-------- 轉寄郵件 --------
主旨: [GELORA45] Ada Militer AS di Balik Perusahaan yang Bikin Vaksin
Corona
日期: Fri, 17 Apr 2020 18:44:51 +0200
從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>
--
j.gedearka <[email protected]>
https://inet.detik.com/cyberlife/d-4980919/ada-militer-as-di-balik-perusahaan-yang-bikin-vaksin-corona/1
*Ada Militer AS di Balik Perusahaan yang Bikin Vaksin Corona*
Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 17 Apr 2020 16:03 WIB
Perusahaan Inovio Sedang Membuat Vaksin Corona
Ada Militer AS di Balik Perusahaan yang Bikin Vaksin Corona (Foto: Inovio)
Jakarta -
Perusahaan Inovio yang sedang membuat vaksin virus Corona punya banyak
keunikan. Pendananya selain Bill Gates adalah militer AS yang perhatian
soal senjata biologi. Siapa sangka...
Inovio Pharmaceuticals menarik perhatian publik di tengah pandemi virus
Corona. Mereka mengumumkan siap melakukan uji vaksin Corona pada manusia
pada bulan April. Sahamnya pun melambung tinggi.
Menurut Crunchbase, Inovio didirikan tahun 1983 oleh J Joseph Kim di
Pennsylvania, Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak di bidang
bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.
Inovio punya 5 pendana besar yang menggelontorkan uang supaya mereka
bisa melakukan riset terkait virus. Uniknya, di antara mereka ada 2
pendana dari pihak militer AS yang perhatian dengan senjata biologi.
Baca juga:
Fakta Soal Inovio yang Didanai Bill Gates untuk Bikin Vaksin Corona
Dihimpun detikInet dari berbagai sumber, Jumat (17/4/2020) inilah 5
pendana Inovio:
*1. Bill and Mellinda Gates Foundation*
Inovio diketahui memiliki sejumlah pendana besar yang menggelontorkan
uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona. Pada 12 Maret
2020, Inovio mengumumkan mendapat dana USD 5 juta (Rp 77,4 miliar) dari
Bill and Mellinda Gates Foundation.
Bill and Melinda Gates Foundation adalah yayasan milik Co-founder
Microsoft, Bill Gates dan istrinya yang mendukung program terkait
pendidikan, kesehatan dunia dan komunitas. San Diego Union Tribune pada
12 Maret 2020 memberitakan kalau Inovio dapat gelontoran dana ini untuk
melakukan uji dan produksi vaksin virus Corona.
*2. Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI)*
Inovio mendapatkan dana USD 9 juta (Rp 139,4 miliar) dari Coalition for
Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) pada 25 Januari 2020. Dilihat
detikInet dari situs resminya, CEPI adalah LSM internasional di bidang
kesehatan, khususnya epidemi yang didirikan pemerintah Norwegia, India,
Bill & Melinda Gates Foundation, Wellcome Trust, dan World Economic Forum.
Jadi Bill Gates membantu Inovio dengan 2 pintu, lewat yayasannya sendiri
dan lewat CEPI. Pada 30 Januari 2020, San Diego Bussines Journal
memberitakan CEPI mendanai Inovio untuk mengembangkan vaksin virus Corona.
*3. Korea Investment Partners (KIP)*
Inovio juga punya pendana dari Korea Investment Partners (KIP). Pada 6
Agustus 2019, Inovio mengumumkan mendapat pendanaan sebesar USD 15 juta
(Rp 232,3 miliar).
KIP adalah perusahaan investasi global yang berbasis di Seoul, Korea
Selatan. Diberitakan Pharmiweb, situs berita farmasi global pada 6
Agustus 2019, Inovio didanai untuk melakukan riset terkait Human
papillomavirus (HPV). Saat itu memang masih jauh dari ancaman virus Corona.
*4. Defense Threat Reduction Agency (DTRA)*
Nah, dua pendana lnovio berikutnya lebih unik lagi. Siapa sangka kalau
Inovio juga memiliki 2 pendana dari pihak militer Amerika Serikat.
Mundur ke 14 Juni 2019, Inovio mendapatkan dana USD 8,1 juta (Rp 125,4
miliar) dari Defense Threat Reduction Agency (DTRA).
DTRA adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah
massal termasuk senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir dan peledak
tinggi. Diberitakan Philadelphia Business Journal, DTRA mendanai Inovio
untuk membuat alat untuk memasukan vaksin lewat kulit bernama Cellectra
3PSP.
Baca juga:
Trump Setop Duit ke WHO, Bill Gates Malah Tambah Dana Corona
*5. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)*
Inovio juga pendana militer AS lainnya. beberapa tahun silam, tepatnya
22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta (Rp 697,05
miliar) oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk
tujuan pertahanan. DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT
ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.
Nah terkait gelontoran uang ini, rilis pers dari Inovio tertanggal 21
September 2015 yang diakses detikInet, menjelaskan tujuan DARPA adalah
supaya Inovio mengembangkan obat untuk virus Ebola.
Keterlibatan 2 badan militer AS mendanai Inovio adalah beberapa tahun
sebelum wabah virus Corona. Pendanaannya pun untuk program lain yaitu
terkait virus Ebola dan alat vaksin lewat kulit. Tidak diketahui apa ada
keterlibatan 2 lembaga ini dengan Inovio terkait pandemi COVID-19. Namun
tentunya informasi ini menarik, melihat gerak kilat Inovio sekarang
untuk menciptakan vaksin Corona yang makin mendekati kenyataan.
Baca juga:
Kabar Baik! 25 Calon Obat Virus Corona Lagi Disiapkan