-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1425541/dpr-usulkan-tambahan-dana-untuk-petani-rp244-trili


DPR usulkan tambahan dana untuk petani Rp2,44 triliun

Kamis, 16 April 2020 19:50 WIB

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten 
Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Siswowidodo/nz (ANTARA 
FOTO/SISWOWIDODO)
Jakarta (ANTARA) - Komisi IV DPR mengusulkan tambahan dana bantuan untuk petani 
 dalam masa pandemi COVID-19 sebesar sebesar Rp2,44 triliun  berdasarkan dari 
realokasi  dan efisiensi anggaran  Kementerian Pertanian.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mengusulkan refocusing kegiatan dan realokasi 
anggaran tahun 2020 sebesar Rp 1,85 triliun, sejalan dengan Instruksi Presiden 
(Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran 
serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan virus corona 
(COVID-19).

"Komisi IV DPR meminta agar refocusing dan realokasi kegiatan dilakukan melalui 
pemotongan kegiatan-kegiatan yang tidak berdampak langsung kepada petani 
sebesar Rp2,449 triliun," kata Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, dalam rapat 
virtual bersama Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis.

Sudin menjelaskan bahwa refocusing dan realokasi anggaran yang diusulkan 
Kementan sebesar Rp1,85 triliun belum cukup untuk mendukung upaya petani, 
terutama dalam meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan pangan 
masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, Komisi IV juga meminta Kementan melakukan pemotongan seluruh 
kegiatan yang berasal dari kegiatan perjalanan dinas (baik dalam dan luar 
negeri), rapat dan seminar, serta kegiatan yang tidak prioritas atau kurang 
mendukung sasaran program sebesar 50 persen dari pagu, sesuai arahan Presiden 
Joko Widodo.

Komisi IV DPR meminta Kementan agar hasil efisiensi dialokasikan untuk 
meningkatkan volume pada kegiatan prioritas eksisting yang bertujuan 
meningkatkan produksi dan bersentuhan langsung pada kesejahteraan petani, 
antara lain pembelian gabah, bantuan alsintan, dan kegiatan pembangunan sarana 
dan prasarana pertanian.

Sudin menambahkan bahwa jumlah realokasi anggaran ini masih sementara dan akan 
dibahas kembali bersama Kementerian Pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya 
menjabarkan kegiatan dan realokasi anggaran tahun 2020 diperuntukkan sebagai 
berikut.

Pertama, Kementan mendukung pencegahan penularan COVID-19 dengan rincian 
kegiatan: a) penyiapan sarana dan peralatan medis, b) pembelian suplemen dan 
daya tahan tubuh, dan c) sterilisasi seluruh gedung lingkup Kementerian 
Pertanian;

Kedua, Kementan mendukung pengamanan ketersediaan pangan sebesar meliputi: a) 
operasi pasar pangan murah dan stabilisasi harga pangan.

"Mendukung bantuan penyerapan gabah dan transportasi/angkutan distribusi 
pangan, dan pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan 
pokok," kata Syahrul.

Ketiga, Kementan merancang kegiatan Social Safety Net termasuk program padat 
karya sebesar Rp1,60 triliun miliar, meliputi kegiatan: a) padat karya Gerakan 
pengendalian OPT, b) padat karya olah tanah dan percepatan tanam, c) padat 
karya perkebunan, d) padat karya rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha 
Tani (JITUT).

Kemudian, e) padat karya pembangunan embung pertanian, f) padat karya optimasi 
lahan rawa, g) padat karya irigasi perpipaan dan perpompaan serta antisipasi 
kekeringan dan banjir, h) padat karya Sekolah Lapang Petani, i) penumbuhan jiwa 
kewirusahaan dan penyerapan tenaga kerja pertanian serta pembinaan UMKM 
pertanian, j) bantuan benih pangan, hortikultura dan perkebunan, k) bantuan 
pangan dan penguatan KRPL, dan l) fasilitasi bantuan ayam/kambing/domba untuk 
penanganan dampak penyebaran Covid-19 dan mendukung ketersediaan pangan.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke