Sang kapitalis komprador membela tuannya...Kok membandingkan buruh Tkk yang 
masuk ke Indonesia dengan buruh Indonesia yang pulang ke tanah airnya 
sendiri... Jelas, tidak seharusnya Indonesia mengimport pekerja, wong di negeri 
sendiri banyak pengangguran...Stop menghina dan merendahkan buruh Indonesia!! 
Mereka tidak bodoh. Ketrampilan dan pengetahuan bias didapat melalui 
Pendidikan...Negaralah yang berkewajiban meningkatkan ketrampilan buruh 
Indonesia... Negara tidak seharusnya bikin perjanjian yang mengijinkan masuknya 
buruh asing...

Sent from Mail for Windows 10

From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
Sent: Tuesday, 14 April 2020 20:49
To: [email protected]; Sahala Silalahi
Subject: [GELORA45] Kok Masih Ada Saja Pekerja China Masuk RI di Tengah Corona?

  


-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4977267/kok-masih-ada-saja-pekerja-china-masuk-ri-di-tengah-corona

Selasa, 14 Apr 2020 22:30 WIB

Kok Masih Ada Saja Pekerja China Masuk RI di Tengah Corona?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
25 komentar
Proyek Kereta Cepat Disetop Sementara Foto: Fuad Hasyim
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal pekerja 
China di Indonesia. Pasalnya, selama ini orang selalu memandang pekerja China 
negatif.

Padahal, pekerja-pekerja itu juga menurut Luhut tidak diselundupkan memasuki 
Indonesia. Menurutnya semua pekerja China juga memenuhi semua aturan untuk 
masuk ke Indonesia.

Begitu juga kabar soal 49 tenaga kerja asal China yang pernah heboh di Kendari, 
dia kembali meluruskan puluhan orang ini juga memiliki visa sebelum masuk ke 
Indonesia.

"Soal pekerja China, orang datang itu tidak nyelundup saja, kita pasti tau kan 
ada visa. Yang kemarin itu kan tidak ada yang salah juga, sudah diminta 
Kemenkumham," ungkap Luhut dalam video conference bersama wartawan, Selasa 
(14/4/2020).
Baca juga: Mengintip Cara Bertahan Ekonomi China di Tengah Impitan Corona

Dia juga menegaskan bahwa tak ada campur tangannya dalam masuknya 49 pekerja 
China di Kendari. 'Katanya saya ikut campur, tidak ada kok," tegas Luhut.

Dia pun mengatakan bahwa banyak tenaga kerja di China berada di Morowali, 
faktanya menurut Luhut tenaga kerja China di sana terlampau sedikit. Dari 40 
ribu tenaga kerja, hanya 3 ribu yang dari China.

"Jadi gini, ini pembodohan, tunjukan aja dimana? Katanya di Morowali ada 
pekerja China, saya kirim ke sana, lihat, jumlahnya hanya 3 ribu dari 40 ribu," 
kata Luhut.

Kemudian dia membandingkan, puluhan dan bahkan ratusan ribu orang Indonesia 
juga bekerja di luar negeri. Namun, kehadiran mereka tak pernah dipermasalahkan 
di negeri tepatnya bekerja.

"Kita ini lupa loh, TKI kita yang pulang dari Malaysia 505 ribu orang, kenapa 
Malaysia tidak ribut? Terus ABK 16 ribu dari Taiwan juga, karena tidak ada 
kerjaan, mau lebaran juga mereka pulang," jelas Luhut.
Baca juga: Corona Bikin Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Molor

Luhut mempertanyakan kenapa banyak stigma negatif, yang bahkan secara 
terang-terangan menyebut orang dari China brengsek. Padahal, semua orang, 
bahkan orang Indonesia juga brengsek bila tidak memegang nilai dan norma di 
masyarakat.

"Apa semua China itu brengsek? Orang kita juga ada yang brengsek juga kok, 
semua orang brengsek kalau tidak pegang nilai-nilai dan norma," tegas Luhut..

Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga"

(dna/dna)


Kirim email ke