-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1433276/berkebun-di-rumah-jadi-tren-selama-karantina-akibat-virus-corona

Berkebun di rumah jadi tren selama karantina akibat virus corona

Senin, 20 April 2020 21:25 WIB

Suasana berkebun di rumah selama menjalani isolasi diri. ANTARA/Ardika/am.
Kita semua akan bisa keluar rumah pada akhirnya, dan mudah-mudahan semua orang 
akan makan lebih baik dan berkebun lebih dan lebih mandiri,
Chicago (ANTARA) - Jaime Calder semula menyerah untuk berkebun setelah pindah 
dari wilayah Illinois yang subur ke Texas yang berdebu, namun virus corona 
telah mengubah pikirannya.

Perempuan yang berprofesi sebagai editor majalah itu telah menanam berbagai 
jenis sayuran, bawang, beri hitam, semangka, dan paprika tahun ini---memperluas 
kebunnya sambil bekerja di rumah selama pandemi.

Orang-orang di seluruh dunia menganggap berkebun sebagai hobi yang menyejukkan, 
hobi ramah keluarga, yang juga meredakan kekhawatiran akan keamanan pangan 
karena karantina telah memperlambat panen dan distribusi beberapa hasil panen. 
Penjualan biji buah dan sayuran melonjak di seluruh dunia.

"Ini kebun tambahan. Tidak mungkin hasilnya bisa menopang keluarga 
beranggotakan lima orang. Tetapi kami memperkuatnya, sehingga kami dapat 
mencoba dan menghindari toko sedikit lebih banyak dalam beberapa bulan 
mendatang," kata Calder.

Sementara warga di Rusia mengisolasi diri di pondok-pondok luar kota dengan 
sebidang tanah, sumber sayuran tradisional selama masa sulit sejak era Soviet, 
pertanian atap mulai direncanakan di Singapura, yang sangat bergantung pada 
impor makanan.

Baca juga: Berkebun menggunakan Smartphone
Baca juga: Berkebun bagus untuk stamina hingga otak

Pekerja yang cuti dan orang-orang yang bekerja dari rumah juga mencari kegiatan 
untuk mengisi waktu luang mereka, setelah pembatalan acara olahraga utama dan 
penutupan restoran, bar, dan teater. Orang tua juga beralih ke berkebun sebagai 
kegiatan di luar rumah dengan anak-anak yang terkurung  di rumah setelah 
sekolah tutup.

"Menanam beberapa kentang bisa menjadi ilham bagi seorang anak," kata Guy 
Barter, kepala ahli hortikultura di Royal Horticultural Society Inggris, yang 
telah menerima permintaan saran lima kali lebih banyak di lamannya selama masa 
karantina.

Tukang kebun yang tidak memiliki pekarangan bahkan menanam kentang di kantong 
sampah, kata dia.

Berkebun bisa memangkas permintaan eceran untuk hasil bumi tetapi perjalanan ke 
toko masih akan diperlukan.

Bert Hambleton, konsultan ritel untuk Hambleton Resources, mengatakan 
supermarket akan terus mengalami  peningkatan permintaan produk secara 
keseluruhan karena calon pengunjung restoran makan di rumah alih-alih makan di 
luar.

Penjualan Benih

Perusahaan benih Amerika Serikat, W. Atlee Burpee & Co, menjual lebih banyak 
benih dalam 144 tahun sejarahnya pada Maret, saat virus menular menyebar.

Ketika mereka tidak dapat menemukan benih di toko, calon tukang kebun di 
Inggris mencari saran tentang cara mengeluarkan benih  dari tomat dan labu yang 
dibeli di supermarket, kata Barter.

Di Rusia, permintaan benih meningkat sebesar 20-30 persen pada Maret, 
dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, menurut pengecer berbasis daring Ozon.

Permintaan benih biasanya naik pada masa ekonomi yang sulit, kata Tom Johns, 
pemilik Territorial Seed Company di Cottage Grove, Oregon. Perusahaan sementara 
berhenti mengambil pesanan melalui telepon karena lonjakan permintaan dan 
menugaskan beberapa pekerja telepon untuk secara fisik mengisi pesanan daring, 
katanya.

"Tidak butuh waktu lama bagi orang untuk menjadi sangat peduli dengan pasokan 
makanan, baik biaya makanan atau mendapatkan makanan," kata Johns.

Johnny's Selected Seeds di Fairfield, Maine, melihat kenaikan pesanan 270 
persen pada 16 Maret, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keadaan 
darurat nasional terkait virus corona.

Stokes Seeds yang berbasis di Kanada, yang mengirim benih ke AS dan Kanada, 
menerima 1.000 pesanan daring selama akhir pekan 21 Maret, atau empat kali 
lebih banyak dari biasanya.

"Kami tidak memiliki staf bahkan hanya untuk memasukkan mereka ke dalam sistem, 
apalagi memenuhi kebutuhan mereka," kata Presiden Stokes Seeds, Wayne Gayle.

Perusahaan menghentikan sementara semua pesanan daring dan memprioritaskan 
pesanan dari petani sayur komersial "untuk memastikan keamanan pangan kami 
musim panas ini," menurut situsnya.

Dengan begitu banyak orang berkebun untuk pertama kalinya, muncul dorongan 
untuk menyatukan sumber daya dan pengetahuan kolektif tentang produksi pangan 
rumahan.

Nathan Kleinman, co-direktur Jaringan Pertanian Eksperimental yang berbasis di 
Philadelphia, mengatakan lebih dari 2.000 orang mendaftar dan menghadiri sesi 
mingguan untuk membahas praktik terbaik berkebun saat mereka mulai meletakkan 
benih di tanah.

"Reaksinya luar biasa," kata Kleinman. "Itu mengejutkan banyak orang."

Melanie Pittman, seorang guru yang tinggal di tanah seluas 5 hektare di dekat 
Crete, Illinois, mengatakan ketika semua orang menimbun kertas toilet, rekannya 
berlari ke toko setempat untuk membeli benih dan peralatan berkebun..

Pittman bukan saja memperluas kebunnya dengan menanam jagung, kacang-kacangan, 
tomat, kentang, bawang, dan jamur. Dia juga bekerja bersama petani lain di 
komunitasnya untuk memperluas ketergantungannya pada makanan lokal.

"Saya mencoba menjangkau orang lain yang menanam makanan di daerah itu, untuk 
menghindari tumpang tindih.

"Saya menanam tomat, Anda menanam wortel,'' kata dia.

Berkebun mungkin merupakan tren positif yang jarang muncul akibat pandemi yang 
melumpuhkan ini, kata Diane Blazek, direktur eksekutif dari kelompok industri 
AS National Garden Bureau.

"Kita semua akan bisa keluar rumah pada akhirnya, dan mudah-mudahan semua orang 
akan makan lebih baik dan berkebun lebih dan lebih mandiri," kata Blazek.

Baca juga: Sebulan WFH, Giring Ganesha mulai berkebun
Baca juga: Berkebun di rumah bantu halau kebosanan selama isolasi diri

Sumber: Reuters

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke