mereka, kecepatan mereka dalam merespons dan kesiagaan mereka > dalam menyikapi wabah corona termasuk karena bantuan mereka ke berbagai > negara. > > Kita tidak perlu berdebat tentang siapa, kenapa dan apa yang sebenarnya > terjadi di balik COVID-19 ini. Apakah ini murni wabah alamiah atau by > design. Tapi yang terpenting, dalam menghadapi situasi seperti ini adalah > saatnya kita BERSATU. Tingkatkan solidaritas meskipun kita renggangkan > komunitas. Kita tingkatkan ikatan batin meskipun kita kurangi silaturahim.. > Dan sembari kita bergandengan tangan dan bersatu melawan virus corona, kita > juga mempersiapkan diri untuk cepat bangkit karena kita semua harus yakin > ini semua akan cepat berlalu. Mengutip seorang penulis, "orang hebat dan > kuat itu bukan karena dia tidak pernah jatuh. Tapi seberapa cepat dia > bangkit setelah jatuh." Ini juga berlaku untuk pemerintah dan suatu bangsa. > > Pemerintah dan kita semua sedang diuji. Kita tidak boleh terpuruk. Kita > harus cepat bangkit menjadi bangsa yang kuat. Pemerintah telah menetapkan > landasan-landasan, program-program untuk menangani virus ini dan menghadapi > dampak yang ditimbulkan atas wabah ini. Mari kita support bersama dengan > peran dan posisi masing-masing. Karena pada kondisi seperti sekarang ini, > tentunya pemerintah saja tidak akan sanggup tanpa didukung oleh seluruh > lapisan masyarakat. Hilangkan perbedaan politik dan kepentingan. Satukan > tekad. Tekad untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19 dan mempercepat > Bangsa ini mengatasi dampak sosial ekonomi dari wabah corona. > > Sebagai renungan, jika kita semua sepakat ini adalah situasi perang dan > corona adalah musuh bersama, berarti semua juga sepakat Para Tenaga Medis, > perawat dan dokter adalah Para Pejuang dan Pahlawan. Jika dianggap sebagai > perang, alangkah baiknya kita menempatkan para medis yang gugur dalam > menjalankan tugas mulia ini kita hormati sebagai pahlawan kesehatan dan > kita makamkan di makam pahlawan. Atau setidaknya di tempat pemakaman khusus > untuk Pahlawan Kesehatan. Pemakaman khusus ini kita jadikan > Monument/Memorial untuk mengingatkan betapa gigihnya para Pahlawan > Kesehatan kita. Betapa keselamatan masyarakat lebih mereka utamakan > dibandingkan dengan keselamatan dirinya. > > Tempat khusus ini juga untuk menghilangkan stigma di masyarakat tentang > jasad orang-orang yang meninggal karena wabah corona. Sehingga tidak ada > lagi kelompok masyarakat yang menolak daerahnya dijadikan kuburan mereka > yang meninggal karena wabah corona. Selain itu, Monumen/Memorial ini juga > kelak untuk mengingatkan kepada kita semua, bagaimana cara bersikap > terhadap suatu wabah. Dan betapa solidaritas, gotong royong, persatuan dan > kesatuan perlu terus kita pupuk sebagai bekal abadi kita sebagai bangsa > yang besar. > > Terakhir, terlepas dari analisa dan teori apapun, kita sebagai hamba yang > tentunya banyak dosa dan khilaf, moment stay at home, dapat kita gunakan > untuk banyak-banyak melakukan kontemplasi diri. Dan banyak merenung bahwa > pada akhirnya tidak ada satu kekuatan pun yang bisa menghalangi kekuatan > dan kehendak Sang Pencipta. Dia yang menciptakan segalanya, alam semesta > termasuk apa yang terkandung di dalamnya. > > Sultan B. Najamudin Wakil Ketua III DPD RI > > (akn/ega) > > >
