https://bisnis.tempo.co/read/1331974/canangkan-bandara-kediri-secara-virtual-ini-harapan-luhut/full&view=ok


Canangkan Bandara Kediri secara Virtual, Ini Harapan Luhut

Reporter:
Hari Tri Wasono (Kontributor)

Editor:
Rahma Tri

Kamis, 16 April 2020 03:51 WIB


Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan
Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23
Oktober 2019. TEMPO/Subekti


TEMPO.CO, Kediri – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Luhut
<https://bisnis.tempo.co/read/1331656/luhut-pertanyakan-data-infeksi-virus-corona-di-indonesia>
Binsar
Pandjaitan memimpin pencanangan pembangunan Bandara Kediri pada Rabu, 15
April 2020. Namun, prosesi *groundbreaking* itu dilakukan melalui video
conference untuk menjaga *physcial distancing* dalam situasi pandemi
Covid-19.

Pencanangan ditandai dengan penekanan tombol sirene jarak jauh oleh Luhut
dari Jakarta. Meski dilakukan secara virtual, prosesi itu bisa disaksikan
para menteri dan kepala daerah yang mengikuti dari layar kaca, termasuk
melihat secara langsung kondisi pembangunan proyek melalui kamera udara (
*drone*).

Luhut mengatakan rencana pembangunan bandara Internasional di Kediri ini
sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu bersama Gubernur Jawa Timur
dan sejumlah kepala daerah. Rencana itu mulai mengerucut setelah Direksi PT
Gudang Garam Tbk. menyampaikan keinginan membuat Bandara Kediri. “Ini
adalah kerjasama berserajah karena baru pertama kali disponsori swasta,”
kata Luhut.


Luhut berharap pembangunan bandara ini akan membantu konektivitas wilayah
Jawa Timur bagian selatan. Dengan jumlah penduduk di propinsi ini mencapai
40 juta orang, keberadaan bandara akan sangat membantu menumbuhkan
perekonomian, pariwisata, dan keberangkatan haji


Adapun skema pembangunan bandara ini, menurut Luhut, dilakukan dengan skema
Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited. Hal ini sesuai
dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018,
dimana PT Surya Dhoho Investama (anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk.) akan
melakukan kerjasama operasional dengan PT Angkasa Pura I sebagai pemegang
BUBU (badan usaha bandar udara).


Luhut menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang telah merancang infastruktur besar,
serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang menyelesaikan
pembebasan lahan dengan baik. Menurut Luhut, pemerintahan periode 2014 –
2019 telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 3.432 km, jalan tol
947 km, jembatan 40 km, jembatan gantung 134 unit, dan bandara baru
sebanyak 10 unit termasuk bandara Internasional Kediri.

Direktur Utama Angkasa Pura 1 Faik Fahmi mengatakan penandatanganan nota
kesepahaman (MoU) antara PT Angkasa Pura I (Persero) dengan PT Gudang Garam
<https://bisnis.tempo.co/read/1331581/luhut-berdoa-terus-tapi-tak-mematuhi-aturan-bisa-kena-corona>
Tbk.
untuk proyek bandara telah dilakukan pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu.
Bentuknya adalah *Build Operate Transfer* (Bangun Guna Serah) dalam kurun
waktu sesuai perjanjian konsesi. “Angkasa Pura 1 berkomitmen untuk
bersama-sama Gudang Garam melaksanakan operasional Bandara Kediri secara
profesional, guna memenuhi semua persyaratan kelayakan layanan sebuah
bandara,” kata Faik Fahmi.

Sementara itu Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata Taswin Siddharta
mengatakan tujuan dari pembangunan bandara ini adalah meningkatkan
konektivitas dan memperbaiki disparitas pembangunan khususnya di Provinsi
Jawa Timur bagian Selatan. Tidak hanya konektivitas saja, daerah sekitar
bandara juga akan tumbuh menjadi pusat keekonomian baru dimana ada
industri, kuliner, dan pariwisata.

Bandara Kediri ini juga disiapkan melayani penerbangan internasional untuk
keperluan ibadah haji dan umroh, hingga memudahkan keberangkatan jamaah
haji dari beberapa daerah di wilayah Mataraman. Selain itu juga memudahkan
tenaga kerja migran di luar negeri yang berasal dari daerah sekitar untuk
melakukan perjalanan.


Secara teknis, bandara ini akan dilengkapi landas pacu sepanjang 3.300
meter yang dapat melayani pesawat badan lebar kelas 4E untuk rute
penerbangan domestik dan internasional. “Kami berharap pembangunan
Bandara Kediri
<https://bisnis.tempo.co/read/1331939/groundbreaking-bandara-kediri-luhut-kenang-jadi-danrem-terbaik>
ini
bisa terlaksana dengan baik dan membawa manfaat bagi kita semua,” kata
Istata.

(*Hari Tri Wasono*)

Kirim email ke