-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://manado.antaranews.com/berita/88596/umat-paroki-kembes-tanam-bahan-pangan-antisipasi-krisis-ekonomi


Umat Paroki Kembes Tanam Bahan Pangan Antisipasi Krisis Ekonomi

Senin, 20 April 2020 21:07 WIB

Umat bersama Pastor Frans Lolok MSC(topi merah) mengolah lahan untuk ditanami 
bahan pangan (1)
Minahasa (ANTARA) - Umat Katolik Paroki Kristus Raja Kembes dipimpin langsung 
Pastor Paroki Fransiskus Marlino Lolok MSC menanam berbagai bahan kebutuhan 
pokok utama masyarakat di kebun misi dan lahan lainnya di wilayah Tayapu 
Kembes, Tombuluan, Kamangta dan Koka sebagai antisipasi krisis ekonomi yang 
dikhawatirkan terjadi dampak pandemi COVID-19.

Dengan motto "ayo menanam tetap jaga jarak" umat se paroki meliputi Kembes, 
Tombuluan, Kamangta, Sawangan dan Koka secara serentak melakukan penanaman 
bahan pangan diantaranya ubi batata, ubi kayu, pisang, rica, daun bawang.

"Dampak penyebaran COVID-19 melanda seluruh dunia, ini pasti berdampak pada 
ekonomi, karena itu bahan kebutuhan pokok masyarakat yakni pangan harus kita 
persiapkan dari sekarang, sehingga meski perekonomian nantinya menjadi sulit, 
tetapi umat tetap mampu bertahan," kata Pastor Frans.
Umat membersihkan lahan untuk ditanami
 
Kerja bersihkan lahana (1)


Pelaksanaan pekerjaan secara serentak tersebut dibagi melalui kelompok wilayah 
rohani yang sebelumnya oleh Pastor Paroki sudah dibagikan beras, ikan segar, 
minyak goreng untuk diolah menjadi bahan makanan guna dikonsumsi saat kerja 
serentak tersebut. 

Ketua Bidang III Pembangunan dan Sosial Ekonomi Dewan Pastoral Paroki Kembes, 
Vian Merung mengatakan, gerakan menanam ini akan terus dilakukan umat di Paroki 
Kembes dengan memanfaatkan lahan perkebunan yang ada seperti kebun milik gereja 
dan lahan lainnya.

"Tujuan kita, mempersiapkan ketahanan pangan umat, karena itu kegiatan ini 
dilaksanakan secara serentak dan akan terus dilakukan berkelanjutan," kata Vian.

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia menyebabkan sebagian besar perusahaan  
tidak bergerak karena terpaksa ditutup guna memutus rantai penyebaran virus 
corona ini. Dampaknya mulai terlihat dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja 
karyawan, ataupun terpaksa dirumahkan dengan waktu yang tidak tentu, karena 
paparan wabah ini yang masih terus marak terjadi. 

Badan PBB, WHO sudah memperingatkan bakal terjadi krisis ekonomi yang cukup 
berat sebagai dampak dari penyebaran virus memakan cukup banyak korban jiwa 
ini. 

 
Saatnya makan setelah bekerja
Pewarta : Guido Merung  
Editor : Guido Merung   
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke