*Apa faedah dari debat ini?*

On Sun, May 3, 2020 at 2:23 PM 'nesare' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Iya betul Tatyana itu tidak comfortable ngomong ttg hutang ini.
>
> Sebentar dia bilang dia sudah diskusi sama saya ttg hutang dulunya. Lalu
> dia bilang skrg lagi tidak ngomong ttg hutang, sedangkan dia lagi menyerang
> dgn hutang pakai syarat.
>
>
>
> Susah memang berdiskusi tanpa mengerti substansinya. Akhirnya ya krn tidak
> menguasai ttg prinsip2 artinya sebuah hutang, jadilah klaim2, teriakan2 yg
> bernada slogan tidak berarti saja.
>
>
>
> Saya sebetulnya dalam milis ini lebih banyak nulis ttg bisnis ekonomi krn
> menurut saya ini lemahnya dimilis ini. Di milis yg lain dulu karena
> anggota2nya kurang memahami sosialisme dan komunisme terutama sejarah PKI,
> saya lebih banyak menulis ttg sosialisme dan komunisme terutama PKI shg
> saya dipanggil kamerad hehehe lucu sekali. Kedua kubu ini selalu saling
> menyalahkan tanpa mengerti substansinya. Disini repotnya kalau kita hanya
> mau menang sendiri, mengklaim kita yg paling benar. Mana bisa kita mengerti
> pendapat lawan kita baik ideologi, agama dll tanpa mengerti apa yg ada
> didalam otak lawan2 kita itu? Ya mboten kata orang jawa.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]>
> *Sent:* Saturday, May 2, 2020 7:29 PM
> *To:* [email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>;
> nesare <[email protected]>
> *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Hehehee, .... nenek ini sedang berkelit atau sengaja hendak mengalihkan
> persoalan? Lha, jelas yang dibicarakan masalah UTANG, kok sekarang mau
> bilang TIDAK bicara soal utang, ...???!!!
>
> Tapi, ... terimakasih bung Nesare telah memperjelas persoalan, soal UTANG
> tersebut! Tak ada didunia ini NEGARA yang TIDAK ADA UTANG! Termasuk negara
> maju Amerika dan Tiongkok yang juga memberi utang kebanyak negara, ...!
> Inilah KENYATAAN yang nyata terjadi, dan hendak disangkal nenek yang satu
> ini.
>
> Sedang yang saya permasalahkan, buat apa dan bagaimana negara itu,
> khususnya negara-negara sedang berkembang menggunakan UTANG itu? Bisa tidak
> menggunakan UTANG itu, darimanapun datangnya, termasuk dari IMF/BD
> digunakan untuk kemajuan ekonomi nasional dan meningkatkan kemakmuran
> rakyat banyak! Dengan kalimat berikut: *Tiongkok BERHASIL menggunakan
> "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas kaki sendiri, sedang banyak
> negara sedang berkembang, termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan
> nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada
> "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita
> kemiskinan.*
>
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/3 上午 12:05 寫道:
>
>
>
> Tujuan anda membela antek remo. Kalimatnya begitu jelas. Ditaruh kata
> sambung DAN antara Indoensia dan Kuba... Jadi bukan HANYA Kuba, tapi
> Indonesia juga.  Di sini saya tidak bicara soal UTANG!! Anda mau bicara
> soal utang, ya bicaralah sendiri. Itu bukan urusan saya.
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
> *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Sent: *Saturday, 2 May 2020 16:37
> *To: *[email protected]
> *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Saya salahnya mengetik itu tulisannya bung.
>
> Saya tahu itu tulisannya bung Chan.
>
>
>
> Isinya tidak ada salahnya. Memang itu kan pendapat bung bahwa hutang itu
> salah?
>
>
>
> Bung salah besar dan tidak teliti (saya gak pakai istilah asal jeplak.
> Aneh saja sedikit2 langsung bung ini langsung mencap orang asal jeplak,
> sedangkan hanya salah tulis) ketika mengatakan “Saya justru marah besar
> karena si antek remo dengan menulis “termasuk Indonesia dan Kuba yang
> dibanggakan nenek Tatiana itu,” menuduh saya seolah-olah saya membanggakan
> Indonesia dan Kuba!!!”
>
>
>
> Bung salah mengartikannya. Bung chan itu bilang bung bangga sama kuba
> saja, bukan Indonesia. Ini salah bacanya. Tidak telitinya ttp bukan asal
> jeplak.
>
>
>
> Isinya komentar saya mah tetap berlaku bahwa bung anti hutang.
>
>
>
> Saya lagi coba mengerti bung saja. Iseng2 gak ada yg serius dan harus
> dimaki2.
>
>
>
> Dalam diskusi hutang Tanzania kan bung bilang hutang dgn syarat. Ingat ini
> loh. Saya menyangsikannya krn saya masih berpendapat bung itu anti hutang..
> Pokoke gak suka sama yg namanya hutang. Dalam mengikuti tulisan2 bung, saya
> berkesimpulan begini ini ada sebabnya. Kenapa? Karena bung dgn ideologi
> komunisnya membenci kapitalisme terutama usa dgn IMF dan world banknya yg
> ngasih2 pinjaman keseluruh dunia.
>
>
>
> Apakah saya salah berkesimpulan bung itu anti hutang bukan sekedar hutang
> dgn syarat? Hanya mau coba klarifikasi saja..
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Sent:* Saturday, May 2, 2020 10:21 AM
> *To:* [email protected]; nesare <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk [1 Attachment]
>
>
>
>
>
> Kalau mau bikin komentar, baca baik-baik, jangan asal jeplak.
>
> Kalimat “termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu,
> sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing
> teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan.” ini
> BUKAN kalimat saya!!!!! Itu adalah kalimat sahabat tercinta dan sepandangan
> anda, si antek remo!!!! Saya justru marah besar karena si antek remo dengan
> menulis “termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu,”
> menuduh saya seolah-olah saya membanggakan Indonesia dan Kuba!!! Antek remo
> meletakkan Kuba sejajar dengan Indonesia..Itu saya tolak!! “Indonesia dan
> Kuba” di sini tentu maksudnya pemerintah dan sistim yang dikelolanya!!
>
>
>
> Sedangkan soal hutang, saya sudah pernah diskusi dengan anda beberapa
> tahun yang lalu, tak perlu buang waktu!!!
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
> *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Sent: *Saturday, 2 May 2020 14:40
> *To: *[email protected]
> *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Tatyana: termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu,
> sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing
> teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan.”
>
>
>
> Nesare:  kalau bung mengatakan Indonesia dan kuba terpuruk krn hutang,
> ini hanya sebagian saja benarnya. Memang hutang akan membuat ekonomi suatu
> negara akan terpuruk kalau tidak dikelola dgn baik dan benar. Hutang kalau
> dikelola dgn baik dan benar bisa jadi leverage dalam menggerakkan
> perekonomian suatu negara.. Coba lihat negara2 maju semuanya punya hutang..
> Ini pasti. Tidak ada 1 negara pun didunia ini yg tidak punya hutang! Memang
> ada negara2 yang debt ratio nya rendah sekali seperti makau, british virgin
> island, brunei, Lichtenstein, singapura ttp tetap punya debt.
>
>
>
> Saya sebetulnya berkesimpulan bung ini selalu menyalahkan hutang melulu
> utk kegagalan suatu negara dalam mengelola ekonominya. Disamping hutang
> ini, saya juga berpendapat bung begitu rajinnya menekankan ideologi. Dua
> hal ini menjadikan bung menjadi salah kaprah dalam melihat suatu masalah
> pada akhirnya.
>
> Negara itu berjalan baik maju maupun mundur itu bukan krn hanya 2 faktor
> itu: hutang dan ideologi. Mestinya ini gak perlu ditulis, tetapi sekedar
> menyadarkan bung saja. Ada hal lain spt korupsi, politik, kerja sama dgn
> negara lain, keamanan, mental bangsa, persatuan bangsa, kekompakan bangsa,
> keuletan bangsa, system hukum, system pendidikan, niat baik terutama
> pemimpin negara dlsbg.
>
>
>
> Jangan hanya terpaku dengan hutang dan idelogi.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]>
> *Sent:* Saturday, May 2, 2020 6:19 AM
> *To:* [email protected]; ChanCT <[email protected]>; nesare <
> [email protected]>
> *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk [1 Attachment]
>
>
>
>
>
> Makanya, Tiongkok BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri
> diatas kaki sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk
> Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang
> masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat
> banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan.
>
> Apa arti bagian kalimat yang saya beri warna kuning itu?  ...Indonesia DAN
> Kuba yang dibanggakan.... apa yang dimaksud dengan Indonesia dan Kuba..?
> Bagi roang yang otaknya beres sudah tentu pemerintahan, dan pemerintahan
> berhubungan erat dengan sistim yang dikelolanya....
>
> Dalam membandingkan Tiongkok dengan Kuba, antek remo lupa akan PERBEDAAN
> LUAR BIASA antara keduanya. Di Tiongkok, apa yang dia sebut “bantuan”
> adalah penanaman modal asing yang mengakibatkan  kaum tani menjadi  tenaga
> buruh murah untuk diperas dan diperbudak sehingga keuntungannya diboyong ke
> luar negeri oleh para multinasional, seperti misalnya Appel melalui
> subcontrak perusahaan Taiwan Foxconn yang terkenal dengan rezim kerjanya
> yang tak berkemanusiaan.... Masih mau patantang petenteng membela
> penghisapan terhadap tenaga kerja murah tiongkok!!!  Dan semua itu SAMA
> SEKALI TIDAK TERJADI DI KUBA....
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
> *From: *ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Sent: *Saturday, 2 May 2020 02:21
> *To: *[email protected] <[email protected]>; Tatiana Lukman
> <[email protected]>; nesare <[email protected]>
> *Subject: *Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Hahahaa, ... untuk kesekian kalinya nenek ini hanya membuktikan diri hidup
> dalam mimpinya sendiri saja! Membaca saja sudah TIDAK BISA BENAR! Apa yang
> tertulis berubah jadi apa yang berada dalam pemikirannya sendiri saja, ....
> Memangnya siapa yang menyamakan "SISTIM" Indonesia dengan Kuba, apalagi
> dengan masa ORBA??? Ada2 saja, ....
>
> Tanpa disadari bahwa didunia ini TIDAK SEORANG pun bisa dan berhak
> mengklaim dan menepuk dada dirinyalah yang paling ML-SEJATI! Sedang yang
> berbeda dengan dirinya adalah REMO, PENGHIANAT bangsa, ... apalagi menuduh
> rakyat dan bangsa lain telah menghianati ML-Mao, menempuh dan menjadi
> imperialisme! Lha, dirinya sendiri yang bisanya hanya berkoar-koar TANPA
> dibuktikan dengan KEBERHASILAN nyata membebaskan RAKYAT Indonesia dari
> penindasan Neolib, masih saja menuduh sana-sini dan menyangkal KEBERHASILAN
> perjuangan RAKYAT Tiongkok selama 70 tahun terakhir ini,  bahkan sudah
> diakui dan dikagumi banyak negara didunia ini!
>
>
>
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/1 下午 09:50 寫道:
>
>
>
> He, antek remo, jangan asal jeplak!! Mencampur aduk Tiongkok sosialis
> dengan Tiongkok kapitalis Deng Xiaoping.. Sekarang mencampur aduk Indonesia
> dengan Kuba!!! Begitu gobloknya sehingga tak bisa membedakan sistim di
> Indonesia dengan KUba.... Betul-betul itu satu penghinaan besar terhadap
> Rakyat Kuba dan Fidel castro .. tunjukkan di mana saya pernah membanggakan
> Indonesia???? Sudah tentu yang saya maksud Indonesia ORBA!!! Sudah
> terbuktikan beberapa kali tiongkok kapitalis imperialis meminjamkan utang
> bagaikan parasite, masih berkoar-koar jual pepesan kosong!!!Minta 99 tahun
> jaminan tanpa gangguan, persis seperti kaum colonial Inggris nyewa Hongkong
> !!! Tak pernah bisa membantah kenyataan pemerasan ini, bisanya ngotoooot!!!
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
> *From: *ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Sent: *Friday, 1 May 2020 03:59
> *To: *[email protected]; nesare <[email protected]>
> *Subject: *Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanya BisaDiterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Betuuul juga, kalau HUTANG atau investasi modal asing itu dipandang dari
> sudut transaksi ekonomi, yaaa sewlalu ada untung-rugi nya yang harus
> diperhitungkan baik-baik oleh kedua belah pihak. Bisa TIDAK diterima, .....
> dengan menerjang resiko yang harus dihadapi!
>
> Sehubunganan dengan modal-asing yang diterima, setiap bangsa harus
> perhitungkan betul maunya apa dan apa tujuan menerima masuk modal-asing
> itu. Kalau yang diutamakan berapa% yang bisa masuk kantong dewek, yaa dari
> mana masuknya modal-asing itu sama saja, rakyat banyak yang selalu
> dirugikan! Dan pembangunan ekonomi nasional tetap saja jadi tergantung
> "BANTUAN" asing itu, darimanapun datangnya, ... Jadi, memang sangat, sangat
> tergantung dari KESADARAN nasional bangsa itu sendiri. Makanya, *Tiongkok
> BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas kaki
> sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia dan
> Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja
> terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak
> dibiarkan tetap menderita kemiskinan.*
>
> Karena masalah utamanya bukan menerima atau tidak "BANTUAN" asing itu,
> tapi KESADARAN Rakyat dan kekuatan rakyat dinegeri itu bagaimana, ...
>
>
>
> Salam,
>
> ChanCT
>
>
>
>
>
> 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 08:39 寫道:
>
>
>
> Hutang dengan kata tersembunyinya yaitu investasi adalah transaksi ekonomi.
>
> Hutang ini bisa hutang pribadi, perusahaan dan negara. Orang berhutang dan
> orang yg memberikan hutang itu ada resiko nya.. Ini transaksi keuangan. Ada
> syarat2nya. Ada hukumnya..
>
>
>
> Level perusahaan, yg memberikan hutang itu misalnya bank menanggung
> resiko. Apa resikonya? Duit hutang yg diberikan ke perusahaan itu adalah
> duitnya nasabahnya alias rakyat yg menyimpan uangnya dibank. Jadi bank sbg
> pengelola harus hati2. Ini yg disebut azas prudent itu. Jadi bukan berarti
> yg harus dibela itu selalu yg punya hutang. Lucu kan? Wong duit di bank itu
> milik rakyat yg disimpan dibank dlm bentuk saving.
>
>
>
> Begitu juga dilevel negara ada resikonya. Hanya saja dilevel negara ini
> lebih banyak politiknya dibandingkan dilevel perusahaan/bank yg murni
> bisnis.
>
>
>
> Dilevel perseorangan lebih kuat lagi azas kehati2annya krn duit itu adalah
> duit pribadi seorang teman, saudara, family dll plus hukumnya tidak jelas
> krn itu susah utk tuntut menuntut di pengadilan.
>
>
>
> Jadi hutang berhutang dan investasi itu ada resikonya.
>
> Jadi gak perlu dibela2 dan gak ada yg harus dibela krn kedua belah pihak
> baik debitur/yg meminjam dan kreditur/yg memberikan pinjaman dengan sadar
> melakukan transaksi keuangan. Suatu transaksi keuangan akan selalu ada
> syarat dan resiko.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Sent:* Thursday, April 30, 2020 8:22 AM
> *To:* [email protected]; nesare <[email protected]>
> <[email protected]>; Tatiana Lukman <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan Tanzania
> batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya dengan RRT,
> yang dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak macam begitu, ...!
>
> Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat
> sampai 99 tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima Presiden
> sebelumnya? Tapi, sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan keberhasilan
> Amerika di Tanzania kembali menegakkan pengaruh dan kekuasaannya yang sejak
> awal tahun 60-an berada dibawah pengaruh Tiongkok dengan dimulainya
> pembangunan jalan Kereta Api di Tanzania, ...
>
> Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di
> Malaysia tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek
> KA-Cepat dengan Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok
> mendiamkan saja! Tapi setelah dihitung-hitung investasi dengan Tiongkok
> masih terhitung lebih menguntungkan dalam pembangunan dan kesejahteraan
> rakyat Malaysia, akhirnya, Mahathir bukan hanya memulihkan rencana proyek2
> itu, bahkan menambah investasi baru dengan Tiongkok! Begitu juga terjadi di
> Sri Lanka, Burma, ...!
>
> Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2
> investasi Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi
> begundal Imperialisme AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk dibanyak
> negara didunia ini lebih menguntungkan, ...???
>
>
>
>
>
> 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 07:19 寫道:
>
>
>
> Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg berat.
> Makanya saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan batalkan.
>
>
>
> Oleh bung kan dibesar2kan.. Bagi saya itu normal2 saja krn itu berutang
> dan berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi.
>
>
>
> Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan berinvestasi ini?
> Kan mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu berpendapat bahwa bung anti
> thd hutang dan investasi.
>
>
>
> APAKAH SAYA SALAH?
>
>
>
> Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang bahwa
> bung bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya syaratnya saja yg
> memberatkan.
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Sent:* Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM
> *To:* [email protected]; nesare <[email protected]>
> <[email protected]>
> *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan investasi.
> Yang dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA DITERIMA OLEH PRIA
> MABUK!!!!
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
> *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Sent: *Tuesday, 28 April 2020 15:17
> *To: *[email protected]
> *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi?
>
>
>
> Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya!
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] <[email protected]
> <[email protected]>>
> *Sent:* Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM
> *To:* [email protected] <[email protected]>; Tatiana
> Lukman <[email protected] <[email protected]>>; yahoogroups <
> [email protected]>
> *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
> hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
>
>
>
>
>
> Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas
> nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih
> banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan
> investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu!
>
> Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme
> dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara
> sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang
> membuat kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia
> begitu Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan
> perjanjian pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung,
> nampaknya kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi,
> kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi,
> pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang
> membatalkan seenak duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha
> mempertahankan modal AS dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus
> menghisap tenaga rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja!
>
>
>
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道:
>
>
>
> Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan
> negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang
> yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan
> contoh di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu....
> Seperti dulu Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang
> Tkk.. Jelas yang mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual
> negeri....Jangan lupa komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok
> yang membela utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di
> Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah orang
> yang mabok!!!
>
>
> Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria
> Mabuk
>
> *I.Husni Isnaini*
> <https://jateng.sindonews..com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu,
> 25 April 2020 - 08:16 WIB
>
>
>
>  Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian
> utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China
> senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang
> ditandatangani oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete.
>
>
> *Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di
> Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang,
> kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan
> perjanjian pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.*
> Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah
> menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun *pelabuhan
> dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin
> pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan.*
>
>
>
> Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin
> (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan
> diterima oleh pemerintahan Kikwete
> *adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan
> kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan selama
> periode itu.*
> Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga
> Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian.
> Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi
> yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan
> itu ditandatangani.
>
> Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang
> dan menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun,
> bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya.
>
> Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan
> pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan
> persetujuan pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para
> investor tidak memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah
> Magufuli sehingga perjanjian itu dibatalkan.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
> Windows 10
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke