Betul bung Chan. Pola pikir bung memperlihatkan pola pikir yang luas dan
berpandangan jauh.
Itu pula dasarnya maka saya mengutip kalimat yang diucapkan oleh Prabowo
:"Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu, berapapun ongkos yang
harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita, harus kita kesampingkan
demi kepentingan yang lebih besar."
Orang yang sedikit saja melek politik di Indonesia tahu bahwa pendukung
Prabowo yang begitu besar jumlahnya adalah orang-orang yang non tolerans,yang
jika dikaji sampai ke akar-akarnya merupakan golongan pemecah belah bangsa.
Mereka kecewa dengan sikap Prabowo yang tidak mau merupakan bagian dari
perpecahan demi kepentingan yang lebih besar. Mereka kecewa terhadap Prabowo
yang mendukung Jokowi yang keputusan-keputusannya mengutamakan kepentingan
rakyat kecil.
Dengan mengapresiasi pandangan Prabowo yang bertolak dari kepentingan
bangsa, apakah berarti kita melupakan apa yang pernah dilakukan oleh Prabowo
di masa lampau? Apa berarti kita melupakan kalau Prabowo memainkan peranan
aktif dalam membela rezim Orba apalagi Prabowo adlah bagian dari keluarga
Soeharto itu sendiri. Lebih-lebih lagi apa bisa dilupakan kalau Prabowo datang
dari keluarga pemberontak yang anti Komunis dan anti Bungkarno?
Hanya saja, hal-hal yang demikian itu perlu dikesampingkan dulu paling tidak
untuk sementara demi menjaga persatuan nasional dalam situasi yang begini
rumit. Sebab jika terjadi perpecahan sebagaimana yang dikehendaki oleh
segelintir pendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang lalu, maka rakyat
kecillah yang paling dirugikan dan paling menderita. Inilah yang perlu
dihindari. Sikap yang diambil oleh Prabowo dewasa ini, bisa menghindari
perpecahan itu.
Salam S.Manap.
Den måndag 27 april 2020 01:37:34 CEST, ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> skrev:
Memang SIAPA yang melaupakan kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukan
jenderal-jenderal itu???!!! Bukankah dalam setiap tingkat perjuangan, siapa
sekutu siapa lawan bisa berubah sesuai kenyataan yang dihadapi, ... dimana ada
yang didahulukan ada yang harus dikebawahkan dahulu! Itulah perjuangan yang
memang rumit dan perlu diperhitungkan sebaik-baiknya, bukan asal gebuk, asal
seruduk, ... padahal yang namanya kekuatan rakuat belum tegak berdiri!
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/27 上午 02:01 寫道:
Heran, beberapa kalimat Prabowo dapat membuat orang melupakan semua
kejahatannya.... Menghargai kata-katanya!!! Busyeeeeet!! Lantas gimana dengan
PERBUATANNYA???
Sent from Mail for Windows 10
From: Roeslan [email protected] [GELORA45]
Sent: Sunday, 26 April 2020 12:00
To: 'Tatiana Lukman'; [email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: WG: [GELORA45] Prabowo: Keputusan Jokowi untuk rakyat paling miskin
dan lemah
Refleksi: Bung Lusi, saya sama sekali tidak percaya bahwa jendral Prabowo itu
satu-satunya jenderal ahli strtegi yang andal dan dapat mengoperasikan peranan
kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian
alutsista.
Menurut pengamatan saya seorang yang benar-bebar ahli dalam urusan strategi
membela negara, adalah seorang yang secara iklas memihak pada kepentingan
rakytnya, dengan demikian bisa mendapatkan kepercayaan penuh terhadap semua
rakyatnya, sehinga seluruh rakyat mau turut berjuang melawan musuh negara,
bangsa dan rakyatnya. Artinya kekuatan alutsista saja tidak dapat diandalkan.
Ini dibuktikan oleh Pearng Vietnam. Pada saat itu Tentara imperialisme AS dalam
konteks persenjataan boleh dikatakan unggul mutlak dibandaingkan pesenjataan
tenrata rakyat Vietnam. Namun demikian Amerika Serikat bisa dikalahkan. Ini
fakta, ceritanya panjang jika harus sayatulis disini.
Saya sama sekali tidak melihat bahwa Prabowo itu benar-benar memiliki political
will,dan polotik courage untuk membela kepentingan Rakyat Indonesia, yang
sekarang ini sedang beada dalam penjajahan model baru dari jaringan
neoliberalisme yang sudah mendunia,termasuk RRT. Bisa dipercaya bahwa pidato
Prabowo yang menyanjung-nyanjung Rezim neoliberal Jokowi, akan berdampak buruk
bagi Prabowo, artinya Prabowa akan kehilangan kepercayan dari rakyat Indonesia,
terutama yang dulu pernah mendukungnya. Kepercayaan Rakyak nilainya lebih
tinggi dari pada alutsista.. Perang kemerdekaan Indonesia 1945-1949 melawam
kolonialisme Belanda adalah bukti empiris yang membenarkan bahwa Rakyat-lah
yang menjadi andalan dalam perang kemerdekaan itu;dalam konteks ini seluruh
rakyat Indonesia percaya pada pimpinan perang almarhum Jebderal Sudirman, dalam
pemerintahan Soekarno-Hatta; Meskipun dalam perang kemerdekaan itu persenjataan
Rakyat Indonesia tidak memadai jika dibandingkan dengan persenjattan tentara
kolonislis Belanda, namun demikian rayat Indonesia bisa menang dan mengusir
serdadu-serdadu kolonialisme Belanda dari bumi Indonesia.
Kita semua menyaksikan bagaimana pidato-pidato Prabowo disaat kampanye pemilu
2019; disitu Prabowa berapi-api seolah-olah ingin meningkatkan harkat dan
martabat bangsa Indonesia beserta seluruh Rakyatnya. Prabowo tahu persis bahwa
pemilu 2019 itu penuh dengan kecurangan, yaitu kecurangan yang Terstruktur-
Sistematis dan Masif (TSM), dan dia juga tahu bahwa sebenarnya dia (02) itu
menang. Tapi Akhirnya Prabowo secara sah menerima Pemilu 2019 yang TSM itu,
dengan alasan untuk memcegah terjadinya perpecahan bangsa Indonesia. Memang
kedengarannya baik, tapi apa yang tertsembunyi dibalik itu. Secara diam-diam
setelah Prabowo di jejel konsum dalam bentuk jabatan, menjadi mentri
pertahanan, maka Prabowo berubah (bemetaphormosa), merubah budaya hidupnya.
Dalam konteks ini banyak orang yang tidak percaya bahwa : Karakter manusia yang
tadinya baik (pro Rakyat), kemudian berangsur-angsur “berubah“ menjadi jelek
(pro rezim neolib) akibat pengaruh konsum yang oleh psychoneurologist
disebutnya ``the consume-syndrome-disease``(penyakit konsum sindrome). Kalau si
patient yang mengidap penyakit ``KS`` (konsum-sindrom) ini pergi memeriksakan
diri kepada ahli-ahli jiwa dan ahli-ahli-sarafotak, sang dokter tidak akan
menemukan penyakitnya ; pin-tomography-pun tidak sanggup „membaca“ gejala
side-effect konsum-sindrom tsb. Penyakit itu ada, cuma sang dokter tidak-tahu,
karena sang dokter tidak mengenal apa yang disebut Holargi itu.Dampak dari
penyakit KS itu adalah: banyak orang ``pinter`` yang titelnya berganda,
sehingga tak tahu lagi dimana titel-titel itu mau ditempelkannya; didepan dan
dibelakang namanya sudah penuh sesak. Sepintas lalu kalau saya ``lihat`` mereka
ini banyak yang tak mengenal hakekat holargi didalam segala corpus baik yang
riil, apalagi yang fiktif, sangat disayangkan kondisi ini!!!
Inilah dampak-kongkrit dari ``globalisasi-ekonomi-budaya`` yang telah mengepung
bangsa kita, yang kini terbukti telah merusak struktur-cara berpikir para elite
politik dan ekonomi, para pakar ilmu pengetahuan, militer, poliasi, dan para
pakar-spirituil, (khususnya para ustat dan kiyai-kiyainya); sehingga dampaknya
telah merusak Etika dan Moral bangsa kita, karena mereka rupanya sudah terkena
infeksi konsum-syndrom (KS) yang pada hakekatnya adalah sebagai dampak dari
``holargi-globalisasi-ekonomi-budaya``, yang merefleksikan dirinya dalam bentuk
pengakuan terhadap Ideologi Neoliberalisme, yang telah dipaksakan oleh Orde
baru, dan diteruskan oleh rezim-rezim ´´reformasi´´yang mengklaim dirinya
sebagai orang-orang reformis yang mengenakan selubung Trisakti Bung karno,
tapi meninggalkan sistem ekonomi Pancasila , yang bedasarkan Pasal 33 UUD 1945.
Menurut pengamatan saya meskipun Prabowo telah berubah menjadi pendukung setia
rezim Jokowi, tapi bangsa ini masih tetap terbelah. Inilah yang terjadi
dilapangan.
Lupakan saya Prabowo beliau telah bermetaphormosis dari pedukung UUD 45,
khususnya Pasal 33 UUD 45 menjadi pendukung Ideologi neoliberalisme dibawah
pimpinan presiden Jokowi. Tidak ada negara kapitalis neoliberal termasuk RRT,
yang berniat baik mau membela kepentingan kaum buruh dan tani..
Roeslan
Von: [email protected] [mailto:[email protected]]
Gesendet: Samstag, 25. April 2020 13:19
An: S Manap [email protected] [GELORA45]; [email protected];
[email protected]; Chalik Hamid [email protected] [nasional-list]
Betreff: Re: [GELORA45] Prabowo: Keputusan Jokowi untuk rakyat paling miskin
dan lemah
Yah bung Manap. Tapi Prabowo nampaknya satu-satunya jendral Indonesia
yg mampu melancarkan strategi dan tatik dalam mengoperasikan peranan
kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian
alutsista.
Kalau menurut bung Manap, sesuai dengan waktu kejadiaannya baik
pembunuhan di Timtim maupun peristiwa perkosaan massal di Jakarta dulu
itu yang bertanggungjawab dlm setiap operasi militer tertinggi, kan
Wiranto, termasuk pendapat Munir dlm salah satu siaran talkshow sebelum
berangkat ke Nederland. Mengapa kok harus dia yang jadi sasaran tuduhan
thd operasi militer itu dan menegapa kok tidak di adakan dan
diputuskan dalam pengadilan militer?
Salam untuk Bung Manap.
Lusi.-
Am Fri, 24 Apr 2020 18:09:53 +0000 kan panglimanya yang paling
(UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:
>
> " Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu berapapun
> ongkos yang harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita harus
> kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar". Kalimat itu
> diucapkan oleh Prabowo. Terlepas dari siapa Prabowo dan berbagai
> pandangan serta pendapat terhadap Prabowo, namun apa yang diucapkan
> oleh Prabowo sesuai dengan kutipan di atas patut dihargai. Karena
> yang kita utamakan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan
> golongan. Lebih-lebih lagi bukan kepentingan segelintir kecil kaum
> intoleran yang selama ini selalu mendatangkan perpecahan bangsa dan
> yang selama ini merupakan pendukung Prabowo, termasuk usaha mereka
> mendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang sudah 2 kali
> dilaksanakan. S.M. Den torsdag 23 april 2020 04:55:15 CEST, Sunny
> ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> skrev:
>
>
> Berapa banyak jumlah rakyat miskin?
> On Thu, Apr 23, 2020 at 4:05 AM ChanCT [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto
> menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang
> paling miskin dan paling lemah. Lewat sebuah video di akun Twitter
> pribadinya, Rabu (22/4) malam, Prabowo bercerita mengenai apa yang
> dirasakannya selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko
> Widodo.. "Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi
> kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari
> dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang menjadi
> dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin
> dan rakyat yang paling lemah," kata Prabowo dikutip dari video pada
> akun @Prabowo, Kamis (23/4/2020) dini hari. Lebih lanjut, Prabowo
> mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden Jokowi untuk
> membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi. Baca juga: Di tengah
> pandemi, Barata Indonesia berhasil ekspansi ke Armenia Namun, Prabowo
> tidak menyebut kolusi dan nepotisme sebagai bagian dari kesaksiannya
> tersebut. Selama ini, kata Prabowo, pemberantasan korupsi adalah
> bagian penting dari komitmen pemerintahan Presiden Jokowi. Untuk itu,
> sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra, Prabowo meminta seluruh
> kader Partai Gerindra untuk percaya kepada pemerintah. Ia mengatakan
> bahwa Pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan yang
> merugikan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Prabowo meminta semua
> pihak untuk bersatu karena bangsa ini tengah berhadapan dengan suatu
> bencana, yaitu pandemi COVID-19. "Suatu virus yang cukup membahayakan
> apabila kita sembrono dan tidak mengambil langkah-langkah yang harus
> diambil," kata Prabowo. Dalam keadaan yang merisaukan saat ini, kata
> Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan semangat, apalagi
> sampai berputus asa. "Dalam keadaan merisaukan ini, justru dibutuhkan
> semangat, ketegaran, keberanian, dan yang paling utama adalah rasa
> persaudaraan, rasa persatuan, kita harus kompak" kata Prabowo
> menegaskan. Baca juga: MUI: Tidak mudik sama dengan jihad kemanusiaan
> Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah harus saling mendukung,
> bukan saling menyalahkan. "Sebagai manusia, kita pasti membuat
> kesalahan, kita pasti membuat sesuatu yang dinilai kurang, tetapi
> justru di saat ini kita harus saling mengisi kekurangan kita
> masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau ada di antara kita
> yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki, bukan kita marah-marah,
> bukan kita mengejek," kata Prabowo. Prabowo mengungkapkan alasannya
> bergabung dengan pemerintah karena tidak ingin ada perpecahan. Ia
> juga telah putuskan waktu itu untuk melakukan langkah besar berupa
> rekonsiliasi nasional. "Dengan mengesampingkan kepentingan partai,
> perasaan pribadi, dan segala sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran
> kita pada saat itu. Demi satu hal, yaitu kerukunan nasional,
> persatuan nasional, dan rekonsiliasi nasional," kata Prabowo. Untuk
> itu, Prabowo mengaku enggan menjadi bagian dari perpecahan Indonesia
> berapa pun ongkosnya.. Baca juga: Ade Yasin siapkan sanksi tegas
> pelanggar PSBB di Bogor Menteri Pertahanan RI itu meminta semua pihak
> menerima dengan lapang dada dan mengesampingkan perasaan. "Saya tidak
> mau merupakan bagian daripada perpecahan itu berapa pun ongkos yang
> harus kita bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus kita
> kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo.
> Pewarta: Abdu Faisal Editor: D.Dj. Kliwantoro
>
>
#yiv1452876743 #yiv1452876743 -- #yiv1452876743ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-mkp #yiv1452876743hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mkp #yiv1452876743ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mkp .yiv1452876743ad
{padding:0 0;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mkp .yiv1452876743ad p
{margin:0;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mkp .yiv1452876743ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-sponsor
#yiv1452876743ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-sponsor #yiv1452876743ygrp-lc #yiv1452876743hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-sponsor #yiv1452876743ygrp-lc .yiv1452876743ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1452876743 #yiv1452876743actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1452876743
#yiv1452876743activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1452876743
#yiv1452876743activity span {font-weight:700;}#yiv1452876743
#yiv1452876743activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1452876743 #yiv1452876743activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1452876743 #yiv1452876743activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1452876743 #yiv1452876743activity span
.yiv1452876743underline {text-decoration:underline;}#yiv1452876743
.yiv1452876743attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1452876743 .yiv1452876743attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1452876743 .yiv1452876743attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1452876743 .yiv1452876743attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1452876743 .yiv1452876743attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1452876743 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1452876743 .yiv1452876743bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1452876743
.yiv1452876743bold a {text-decoration:none;}#yiv1452876743 dd.yiv1452876743last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1452876743 dd.yiv1452876743last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1452876743
dd.yiv1452876743last p span.yiv1452876743yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1452876743 div.yiv1452876743attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1452876743 div.yiv1452876743attach-table
{width:400px;}#yiv1452876743 div.yiv1452876743file-title a, #yiv1452876743
div.yiv1452876743file-title a:active, #yiv1452876743
div.yiv1452876743file-title a:hover, #yiv1452876743 div.yiv1452876743file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1452876743 div.yiv1452876743photo-title a,
#yiv1452876743 div.yiv1452876743photo-title a:active, #yiv1452876743
div.yiv1452876743photo-title a:hover, #yiv1452876743
div.yiv1452876743photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1452876743
div#yiv1452876743ygrp-mlmsg #yiv1452876743ygrp-msg p a
span.yiv1452876743yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1452876743
.yiv1452876743green {color:#628c2a;}#yiv1452876743 .yiv1452876743MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1452876743 o {font-size:0;}#yiv1452876743
#yiv1452876743photos div {float:left;width:72px;}#yiv1452876743
#yiv1452876743photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1452876743
#yiv1452876743photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1452876743
#yiv1452876743reco-category {font-size:77%;}#yiv1452876743
#yiv1452876743reco-desc {font-size:77%;}#yiv1452876743 .yiv1452876743replbq
{margin:4px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-mlmsg select, #yiv1452876743 input, #yiv1452876743 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-mlmsg pre, #yiv1452876743 code {font:115%
monospace;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-mlmsg #yiv1452876743logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-msg
p#yiv1452876743attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-reco #yiv1452876743reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-sponsor
#yiv1452876743ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-sponsor #yiv1452876743ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-sponsor #yiv1452876743ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1452876743 #yiv1452876743ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1452876743
#yiv1452876743ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1452876743