*Apa faedah dari debat ini?* On Sun, May 3, 2020 at 2:23 PM 'nesare' [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote:
> > > Iya betul Tatyana itu tidak comfortable ngomong ttg hutang ini. > > Sebentar dia bilang dia sudah diskusi sama saya ttg hutang dulunya. Lalu > dia bilang skrg lagi tidak ngomong ttg hutang, sedangkan dia lagi menyerang > dgn hutang pakai syarat. > > > > Susah memang berdiskusi tanpa mengerti substansinya. Akhirnya ya krn tidak > menguasai ttg prinsip2 artinya sebuah hutang, jadilah klaim2, teriakan2 yg > bernada slogan tidak berarti saja. > > > > Saya sebetulnya dalam milis ini lebih banyak nulis ttg bisnis ekonomi krn > menurut saya ini lemahnya dimilis ini. Di milis yg lain dulu karena > anggota2nya kurang memahami sosialisme dan komunisme terutama sejarah PKI, > saya lebih banyak menulis ttg sosialisme dan komunisme terutama PKI shg > saya dipanggil kamerad hehehe lucu sekali. Kedua kubu ini selalu saling > menyalahkan tanpa mengerti substansinya. Disini repotnya kalau kita hanya > mau menang sendiri, mengklaim kita yg paling benar. Mana bisa kita mengerti > pendapat lawan kita baik ideologi, agama dll tanpa mengerti apa yg ada > didalam otak lawan2 kita itu? Ya mboten kata orang jawa. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Saturday, May 2, 2020 7:29 PM > *To:* [email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>; > nesare <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Hehehee, .... nenek ini sedang berkelit atau sengaja hendak mengalihkan > persoalan? Lha, jelas yang dibicarakan masalah UTANG, kok sekarang mau > bilang TIDAK bicara soal utang, ...???!!! > > Tapi, ... terimakasih bung Nesare telah memperjelas persoalan, soal UTANG > tersebut! Tak ada didunia ini NEGARA yang TIDAK ADA UTANG! Termasuk negara > maju Amerika dan Tiongkok yang juga memberi utang kebanyak negara, ...! > Inilah KENYATAAN yang nyata terjadi, dan hendak disangkal nenek yang satu > ini. > > Sedang yang saya permasalahkan, buat apa dan bagaimana negara itu, > khususnya negara-negara sedang berkembang menggunakan UTANG itu? Bisa tidak > menggunakan UTANG itu, darimanapun datangnya, termasuk dari IMF/BD > digunakan untuk kemajuan ekonomi nasional dan meningkatkan kemakmuran > rakyat banyak! Dengan kalimat berikut: *Tiongkok BERHASIL menggunakan > "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas kaki sendiri, sedang banyak > negara sedang berkembang, termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan > nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada > "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita > kemiskinan.* > > > > Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/3 上午 12:05 寫道: > > > > Tujuan anda membela antek remo. Kalimatnya begitu jelas. Ditaruh kata > sambung DAN antara Indoensia dan Kuba... Jadi bukan HANYA Kuba, tapi > Indonesia juga. Di sini saya tidak bicara soal UTANG!! Anda mau bicara > soal utang, ya bicaralah sendiri. Itu bukan urusan saya. > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Saturday, 2 May 2020 16:37 > *To: *[email protected] > *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Saya salahnya mengetik itu tulisannya bung. > > Saya tahu itu tulisannya bung Chan. > > > > Isinya tidak ada salahnya. Memang itu kan pendapat bung bahwa hutang itu > salah? > > > > Bung salah besar dan tidak teliti (saya gak pakai istilah asal jeplak. > Aneh saja sedikit2 langsung bung ini langsung mencap orang asal jeplak, > sedangkan hanya salah tulis) ketika mengatakan “Saya justru marah besar > karena si antek remo dengan menulis “termasuk Indonesia dan Kuba yang > dibanggakan nenek Tatiana itu,” menuduh saya seolah-olah saya membanggakan > Indonesia dan Kuba!!!” > > > > Bung salah mengartikannya. Bung chan itu bilang bung bangga sama kuba > saja, bukan Indonesia. Ini salah bacanya. Tidak telitinya ttp bukan asal > jeplak. > > > > Isinya komentar saya mah tetap berlaku bahwa bung anti hutang. > > > > Saya lagi coba mengerti bung saja. Iseng2 gak ada yg serius dan harus > dimaki2. > > > > Dalam diskusi hutang Tanzania kan bung bilang hutang dgn syarat. Ingat ini > loh. Saya menyangsikannya krn saya masih berpendapat bung itu anti hutang.. > Pokoke gak suka sama yg namanya hutang. Dalam mengikuti tulisan2 bung, saya > berkesimpulan begini ini ada sebabnya. Kenapa? Karena bung dgn ideologi > komunisnya membenci kapitalisme terutama usa dgn IMF dan world banknya yg > ngasih2 pinjaman keseluruh dunia. > > > > Apakah saya salah berkesimpulan bung itu anti hutang bukan sekedar hutang > dgn syarat? Hanya mau coba klarifikasi saja.. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > <[email protected]> > *Sent:* Saturday, May 2, 2020 10:21 AM > *To:* [email protected]; nesare <[email protected]> > <[email protected]> > *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk [1 Attachment] > > > > > > Kalau mau bikin komentar, baca baik-baik, jangan asal jeplak. > > Kalimat “termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, > sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing > teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan.” ini > BUKAN kalimat saya!!!!! Itu adalah kalimat sahabat tercinta dan sepandangan > anda, si antek remo!!!! Saya justru marah besar karena si antek remo dengan > menulis “termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu,” > menuduh saya seolah-olah saya membanggakan Indonesia dan Kuba!!! Antek remo > meletakkan Kuba sejajar dengan Indonesia..Itu saya tolak!! “Indonesia dan > Kuba” di sini tentu maksudnya pemerintah dan sistim yang dikelolanya!! > > > > Sedangkan soal hutang, saya sudah pernah diskusi dengan anda beberapa > tahun yang lalu, tak perlu buang waktu!!! > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Saturday, 2 May 2020 14:40 > *To: *[email protected] > *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Tatyana: termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, > sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing > teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan.” > > > > Nesare: kalau bung mengatakan Indonesia dan kuba terpuruk krn hutang, > ini hanya sebagian saja benarnya. Memang hutang akan membuat ekonomi suatu > negara akan terpuruk kalau tidak dikelola dgn baik dan benar. Hutang kalau > dikelola dgn baik dan benar bisa jadi leverage dalam menggerakkan > perekonomian suatu negara.. Coba lihat negara2 maju semuanya punya hutang.. > Ini pasti. Tidak ada 1 negara pun didunia ini yg tidak punya hutang! Memang > ada negara2 yang debt ratio nya rendah sekali seperti makau, british virgin > island, brunei, Lichtenstein, singapura ttp tetap punya debt. > > > > Saya sebetulnya berkesimpulan bung ini selalu menyalahkan hutang melulu > utk kegagalan suatu negara dalam mengelola ekonominya. Disamping hutang > ini, saya juga berpendapat bung begitu rajinnya menekankan ideologi. Dua > hal ini menjadikan bung menjadi salah kaprah dalam melihat suatu masalah > pada akhirnya. > > Negara itu berjalan baik maju maupun mundur itu bukan krn hanya 2 faktor > itu: hutang dan ideologi. Mestinya ini gak perlu ditulis, tetapi sekedar > menyadarkan bung saja. Ada hal lain spt korupsi, politik, kerja sama dgn > negara lain, keamanan, mental bangsa, persatuan bangsa, kekompakan bangsa, > keuletan bangsa, system hukum, system pendidikan, niat baik terutama > pemimpin negara dlsbg. > > > > Jangan hanya terpaku dengan hutang dan idelogi. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Saturday, May 2, 2020 6:19 AM > *To:* [email protected]; ChanCT <[email protected]>; nesare < > [email protected]> > *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk [1 Attachment] > > > > > > Makanya, Tiongkok BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri > diatas kaki sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk > Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang > masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat > banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan. > > Apa arti bagian kalimat yang saya beri warna kuning itu? ...Indonesia DAN > Kuba yang dibanggakan.... apa yang dimaksud dengan Indonesia dan Kuba..? > Bagi roang yang otaknya beres sudah tentu pemerintahan, dan pemerintahan > berhubungan erat dengan sistim yang dikelolanya.... > > Dalam membandingkan Tiongkok dengan Kuba, antek remo lupa akan PERBEDAAN > LUAR BIASA antara keduanya. Di Tiongkok, apa yang dia sebut “bantuan” > adalah penanaman modal asing yang mengakibatkan kaum tani menjadi tenaga > buruh murah untuk diperas dan diperbudak sehingga keuntungannya diboyong ke > luar negeri oleh para multinasional, seperti misalnya Appel melalui > subcontrak perusahaan Taiwan Foxconn yang terkenal dengan rezim kerjanya > yang tak berkemanusiaan.... Masih mau patantang petenteng membela > penghisapan terhadap tenaga kerja murah tiongkok!!! Dan semua itu SAMA > SEKALI TIDAK TERJADI DI KUBA.... > > > > > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Saturday, 2 May 2020 02:21 > *To: *[email protected] <[email protected]>; Tatiana Lukman > <[email protected]>; nesare <[email protected]> > *Subject: *Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanyaBisaDiterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Hahahaa, ... untuk kesekian kalinya nenek ini hanya membuktikan diri hidup > dalam mimpinya sendiri saja! Membaca saja sudah TIDAK BISA BENAR! Apa yang > tertulis berubah jadi apa yang berada dalam pemikirannya sendiri saja, .... > Memangnya siapa yang menyamakan "SISTIM" Indonesia dengan Kuba, apalagi > dengan masa ORBA??? Ada2 saja, .... > > Tanpa disadari bahwa didunia ini TIDAK SEORANG pun bisa dan berhak > mengklaim dan menepuk dada dirinyalah yang paling ML-SEJATI! Sedang yang > berbeda dengan dirinya adalah REMO, PENGHIANAT bangsa, ... apalagi menuduh > rakyat dan bangsa lain telah menghianati ML-Mao, menempuh dan menjadi > imperialisme! Lha, dirinya sendiri yang bisanya hanya berkoar-koar TANPA > dibuktikan dengan KEBERHASILAN nyata membebaskan RAKYAT Indonesia dari > penindasan Neolib, masih saja menuduh sana-sini dan menyangkal KEBERHASILAN > perjuangan RAKYAT Tiongkok selama 70 tahun terakhir ini, bahkan sudah > diakui dan dikagumi banyak negara didunia ini! > > > > > > Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/1 下午 09:50 寫道: > > > > He, antek remo, jangan asal jeplak!! Mencampur aduk Tiongkok sosialis > dengan Tiongkok kapitalis Deng Xiaoping.. Sekarang mencampur aduk Indonesia > dengan Kuba!!! Begitu gobloknya sehingga tak bisa membedakan sistim di > Indonesia dengan KUba.... Betul-betul itu satu penghinaan besar terhadap > Rakyat Kuba dan Fidel castro .. tunjukkan di mana saya pernah membanggakan > Indonesia???? Sudah tentu yang saya maksud Indonesia ORBA!!! Sudah > terbuktikan beberapa kali tiongkok kapitalis imperialis meminjamkan utang > bagaikan parasite, masih berkoar-koar jual pepesan kosong!!!Minta 99 tahun > jaminan tanpa gangguan, persis seperti kaum colonial Inggris nyewa Hongkong > !!! Tak pernah bisa membantah kenyataan pemerasan ini, bisanya ngotoooot!!! > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Friday, 1 May 2020 03:59 > *To: *[email protected]; nesare <[email protected]> > *Subject: *Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanya BisaDiterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Betuuul juga, kalau HUTANG atau investasi modal asing itu dipandang dari > sudut transaksi ekonomi, yaaa sewlalu ada untung-rugi nya yang harus > diperhitungkan baik-baik oleh kedua belah pihak. Bisa TIDAK diterima, ..... > dengan menerjang resiko yang harus dihadapi! > > Sehubunganan dengan modal-asing yang diterima, setiap bangsa harus > perhitungkan betul maunya apa dan apa tujuan menerima masuk modal-asing > itu. Kalau yang diutamakan berapa% yang bisa masuk kantong dewek, yaa dari > mana masuknya modal-asing itu sama saja, rakyat banyak yang selalu > dirugikan! Dan pembangunan ekonomi nasional tetap saja jadi tergantung > "BANTUAN" asing itu, darimanapun datangnya, ... Jadi, memang sangat, sangat > tergantung dari KESADARAN nasional bangsa itu sendiri. Makanya, *Tiongkok > BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas kaki > sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia dan > Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja > terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak > dibiarkan tetap menderita kemiskinan.* > > Karena masalah utamanya bukan menerima atau tidak "BANTUAN" asing itu, > tapi KESADARAN Rakyat dan kekuatan rakyat dinegeri itu bagaimana, ... > > > > Salam, > > ChanCT > > > > > > 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 08:39 寫道: > > > > Hutang dengan kata tersembunyinya yaitu investasi adalah transaksi ekonomi. > > Hutang ini bisa hutang pribadi, perusahaan dan negara. Orang berhutang dan > orang yg memberikan hutang itu ada resiko nya.. Ini transaksi keuangan. Ada > syarat2nya. Ada hukumnya.. > > > > Level perusahaan, yg memberikan hutang itu misalnya bank menanggung > resiko. Apa resikonya? Duit hutang yg diberikan ke perusahaan itu adalah > duitnya nasabahnya alias rakyat yg menyimpan uangnya dibank. Jadi bank sbg > pengelola harus hati2. Ini yg disebut azas prudent itu. Jadi bukan berarti > yg harus dibela itu selalu yg punya hutang. Lucu kan? Wong duit di bank itu > milik rakyat yg disimpan dibank dlm bentuk saving. > > > > Begitu juga dilevel negara ada resikonya. Hanya saja dilevel negara ini > lebih banyak politiknya dibandingkan dilevel perusahaan/bank yg murni > bisnis. > > > > Dilevel perseorangan lebih kuat lagi azas kehati2annya krn duit itu adalah > duit pribadi seorang teman, saudara, family dll plus hukumnya tidak jelas > krn itu susah utk tuntut menuntut di pengadilan. > > > > Jadi hutang berhutang dan investasi itu ada resikonya. > > Jadi gak perlu dibela2 dan gak ada yg harus dibela krn kedua belah pihak > baik debitur/yg meminjam dan kreditur/yg memberikan pinjaman dengan sadar > melakukan transaksi keuangan. Suatu transaksi keuangan akan selalu ada > syarat dan resiko. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > <[email protected]> > *Sent:* Thursday, April 30, 2020 8:22 AM > *To:* [email protected]; nesare <[email protected]> > <[email protected]>; Tatiana Lukman <[email protected]> > <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan Tanzania > batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya dengan RRT, > yang dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak macam begitu, ...! > > Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat > sampai 99 tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima Presiden > sebelumnya? Tapi, sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan keberhasilan > Amerika di Tanzania kembali menegakkan pengaruh dan kekuasaannya yang sejak > awal tahun 60-an berada dibawah pengaruh Tiongkok dengan dimulainya > pembangunan jalan Kereta Api di Tanzania, ... > > Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di > Malaysia tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek > KA-Cepat dengan Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok > mendiamkan saja! Tapi setelah dihitung-hitung investasi dengan Tiongkok > masih terhitung lebih menguntungkan dalam pembangunan dan kesejahteraan > rakyat Malaysia, akhirnya, Mahathir bukan hanya memulihkan rencana proyek2 > itu, bahkan menambah investasi baru dengan Tiongkok! Begitu juga terjadi di > Sri Lanka, Burma, ...! > > Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2 > investasi Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi > begundal Imperialisme AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk dibanyak > negara didunia ini lebih menguntungkan, ...??? > > > > > > 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 07:19 寫道: > > > > Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg berat. > Makanya saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan batalkan. > > > > Oleh bung kan dibesar2kan.. Bagi saya itu normal2 saja krn itu berutang > dan berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi. > > > > Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan berinvestasi ini? > Kan mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu berpendapat bahwa bung anti > thd hutang dan investasi. > > > > APAKAH SAYA SALAH? > > > > Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang bahwa > bung bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya syaratnya saja yg > memberatkan. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > <[email protected]> > *Sent:* Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM > *To:* [email protected]; nesare <[email protected]> > <[email protected]> > *Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan investasi. > Yang dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA DITERIMA OLEH PRIA > MABUK!!!! > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Tuesday, 28 April 2020 15:17 > *To: *[email protected] > *Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi? > > > > Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya! > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected] > <[email protected]>> > *Sent:* Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM > *To:* [email protected] <[email protected]>; Tatiana > Lukman <[email protected] <[email protected]>>; yahoogroups < > [email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China > hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk > > > > > > Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas > nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih > banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan > investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu! > > Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme > dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara > sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang > membuat kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia > begitu Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan > perjanjian pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, > nampaknya kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, > kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, > pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang > membatalkan seenak duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha > mempertahankan modal AS dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus > menghisap tenaga rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja! > > > > > > Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道: > > > > Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan > negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang > yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan > contoh di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu.... > Seperti dulu Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang > Tkk.. Jelas yang mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual > negeri....Jangan lupa komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok > yang membela utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di > Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah orang > yang mabok!!! > > > Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria > Mabuk > > *I.Husni Isnaini* > <https://jateng.sindonews..com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu, > 25 April 2020 - 08:16 WIB > > > > Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian > utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China > senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang > ditandatangani oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete. > > > *Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di > Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang, > kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan > perjanjian pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.* > Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah > menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun *pelabuhan > dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin > pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan.* > > > > Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin > (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan > diterima oleh pemerintahan Kikwete > *adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan > kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan selama > periode itu.* > Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga > Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian. > Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi > yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan > itu ditandatangani. > > Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang > dan menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun, > bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya. > > Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan > pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan > persetujuan pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para > investor tidak memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah > Magufuli sehingga perjanjian itu dibatalkan. > > > > > > > > > > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > > > > > > > > > > > >
