-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/303583-sukses-kendalikan-wabah-begini-cara-vietnam-hadapi-covid-19



enin 13 April 2020, 17:43 WIB

Sukses Kendalikan Wabah, Begini Cara Vietnam Hadapi Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
 
Sukses Kendalikan Wabah, Begini Cara Vietnam Hadapi Covid-19

AFP/Manan Vatsyayana
Warga Vietnam menggunakan masker saat memberikan beras gratis kepada warga 
lainnya di tengan isolasi nasional akibat covid-19
 

MESKI berbagi perbatasan dengan Tiongkok, penyebaran covid-19 di Vietnam dapat 
dikendalikan tidak seperti di Eropa dan Amerika

Respons cepat pemerintah Vietnam dalam menangani krisis kesehatan akibat 
pandemi covid-19 pun mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vietnam memadukan berbagai kebijakan dalam penanganan covid-19, yaitu 
pengetesan secara masal, karantina wilayah yang ketat, dan sukses menggalang 
persatuan nasional dalam menghadapi covid-19.

Dikutip dari South China Morning Post, Senin (13/4), statistik resmi 
menunjukkan saat ini ada lebih dari 75.000 orang dalam karantina atau isolasi. 
Vietnam sejauh ini telah melakukan lebih dari 121.000 pengujian, yang hanya 260 
kasus yang dikonfirmasi.

Sampai sekarang, belum ada kematian yang terkait dengan virus korona. Tingkat 
infeksi pun tetap jauh lebih rendah daripada di Korea Selatan, Singapura, dan 
bahkan Taiwan yang semuanya dipuji media global atas tanggapan efektif mereka 
terhadap pandemi.

Baca juga : Eks Pemimpin Rabi Israel Meninggal Akibat Covid-19

Perwakilan WHO untuk Vietnam Kidong Park percaya respons awal negara itu 
terhadap krisis sangat penting.

"Vietnam merespons wabah ini secara dini dan proaktif. Pelaksanaan penilaian 
risiko pertama dilakukan pada awal Januari, segera setelah kasus-kasus di 
Tiongkok mulai dilaporkan," kata Park.

Vietnam, lanjut Park, dengan cepat membentuk Komite Pengarah Nasional untuk 
Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di bawah naungan wakil perdana menteri 
yang segera mengimplementasikan rencana tanggap nasional.

Meskipun memiliki jumlah kasus yang dikonfirmasi relatif lebih sedikit, Vietnam 
memasuki karantina wilayah atau lockdown nasional pada 1 April, respons yang 
jauh lebih cepat dan lebih menentukan daripada di Inggris atau Italia yang baru 
menerapkan lockdown ketika jumlah kasus mencapai ribuan.

Di tempat lain, pemerintah memberlakukan lockdown untuk mengatasi wabah yang 
ada. Sementara, Vietnam melakukan itu untuk mencegah krisis nasional.

Baca juga : Tiongkok Laporkan Jumlah Kasus Harian Terbanyak Akibat Covid-19

Sekolah-sekolah Vietnam telah ditutup sejak Januari dan karantina massal 
dimulai pada 16 Maret. Sejak itu, puluhan ribu orang yang berasal dari 
negara-negara yang paling terdampak telah dimasukkan ke dalam karantina wajib 
di kamp-kamp bergaya militer. Pada 25 Maret, penerbangan internasional berhenti 
sama sekali.

Belum ada pelonggaran yang terlihat dari pembatasan tersebut. Sebagian besar 
penerbangan domestik, kereta api dan bus telah dihentikan. Dan siapa pun yang 
meninggalkan Hanoi, pusat penyebaran di Vietnam, dikarantina saat tiba di 
hampir setiap provinsi lain.

Prosedur pelacakan kontak berlapis Vietnam juga terbukti penting dalam 
memerangi virus.

"Lapisan pertama adalah isolasi dan perawatan di rumah sakit dari orang yang 
dikonfirmasi memiliki virus atau orang-orang dengan gejala yang diduga memiliki 
virus," kata Park.

Siapa pun yang telah melakukan kontak langsung dengan kasus yang dikonfirmasi, 
tambah Park, menghadapi karantina wajib. Pada lapisan terakhir, masyarakat, 
jalan-jalan atau bangunan di mana kasus-kasus telah dikonfirmasi juga 
dikarantina. (SCMP/OL-7)
 






Kirim email ke