Prabowo: Keputusan Jokowi untuk rakyat paling miskin dan lemah
Kamis, 23 April 2020 02:00 WIB
Tangkapan layar video yang muncul di akun Twitter pribadi Menteri
Pertahanan Republik Indonesia dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo
Subianto, @Prabowo, Rabu (22-4-2020). ANTARA/Abdu Faisal
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto
menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang
paling miskin dan paling lemah.
Lewat sebuah video di akun Twitter pribadinya, Rabu (22/4) malam,
Prabowo bercerita mengenai apa yang dirasakannya selama berada dalam
kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi kepentingan
bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari dekat cara-cara
pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang menjadi dasar pemikiran
beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin dan rakyat yang
paling lemah," kata Prabowo dikutip dari video pada akun @Prabowo, Kamis
(23/4/2020) dini hari.
Lebih lanjut, Prabowo mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden
Jokowi untuk membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi.
*Baca juga:Di tengah pandemi, Barata Indonesia berhasil ekspansi ke
Armenia
<https://www.antaranews.com/berita/1437936/di-tengah-pandemi-barata-indonesia-berhasil-ekspansi-ke-armenia>*
Namun, Prabowo tidak menyebut kolusi dan nepotisme sebagai bagian dari
kesaksiannya tersebut.
Selama ini, kata Prabowo, pemberantasan korupsi adalah bagian penting
dari komitmen pemerintahan Presiden Jokowi.
Untuk itu, sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra, Prabowo meminta
seluruh kader Partai Gerindra untuk percaya kepada pemerintah.
Ia mengatakan bahwa Pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan
yang merugikan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia.
Prabowo meminta semua pihak untuk bersatu karena bangsa ini tengah
berhadapan dengan suatu bencana, yaitu pandemi COVID-19.
"Suatu virus yang cukup membahayakan apabila kita sembrono dan tidak
mengambil langkah-langkah yang harus diambil," kata Prabowo.
Dalam keadaan yang merisaukan saat ini, kata Prabowo, bangsa Indonesia
tidak boleh kehilangan semangat, apalagi sampai berputus asa.
"Dalam keadaan merisaukan ini, justru dibutuhkan semangat, ketegaran,
keberanian, dan yang paling utama adalah rasa persaudaraan, rasa
persatuan, kita harus kompak" kata Prabowo menegaskan.
*Baca juga:MUI: Tidak mudik sama dengan jihad kemanusiaan
<https://www.antaranews.com/berita/1437584/mui-tidak-mudik-sama-dengan-jihad-kemanusiaan>*
Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah harus saling mendukung, bukan
saling menyalahkan.
"Sebagai manusia, kita pasti membuat kesalahan, kita pasti membuat
sesuatu yang dinilai kurang, tetapi justru di saat ini kita harus saling
mengisi kekurangan kita masing-masing, kita harus saling memperbaiki
kalau ada di antara kita yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki,
bukan kita marah-marah, bukan kita mengejek," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan alasannya bergabung dengan pemerintah karena tidak
ingin ada perpecahan.
Ia juga telah putuskan waktu itu untuk melakukan langkah besar berupa
rekonsiliasi nasional.
"Dengan mengesampingkan kepentingan partai, perasaan pribadi, dan segala
sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran kita pada saat itu. Demi satu hal,
yaitu kerukunan nasional, persatuan nasional, dan rekonsiliasi
nasional," kata Prabowo. Untuk itu, Prabowo mengaku enggan menjadi
bagian dari perpecahan Indonesia berapa pun ongkosnya.
*Baca juga:Ade Yasin siapkan sanksi tegas pelanggar PSBB di Bogor
<https://www.antaranews.com/berita/1435792/ade-yasin-siapkan-sanksi-tegas-pelanggar-psbb-di-bogor>*
Menteri Pertahanan RI itu meminta semua pihak menerima dengan lapang
dada dan mengesampingkan perasaan.
"Saya tidak mau merupakan bagian daripada perpecahan itu berapa pun
ongkos yang harus kita bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus
kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo.
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro