*Kabinet hasil pemilu 2019 diberi nama kabinet maju, Kabinet sebelumnya
bernama kerja-kerja,  baik yang kerja-kerja  maupun yang maju,  hasil kerja
mereka tidak maju malah mundur. Mungkin sekali takdirnya demikian.*

https://nasional.kompas.com/read/2020/04/14/12092121/jokowi-blak-blakan-pertumbuhan-ekonomi-bakal-turun-tajam-di-masa-pandemi#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=jokowiblakblakanekonomi&webPushId=NDk5ODk=


 Jokowi Blak-blakan, Pertumbuhan Ekonomi Bakal Turun Tajam di Masa Pandemi
Corona

Kompas.com - 14/04/2020, 12:09 WIB



Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian
Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta,
Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan
antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan
ketahanan pangan di Asia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.(ANTARA
FOTO/Akbar Nugroho Gumay)


Penulis Rakhmat Nur Hakim | Editor Diamanty Meiliana

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Presiden Joko Widodo blak-blakan soal proyeksi
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bakal turun tajam di masa pandemi
Covid-19.


Hal itu disampaikan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana
Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, melalui konferensi video, Selasa
(14/4/2020).


"Kita harus bicara apa adanya. Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
akan terkoreksi cukup tajam. Tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita
tapi juga di negara lain juga sama, mengalami hal yang sama," ujar Jokowi.


*Baca juga:* *Gubernur BI: Kita Upayakan Pertumbuhan Ekonomi Tidak Lebih
Rendah dari 2,3 Persen *


Ia menambahkan hampir semua negara di dunia dan berbagai lembaga
internasional baik International Monetary Fund (IMF), dan bank dunia sudah
memprediksi ekonomi global 2020 akan memasuki periode resesi.


Jokowi mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi internasional akan akan
tumbuh negatif 2,8 persen di 2020.


Meski demikian Jokowi mengatakan semua pihak harus optimistis menghadapi
tantangan tersebut. "Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario.


Kita tidak boleh pesimis dan tetap harus berikhtiar, bekerja keras untuk
pemulihan-pemulihan. Baik pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan Insya
Allah kita bisa," lanjut Presiden.


*Baca juga*: *Moodys Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Terendah Sejak
1998*


Sebelumnya lembaga pemeringkat Moody's melalui Moody's Investor Service
menyampaikan, perekonomian Indonesia hanya akan tumbuh 3 persen tahun ini,
sebelum nantinya mengalami perbaikan yang diperkirakan akan tumbuh di
kisaran 4,3 persen pada 2021.


Berdasarkan laporannya yang diterima Kompas.com, Moody's menyatakan,
perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia tahun ini bakal
lebih buruk dari krisis ekonomi pada 1998-1999 lalu.


Moody's menilai, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 masih
relatif terjaga. Baca juga: Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Cuma
2,1 Persen Tahun Ini Namun, dengan adanya penutupan akses di beberapa
daerah, aktivitas ekonomi mulai mengalami gangguan dan akan terus
memberikan dampak pukulan bagi pertumbuhan ekonomi.


"Kami memperkirakan pertumbuhan PDB riil melambat menjadi 3,0 persen pada
2020 dan mulai pulih ke 4,3 persen di 2021. Proyeksi PDB tahun ini
merupakan yang terendah sejak krisis ekonomi melanda Asia 1998-1999," tulis
Moody's dalam keterangannya, Senin (6/4/2020). Baca tentang Indonesia
Positif Terinfeksi Virus Corona Sebelumnya

Kirim email ke