Bung Chan, Peribahasanya saya kira bukan kejatuhan durian, Kalau kejatuhan durian kan sakit sekali. Peribahasanya Mendapat durian runtuh, jadi tidak usah susah2 mencari yang sudah masak dan memetik, sudah dapat durian masak yang jatuh ?
Op di 28 apr. 2020 om 14:32 schreef ChanCT [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas > nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih > banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan > investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu! > > Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme > dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara > sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang > membuat kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia > begitu Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan > perjanjian pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, > nampaknya kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, > kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, > pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang > membatalkan seenak duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha > mempertahankan modal AS dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus > menghisap tenaga rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja! > > > > Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道: > > > > Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan > negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang > yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan > contoh di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti > dulu Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. > Jelas yang mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual > negeri....Jangan lupa komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok > yang membela utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di Filipina...Sekarang > ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah orang yang mabok!!! > > > Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria > Mabuk > > *I.Husni Isnaini* > <https://jateng.sindonews.com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu, > 25 April 2020 - 08:16 WIB > > > > Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian > utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China > senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang > ditandatangani oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete. > > > *Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di > Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang, > kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan > perjanjian pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk. * > Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah > menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun *pelabuhan > dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin > pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan.* > > > > Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin > (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan > diterima oleh pemerintahan Kikwete > *adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan > kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan selama > periode itu. * > Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga > Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian. > Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi > yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan > itu ditandatangani. > > Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang > dan menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun, > bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya. > > Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan > pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan > persetujuan pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para > investor tidak memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah > Magufuli sehingga perjanjian itu dibatalkan. > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > >
