*Hanya NTT dibagikan, lantas bagaimana dengan propinsi-propinsi lain,
apakah akan dibagikan atau sengaja diabaikan?  Penduduk NTT selalu menaruh
perhatian kepada  perkembangan di Timor Leste. *

https://www.beritasatu.com/nasional/621579/plan-indonesia-distribusi-14086-hygiene-kit-untuk-anakanak-di-ntt




[image: Plan Indonesia Distribusi 14.086 Hygiene Kit untuk Anak-Anak
di NTT]Anak-anak
NTT ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )

Robert Isidorus / EHD Kamis, 16 April 2020 | 19:09 WIB

*Jayapura, Beritasatu.com* - Yayasan Plan International Indonesia (Plan
Indonesia) melanjutkan tanggap pandemi Covid- 9 di Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT). Pekan ini distribusi paket kebersihan diri dilakukan di
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nagekeo dan Lembata.

Muhammad Thamrin, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di
Timor, Kamis (16/4/2020), mengatakan, kegiatan respons distribusi Hygiene
Kit atau paket kebersihan diri untuk 14.086 Sponsor Child (SC) dan 9.477
kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan berlangsung dari 14 hingga 21 April
2020. Tujuh Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Amanuban Timur, Fatukopa,
Fautmolo, Ki’e, Amanatun Selatan, Mollo Tengah dan Mollo Selatan, TTS, NTT.

Di Soe, Plan Indonesia bekerja sama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal
sebagai mitra implementasi program di Area Timor. Mereka adalah Yayasan
Pijar Timur Indonesia (YPTI), Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia (YRSBI),
Yayasan Bife Kuan (Yabiku) dan Relawan Komunikasi Plan Indonesia di
desa-desa pendamping. Respons ini juga didukung oleh Forum Penanggulangan
Risiko Bencara (PRB) TTS.







Dikatakan, selain mendistribusikan paket kebersihan diri, Plan Indonesia
juga melakukan penyuluhan tentang pandemi Covid-19, termasuk mengenali
gejala, cara penularan dan pencegahannya serta pembagian poster tentang
pandemik Covid-19.

Muhammad Thamrin mengatakan, pihaknya berharap kegiatan pembagian paket
kebersihan diri, dan juga penyuluhan terkait pandemik Covid -19 ini
bermanfaat bagi semua masyarakat, anak-anak dan kaum muda terutama
perempuan yang tersebar di wilayah TTS.

Kegiatan distribusi ini dilakukan berpedoman pada Standard Operating
Procedure (SOP) yang telah dibuat, sehingga keamanan staf Plan Indonesia,
mitra dan juga Kader Komunikasi yang ada di wilayah dampingan menjadi
prioritas utama. Mulai dari pendataan penerima manfaat, persiapan
distribusi, dan saat pelaksaan distribusi hingga kegiatan distribusi
selesai.

“Saat distribusi misalnya, semua staf Plan dan mitra yang menjadi bagian
dari tim distribusi diberikan penjelasan terkait SOP distribusi dalam
situasi pandemik Covid-19 dan kode etik Plan Indonesia, misalnya; harus
memilih lokasi distribusi di titik yang aman, memberikan informasi kepada
pemerintah desa (Pemdes) dan kader tentang tujuan, proses dan jumlah
material yang akan dibagikan,” kata Thamrin.

Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Bappeda TTS, Yohanis Manu yang juga
turut mengambil bagian dalam menyampaikan penyuluhan kepada masyarakat
mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Plan Indonesia atas komitmen
dan kepedulian terhadap persoalan yang mendunia saat ini, khususnya untuk
penyebaran virus *corona*.

Plan Indonesia sudah melakukan langkah yang baik dengan melakukan
sosialisasi menggunakan bahasa daerah setempat sehingga orang tua lebih
cepat paham terkait penyebaran virus ini dan bagaimana mencegahnya.

“Tidak hanya memberikan penyuluhan, Plan Indonesia juga memberikan paket
kebersihan diri, seperti; sabun mandi, sabun cuci, gunting kuku, handuk dan
lain-lain ini merupakan hal yang luar biasa dan kami sangat berterima
kasih,” pungkas Yohanis.

Plan Indonesia juga mengajak masyarakat luas untuk turut berkontribusi
cegah penyebaran Covid-19 melalui donasi. Donasi dapat dilakukan dengan
mengakses link https://www.pedulisehat.id/solidaritascegahcovid.

Kirim email ke