-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1986-badai-korona-belum-berlalu


Sabtu 18 April 2020, 05:00 WIB

Badai Korona belum Berlalu

Administrator | Editorial
 

UPAYA untuk mengatasi pandemi korona atau covid-19 di Indonesia disebut mulai 
menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Salah satu indikasinya ialah jumlah 
pasien covid-19 yang sembuh lebih banyak daripada jumlah pasien meninggal dunia.

Indikasi yang memberikan harapan itu muncul saat pemerintah mengumumkan 
perkembangan jumlah kasus korona. Meskipun diumumkan bahwa jumlah kasus positif 
covid-19 terus bertambah, dalam kesempatan itu, juga diungkapkan fakta baru 
bahwa jumlah pasien pulih dari penyakit tersebut untuk pertama kalinya 
melampaui jumlah pasien meninggal.

Disebutkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad 
Yurianto, bahwa jumlah total pasien yang sembuh, hingga Kamis (16/4), mencapai 
548 pasien, sedangkan jumlah pasien meninggal akibat penyakit sebanyak 496 
orang. Artinya, jumlah pasien yang sembuh, 52 lebih banyak daripada jumlah yang 
meninggal.

Fakta yang muncul pertama kali, 45 hari sejak keberadaan penyakit korona 
diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 itu, patut kita syukuri. 
Artinya, kerja keras seluruh bangsa dalam mengatasi pandemi ini mulai membawa 
hasil. Akan tetapi, hendaknya kondisi itu tidak membuat kita berpuas diri 
apalagi bersikap jemawa.

Dalam perang melawan covid-19 dan upaya mengatasi pandemi pada umumnya, memang 
ada postulat yang menyatakan, jika suatu saat dicapai kondisi jumlah pasien 
yang sembuh lebih banyak dari jumlah pasien yang meninggal, upaya mengatasi 
wabah sudah berada di jalur yang benar.

Jika kondisi itu konsisten dipertahankan, upaya untuk membuat kurva pertumbuhan 
kasus covid melandai cenderung mengarah kepada optimisme pencapaian. Namun, 
sekali lagi, kita tidak boleh berpuas diri atas indikator keberhasilan yang 
masih rentan dan fluktuatif tersebut.

Apalagi, kemarin, jumlah kasus terinfeksi covid-19 dilaporkan juga terus 
bertambah dan mencapai 5.923 orang. Jumlah orang dalam pengawasan pun telah 
mencapai 169.446 jiwa dan warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) 
sebanyak 11.873 jiwa.

Karena itu, kewaspadaan tidak boleh kita kendurkan. Berbagai celah yang selama 
ini diketahui sebagai loopholes dalam mengatasi pandemi ini harus benar-benar 
kita tutup.

Sebut saja keterbatasan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan, 
kurangnya alat bantu pernapasan alias ventilator bagi pasien-pasien yang 
dirawat secara intensif, dan belum tersedianya obat serta vaksin dari virus 
korona.

Dari segi pencegahan, implementasi protokol kesehatan juga belum optimal. 
Praktik sering mencuci tangan, menjaga jarak aman, tetap berada di rumah, dan 
mengenakan masker saat keluar rumah juga belum dijalankan secara disiplin oleh 
seluruh warga masyarakat.

Kita tidak boleh terburu-buru menganggap perang melawan korona telah usai 
karena badai korona belum berlalu.

Yang kita tunggu ialah ketika jumlah pasien yang terinfeksi terus menurun 
secara konsisten dan akhirnya mencapai nol kasus. Yang kita harapkan ialah 
ketika jumlah pasien yang sembuh sama besar dengan jumlah warga yang 
terinfeksi. Yang kita doakan ialah ketika obat dan vaksin korona ditemukan, 
diproduksi secara massal, dan terbukti mampu menyembuhkan seluruh kasus yang 
ada sehingga jumlah kasus yang meninggal mencapai nol.

Selama semua kondisi ideal itu belum tercapai, tidak boleh berpuas diri. Kita 
harus terus bekerja ekstra dalam melindungi setiap jiwa. Satu nyawa pun 
sangatlah berharga. Untuk itulah upaya mengatasi pandemi korona ini harus kita 
optimalkan dan maksimalkan.

Dengan kerja keras dan doa kita semua, kita percaya Indonesia akan menang dalam 
perang melawan korona.

 





Kirim email ke