Sebenarnya saja, masalah2 begini dimana dan kapan saja akan kita temui, .... dan kita harus pandai-pandai memilih mana yang harus didahulukan dan mana yang harus dikebawahkan sementara. Begitulah kalau kita renungkan mengapa dahulu ada MKTBP, jangan dicampakkan begitu saja dan itulah bentuk-bentuk perjuangan yang masih bisa dijalankan sekarang ini untuk merebut pengaruh dan mempersatukan segala kekuatan yang bisa dipersatukan, ...

Itulah cara Mao berjuang melawan KMT dahulu, membuat jenderalismo Chiang Kaisek kewalahan menghadapi keberhasilan PKT menggaet pengaruh atau setidaknya membujuk jenderal-jenderal KMT menyerah secara damai saja! Tentu, tidak sulit dimengerti, bagaimana ketika masa perang itu, bagaimanapun juga tentara KMT adalah anak petani juga! Jadi, begitu diperlakukan baik-baik oleh tentara Komunis, mereka mudah saja berbalik dan ikut perang melawan KMT! Tapi, ternyata sebelumnya Tentara Komunis juga sudah bersikap baik/bersahabat terhadap tawan perang Jepang, dan, .... hasilnya juga cukup BAGUUUS! Tidak sedikit tawan tentara Jepang yang juga berbalik jadi melawan tentara Jepang! Dan saat Parade militer Memperingati 50 tahun Kemenangan Perang anti-fasis Jepang, tahun 1995, lebih ratusan mantan tawanan tentara Jepang itu, yang sudah hampir atau bahkan diatas usia 80 tahun duduk melambaikan tangan diatas truk terbuka ikut parade, ...!

Jadi, apa dan dimana salahnya kita gunakan ucupan jenderal Prabowo yang dianggap baik untuk pencilkan Islam radikalis yang sangat merusak dan pemecah-belah bangsa itu, ...!



S Manap [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/27 下午 02:20 寫道:

   Betul bung Chan. Pola pikir bung memperlihatkan pola pikir yang luas dan berpandangan jauh.

   Itu pula dasarnya maka saya mengutip kalimat yang diucapkan oleh Prabowo :"Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu, berapapun ongkos yang harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita, harus kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar."

   Orang yang sedikit saja melek politik di Indonesia tahu bahwa pendukung Prabowo yang begitu besar jumlahnya adalah orang-orang yang non tolerans,yang jika dikaji sampai ke akar-akarnya merupakan golongan pemecah belah bangsa.

   Mereka kecewa dengan sikap Prabowo yang tidak mau merupakan bagian dari perpecahan demi kepentingan yang lebih besar. Mereka kecewa terhadap Prabowo yang mendukung Jokowi yang keputusan-keputusannya mengutamakan kepentingan rakyat kecil.

   Dengan mengapresiasi pandangan Prabowo yang bertolak dari kepentingan bangsa, apakah  berarti kita melupakan apa yang pernah dilakukan oleh Prabowo di masa lampau? Apa berarti kita melupakan kalau Prabowo memainkan peranan aktif dalam membela rezim Orba apalagi Prabowo adlah bagian dari keluarga Soeharto itu sendiri. Lebih-lebih lagi apa  bisa dilupakan kalau Prabowo datang dari keluarga pemberontak yang anti Komunis dan anti Bungkarno?

  Hanya saja, hal-hal yang demikian itu perlu dikesampingkan dulu paling tidak untuk sementara demi menjaga persatuan nasional dalam situasi yang begini rumit. Sebab jika terjadi perpecahan sebagaimana yang dikehendaki oleh segelintir pendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang lalu, maka rakyat kecillah yang paling dirugikan dan  paling menderita. Inilah yang perlu dihindari. Sikap yang diambil oleh Prabowo dewasa ini, bisa menghindari perpecahan itu.

   Salam
   S.Manap..


Den måndag 27 april 2020 01:37:34 CEST, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:


Memang SIAPA yang melaupakan kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukan jenderal-jenderal itu???!!! Bukankah dalam setiap tingkat perjuangan, siapa sekutu siapa lawan bisa berubah sesuai kenyataan yang dihadapi, ... dimana ada yang didahulukan ada yang harus dikebawahkan dahulu! Itulah perjuangan yang memang rumit dan perlu diperhitungkan sebaik-baiknya, bukan asal gebuk, asal seruduk, ... padahal yang namanya kekuatan rakuat belum tegak berdiri!


Tatiana Lukman [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 2020/4/27 上午 02:01 寫道:

Heran, beberapa kalimat Prabowo dapat membuat orang melupakan semua kejahatannya.... Menghargai kata-katanya!!! Busyeeeeet!! Lantas gimana dengan PERBUATANNYA???

Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10

*From: *Roeslan [email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]>
*Sent: *Sunday, 26 April 2020 12:00
*To: *'Tatiana Lukman' <mailto:[email protected]>; [email protected] <mailto:[email protected]>; [email protected] <mailto:[email protected]>; [email protected] <mailto:[email protected]> *Subject: *WG: [GELORA45] Prabowo: Keputusan Jokowi untuk rakyat paling miskin dan lemah

*Refleksi:*Bung Lusi, saya sama sekali tidak percaya bahwa jendral Prabowo itu satu-satunya jenderal ahli strtegi yang andal dan dapat mengoperasikan peranan kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian alutsista. Menurut pengamatan saya seorang yang benar-bebar ahli dalam urusan strategi membela negara, adalah seorang yang secara iklas memihak pada kepentingan rakytnya, dengan demikian bisa mendapatkan kepercayaan penuh terhadap semua rakyatnya, sehinga seluruh rakyat mau turut berjuang melawan musuh negara, bangsa dan rakyatnya. Artinya kekuatan alutsista saja tidak dapat diandalkan. Ini dibuktikan oleh Pearng Vietnam. Pada saat itu Tentara imperialisme AS dalam konteks persenjataan boleh dikatakan _unggul mutlak_ dibandaingkan pesenjataan tenrata rakyat Vietnam. Namun demikian Amerika Serikat bisa dikalahkan. Ini fakta, ceritanya panjang jika harus sayatulis disini.

Saya sama sekali tidak melihat bahwa Prabowo itu benar-benar memiliki political will,dan polotik courage untuk membela kepentingan Rakyat Indonesia, yang sekarang inisedangbeada dalam */penjajahan model baru/* */dari jaringan neoliberalisme/* yang sudah mendunia,termasukRRT. Bisa dipercaya bahwa pidato Prabowo yang */menyanjung-nyanjung/* Rezim neoliberal Jokowi, akan berdampak buruk bagi Prabowo, artinya Prabowa akan kehilangan kepercayan dari rakyat Indonesia, terutama yang dulu pernah mendukungnya. Kepercayaan Rakyak nilainya lebih tinggi dari pada alutsista.. Perang kemerdekaan Indonesia 1945-1949 melawam kolonialisme Belanda adalah bukti empiris yang membenarkan bahwa Rakyat-lah yang menjadi andalan dalam perang kemerdekaan itu;dalam konteks ini seluruh rakyat Indonesia percaya pada pimpinan perang almarhum Jebderal Sudirman, dalam pemerintahan Soekarno-Hatta;Meskipun dalam perang kemerdekaan itu persenjataan Rakyat Indonesia tidak memadai jika dibandingkan dengan persenjattan tentara kolonislis Belanda, namun demikian rayat Indonesia bisa menang dan mengusir serdadu-serdadu kolonialisme Belandadari bumi Indonesia.

Kita semua menyaksikan bagaimana  pidato-pidato Prabowo disaat kampanye pemilu 2019; disitu Prabowa berapi-api seolah-olah ingin meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia beserta seluruh Rakyatnya. Prabowo tahu persis bahwa pemilu 2019 itu penuh dengan kecurangan, yaitu kecurangan yang Terstruktur- Sistematis dan Masif (TSM), dan dia juga tahu bahwa sebenarnya dia (02) itu menang. Tapi Akhirnya Prabowo secara sah menerima Pemilu 2019 yang  TSM itu, dengan alasan untuk memcegah terjadinya perpecahan bangsa Indonesia. Memang kedengarannya baik, tapi apa yang tertsembunyi dibalik itu. Secara diam-diam setelahPrabowo di jejel konsum dalam bentuk jabatan, menjadi mentri pertahanan, maka Prabowo berubah (bemetaphormosa), merubah budaya hidupnya. Dalam konteks ini banyak orang yang tidak percaya bahwa : */Karakter manusia yang tadinya baik (pro Rakyat), kemudian berangsur-angsur “berubah“ menjadi jelek/**/(pro rezim neolib) akibat pengaruh konsum yang oleh psychoneurologist disebutnya ``the consume-syndrome-disease``(penyakit konsum sindrome)./* Kalau si patient yang mengidap penyakit ``KS`` (konsum-sindrom) ini pergi memeriksakan diri kepada ahli-ahli jiwa dan ahli-ahli-sarafotak, sang dokter tidak akan menemukan penyakitnya ; pin-tomography-pun tidak sanggup „membaca“ gejala side-effect */konsum-sindrom/* tsb. Penyakit itu ada, cuma sang dokter tidak-tahu, karena sang dokter tidak mengenal apa yang disebut _Holargi_ itu.Dampak dari penyakit KS itu adalah: banyak orang ``pinter`` yang titelnya berganda, sehingga tak tahu lagi dimana titel-titel itu mau ditempelkannya; didepan dan dibelakang namanya sudah penuh sesak. Sepintas lalu kalau saya ``lihat`` mereka ini banyak yang tak mengenal hakekat holargi didalam segala corpus baik yang riil, apalagi yang fiktif, sangat disayangkan kondisi ini!!!

Inilah dampak-kongkrit dari */``globalisasi-ekonomi-budaya``/* yang telah mengepung bangsa kita, yang kini terbukti telah *_merusak struktur-cara_**__**_berpikir_* para elite politik dan ekonomi, para pakar ilmu pengetahuan, militer, poliasi, dan  para pakar-spirituil, (khususnya para ustat dan kiyai-kiyainya); sehingga *dampaknya telah merusak Etika dan Moral ban**gsa kita*, karena mereka rupanya sudah terkena infeksi *konsum-syndrom* *(KS) *yang pada hakekatnya adalah sebagai dampak dari *``holargi-globalisasi-ekonomi-budaya``*, yang merefleksikan dirinya dalam bentukpengakuan terhadap*/Ideologi/**/Neoliberalisme,/* yang telah dipaksakan oleh Orde baru, dan diteruskan oleh rezim-rezim ´´reformasi´´yang mengklaim dirinya sebagai orang-orang reformis yang mengenakan selubungTrisakti  Bung karno, tapi _meninggalkan_ _sistem ekonomi Pancasila_ , yang bedasarkan *Pasal 33 UUD **19**45.***

Menurut pengamatan saya  meskipun Prabowo telah berubah menjadi pendukung setia rezim Jokowi, tapi  bangsa ini  masih tetap terbelah. Inilah yang terjadi dilapangan.

Lupakan saya Prabowo beliau telah bermetaphormosis dari  pedukung UUD 45, khususnya Pasal  33 UUD 45 menjadi pendukung *Ideologi neoliberalisme* dibawah pimpinan presiden Jokowi. Tidak ada negara kapitalis neoliberal termasuk RRT, yang berniat baik mau membela kepentingan kaum buruh dan tani.

Roeslan

*Von:*[email protected] [mailto:[email protected]]
*Gesendet:* Samstag, 25. April 2020 13:19
*An:* S Manap [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]; [email protected] <mailto:[email protected]>; [email protected] <mailto:[email protected]>; Chalik Hamid [email protected] <mailto:[email protected]> [nasional-list] *Betreff:* Re: [GELORA45] Prabowo: Keputusan Jokowi untuk rakyat paling miskin dan lemah

Yah bung Manap. Tapi Prabowo nampaknya satu-satunya jendral Indonesia
yg mampu melancarkan strategi dan tatik dalam mengoperasikan peranan
kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian
alutsista.
Kalau menurut bung Manap, sesuai dengan waktu kejadiaannya baik
pembunuhan di Timtim maupun peristiwa perkosaan massal di Jakarta dulu
itu yang bertanggungjawab dlm setiap operasi militer tertinggi, kan
Wiranto, termasuk pendapat Munir dlm salah satu siaran talkshow sebelum
berangkat ke Nederland. Mengapa kok harus dia yang jadi sasaran tuduhan
thd operasi militer itu dan menegapa kok tidak di adakan dan
diputuskan dalam pengadilan militer?

Salam untuk Bung Manap.
Lusi.-

Am Fri, 24 Apr 2020 18:09:53 +0000 kan panglimanya yang paling
(UTC) schrieb "S Manap [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]"
<[email protected]> <mailto:[email protected]>:

>
>   " Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu berapapun
> ongkos yang harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita harus
> kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar". Kalimat itu
> diucapkan oleh Prabowo. Terlepas dari siapa Prabowo dan berbagai
> pandangan serta pendapat terhadap Prabowo, namun apa yang diucapkan
> oleh Prabowo sesuai dengan kutipan di atas patut dihargai. Karena
> yang kita utamakan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan
> golongan. Lebih-lebih lagi bukan kepentingan segelintir kecil kaum
> intoleran yang selama ini selalu mendatangkan perpecahan bangsa dan
> yang selama ini  merupakan pendukung Prabowo, termasuk  usaha mereka
> mendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang sudah 2 kali
> dilaksanakan. S.M. Den torsdag 23 april 2020 04:55:15 CEST, Sunny
> ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]> <mailto:[email protected]>
> skrev:
>
>
> Berapa banyak jumlah rakyat miskin?
> On Thu, Apr 23, 2020 at 4:05 AM ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> > [GELORA45] <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:
>
>
>
> Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto
> menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang
> paling miskin dan paling lemah. Lewat sebuah video di akun Twitter
> pribadinya, Rabu (22/4) malam, Prabowo bercerita mengenai apa yang
> dirasakannya selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko
> Widodo.. "Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi
> kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari
> dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang menjadi
> dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin
> dan rakyat yang paling lemah," kata Prabowo dikutip dari video pada
> akun @Prabowo, Kamis (23/4/2020) dini hari. Lebih lanjut, Prabowo
> mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden Jokowi untuk
> membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi. Baca juga: Di tengah
> pandemi, Barata Indonesia berhasil ekspansi ke Armenia Namun, Prabowo
> tidak menyebut kolusi dan nepotisme sebagai bagian dari kesaksiannya
> tersebut. Selama ini, kata Prabowo, pemberantasan korupsi adalah
> bagian penting dari komitmen pemerintahan Presiden Jokowi. Untuk itu,
> sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra, Prabowo meminta seluruh
> kader Partai Gerindra untuk percaya kepada pemerintah. Ia mengatakan
> bahwa Pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan yang
> merugikan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Prabowo meminta semua
> pihak untuk bersatu karena bangsa ini tengah berhadapan dengan suatu
> bencana, yaitu pandemi COVID-19. "Suatu virus yang cukup membahayakan
> apabila kita sembrono dan tidak mengambil langkah-langkah yang harus
> diambil," kata Prabowo. Dalam keadaan yang merisaukan saat ini, kata
> Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan semangat, apalagi
> sampai berputus asa. "Dalam keadaan merisaukan ini, justru dibutuhkan
> semangat, ketegaran, keberanian, dan yang paling utama adalah rasa
> persaudaraan, rasa persatuan, kita harus kompak" kata Prabowo
> menegaskan. Baca juga: MUI: Tidak mudik sama dengan jihad kemanusiaan
> Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah harus saling mendukung,
> bukan saling menyalahkan. "Sebagai manusia, kita pasti membuat
> kesalahan, kita pasti membuat sesuatu yang dinilai kurang, tetapi
> justru di saat ini kita harus saling mengisi kekurangan kita
> masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau ada di antara kita
> yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki, bukan kita marah-marah,
> bukan kita mengejek," kata Prabowo. Prabowo mengungkapkan alasannya
> bergabung dengan pemerintah karena tidak ingin ada perpecahan. Ia
> juga telah putuskan waktu itu untuk melakukan langkah besar berupa
> rekonsiliasi nasional. "Dengan mengesampingkan kepentingan partai,
> perasaan pribadi, dan segala sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran
> kita pada saat itu. Demi satu hal, yaitu kerukunan nasional,
> persatuan nasional, dan rekonsiliasi nasional," kata Prabowo. Untuk
> itu, Prabowo mengaku enggan menjadi bagian dari perpecahan Indonesia
> berapa pun ongkosnya.. Baca juga: Ade Yasin siapkan sanksi tegas
> pelanggar PSBB di Bogor Menteri Pertahanan RI itu meminta semua pihak
> menerima dengan lapang dada dan mengesampingkan perasaan. "Saya tidak
> mau merupakan bagian daripada perpecahan itu berapa pun ongkos yang
> harus kita bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus kita
> kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo.
> Pewarta: Abdu Faisal Editor: D.Dj. Kliwantoro
>
>


Kirim email ke