*Tidak mengherankan jika ada mafia alat kesehatan dan obat, sebab kalau ada
mafia bawang putih, mafia gula, mafia beras, mafia garam etc, maka tentu
saja mafia berlomba-lomba untuk menarik keuntungan dari setiap keadaan.
Mafia-mafia ini tentu ada dipanggung kekuasaan negara dan kelilingnga dan
oleh sebab itu mereka bisa hidup dan kuat berperan pada bidang ekonomi,
berkat perlindungan rezim neo-Mojopahit yang berkuasa atas bumi dan langit
Nusantra. Apakah mafia-mafia dan pelindung mereka bisa dieliminasi?**.*
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/16312/parah__ada_mafia_di_bisnis_obat_dan_alat_kesehatan



*Parah! Ada Mafia di Bisnis Obat dan Alat Kesehatan*

Minggu , 19 April 2020 | 17:22


*JAKARTA - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengaku sempat menahan
informasi terkait pembelian bahan baku obat dari India. Sebab, saat ini
tengah terjadi perang bahan baku obat.*

*Ia khawatir jika informasi terbuka ke publik terlebih dahulu, pembelian
bahan baku obat itu 'dipotong' oleh pihak lain. Hal ini sebagaimana terjadi
di negara lain.*



*"Karena perang rebutan bahan baku obat juga, tolong jangan beritakan, saya
khawatir nanti ketika nanti diberitakan menyebar dunia kita belinya
jangan-jangan dipotong di tengah jalan," katanya dalam sebuah diskusi
online, Minggu (19/4/2020).*

*"Ingat lho kejadian ketika Swedia dan satu negara complain satu negara
karena ada masker yang dibeli di tengah jalan, ini terjadi dan mereka
bayarnya lebih mahal lagi. Saya khawatir kalau bocor, dibeli mereka, tahu
nggak berapa banyak yang kita beli, hanya 150 kg" ujarnya.*

*Dia menyebut adanya mafia sehingga membuat harganya menjadi
mahal."Kemudian ventilator, terbukti ternyata Indonesia nggak ada yang
bikin ventilator. Akhirnya apa, perang ventilator, ya udah dapat juga, tapi
harganya sudah gila-gilaan di dunia dan ini udah mafia dunia, bukan lagi
lokal, mafia dunia," ia mengungkapnya.*


*aat dikonfirmasi apakah mafia dunia atau lokal, Arya mengatakan keduanya
termasuk, alias campur-campur. Dia menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan
perguruan tinggi hingga industri otomotif. Terbukti, mereka bisa membuat
ventilator meski bukan untuk ICU.*

*Artinya, lanjut Arya, selama ini ada yang doyan untuk berdagang atau
trading, tidak membangun industri dalam negeri."Lalu kita selama ini kita
ngapain, kenapa impor, berarti kita selama ini ada trader, senang trading,
di sinilah Pak Erick mengatakan ini pasti ada memaksa supaya trading terus
bukan bikin produk. Ternyata terbukti bisa bikin ventilator," ia
menambahkan*.(*)

Kirim email ke