Ternyata! Virus Corona Menyebar di AS Sejak Januari, Dikira Flu Biasa
Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 08:50 WIB
0 komentar
<https://news.detik.com/internasional/d-4987700/ternyata-virus-corona-menyebar-di-as-sejak-januari-dikira-flu-biasa?tag_from=wp_nhl_4#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/internasional/d-4987700/ternyata-virus-corona-menyebar-di-as-sejak-januari-dikira-flu-biasa?tag_from=wp_nhl_4>
Total jumlah kematian terkait virus corona di Amerika Serikat mencapai
2.409 orang. Data tersebut dirilis Johns Hopkins University pada Minggu
(29/3) waktu setempat.Ilustrasi (AP/John Minchillo)
*California*-
Hasil pemeriksaan postmortem mengungkapkan bahwavirus Corona
<https://www.detik.com/tag/virus-corona>(COVID-19) ternyata telah
beredar di California,Amerika Serikat
<https://www.detik.com/tag/amerika-serikat>(AS), sejak Januari lalu atau
beberapa pekan lebih awal dari perkiraan. Kematian awal akibat virus
Corona di AS kemungkinan besar keliru dianggap sebagai flu biasa.
Seperti dilansir/Reuters/, Kamis (23/4/2020), Sara Cody yang seorang
pejabat kesehatan di Santa Clara County,California
<https://www.detik.com/tag/california>, menuturkan bahwa seorang pasien
wanita berusia 57 tahun meninggal dunia akibat virus Corona pada 6
Februari lalu. Kasus ini terjadi lebih awal dari kasus-kasus virus
Corona lainnya yang dilaporkan di AS.
Kematian paling awal yang disebabkan virus Corona di AS, sebelumnya
diduga terjadi pada 26 Februari di negara bagian Washington. Kematian
awal itu melibatkan seorang pria berusia 30-an tahun yang baru pulang
dari Wuhan, China, yang menjadi titik nol pandemi virus Corona. Pria itu
dinyatakan positif virus Corona setelah melaporkan dirinya kepada
otoritas setempat karena dia mengalami gejala-gejalanya.
Informasi soal kematian awal di California bisa meningkatkan pemahaman
otoritas kesehatan publik soal bagaimana wabah virus Corona meluas di AS.
*Baca juga:*Senat AS Setujui Bantuan USD 483 Miliar untuk Penanganan
Corona
<https://tv.detik.com/readvideo/2020/04/23/071503/200423006/160106442/senat-as-setujui-bantuan-usd-483-miliar-untuk-penanganan-corona>
Kematian pasien wanita di California dan dua kasus awal lainnya --
seorang pria 69 tahun yang meninggal 17 Februari dan seorang pria 70
tahun yang meninggal 6 Maret -- telah dikonfirmasi disebabkan oleh virus
Corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC) setelah dilakukan
pemeriksaan sampel jaringan tubuh.
Otoritas Santa Clara County sebelumnya mengidentifikasi kasus pertamanya
pada 28 Februari lalu sebagai penularan lokal -- yang menyebar antar
orang-orang yang tidak pernah bepergian ke China atau berkunjung ke
lokasi dengan kasus virus Corona. Tiga pasien awal yang meninggal di
California diketahui tidak ada yang pernah bepergian ke luar negeri.
"Apa yang ditunjukkan oleh kematian-kematian ini adalah kita mendapati
penularan masyarakat mungkin hingga ke level signifikan, jauh sebelum
kita menyadarinya, dan itu mengindikasikan bahwa virus ini mungkin sudah
ada dan beredar di tengah masyarakat jauh lebih awal dari yang kita
ketahui," sebut Cody.
Cody menambahkan bahwa karena wilayah tersebut sedang menghadapi musim
flu parah pada saat itu, banyak kasus mungkin salah diklasifikasikan
sebagai influenza. Cody menyebut kasus-kasus ini mirip dengan 'ujung
gunung es', yang mengindikasikan bahwa lebih banyak juga telah terinfeksi.
Tiga kematian awal di Santa Clara County bisa terdeteksi terkait virus
Corona karena otoritas pemeriksa medis setempat tidak merasa puas bahwa
mereka telah menemukan dengan benar penyebab kematian ketiganya. Cody
menyebut bahwa para pemeriksa medis itu menyimpan sampel jaringan tubuh
dari ketiga pasien dan mengirimkannya ke CDC, mengingat saat itu belum
ada alat pemeriksa virus Corona.
Pihak koroner setempat berharap bisa mengidentifikasi lebih banyak
kematian terkait virus Corona di wilayah Santa Clara. Diketahui bahwa
parameter pemeriksaan oleh CDC pada saat itu masih terbatas hanya pada
orang-orang yang punya riwayat perjalanan ke China dan orang-orang yang
mengalami gejala-gejala.
Hingga Rabu (22/3) waktu setempat, jumlah kematian akibat virus Corona
di AS melebihi 46 ribu orang. AS hingga kini masih menjadi negara dengan
total kasus terbanyak di dunia, yakni melebihi 840 ribu kasus.
*Baca juga:*WHO: Virus Corona Akan Bersama Kita untuk Waktu yang Lama
<https://news.detik.com/read/2020/04/23/081424/4987682/1148/who-virus-corona-akan-bersama-kita-untuk-waktu-yang-lama>
Sebuah kajian pada pekan ini yang dipimpin Bhattacharya pada Stanford
University mengindikasikan wabah virus Corona di AS menyebar lebih luas
dari perkiraan. Sampel dari dari 3.300 relawan di Santa Clara County
menunjukkan angka sebenarnya dari kasus virus Corona yang sedikitnya
mencapai 50 kali lebih banyak dari total kasus terkonfirmasi saat ini di
distrik tersebut.