Bagus sekali bung Chan bung sempat menerjemahkan "Inilah Tiongkok".
    Banyak hal yang positif dan menarik untuk di simak  dari dua pembicara  
Zhang wei wei dan Wang shau guang. Dengan membaca terjemahan bung ini saya 
merasa banyak hal baru yang bisa ditemukan.
   Dengan demikian bung duduk-duduk  tidak keluar rumah menerjemahkan. Saya 
duduk-duduk tidak keluar rumah membaca yang bung terjemahkan.  Sama-sama 
memikul tanggung jawab. Ha ..ha..ha.....
   Salam dari utara.
        SM.
    Den onsdag 29 april 2020 10:24:37 CEST, ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> skrev:  
 
     
 

Bung Lin, ... selama ini saya belum pernah ketemu acara "Inilah Tiongkok" Prf. 
Zhang Weiwei ini diterjemahkan juga dalam bhs. Inggris. 
 
 
Saya iseng-iseng terjemahkan karena tertarik dengan cara dia menguraikan 
pemikian dalam menjelaskan Tiongkok! Hanya saja, kudu dibantu oleh kawan-kawan  
memberi saran PERBAIKAN, khususnya dalam penggunaan istilah yang saya pakai 
mungkin ada kekurangan bahkan kesalahan. Apalagi sehubungan masalah teori, 
politik dan ekonomi, ...
 
Sebenarnya saja, semalam setelah selesai dan saya orbitkan didunia maya, saat 
rebah tidur saya merenungkan kembali yang kurang sreg dengan JUDUL tulisan. 
Rasanya kalau Kebijaksanaan ditaroh didepan, jadi penekanannya pada 
Kebijaksanaan dari Garis-Politik? Padahal, isi acara itu menitik-beratkan cara 
berpikir Rakyat Tiongkok yang berfokus pada Garis-Politik, berbeda dengan orang 
Barat yang berfokus pada Sistem-Politik/Pemerintahan. Sejak ribuan tahun yl. 
Rakyat Tiongkok saangat BIJAKSANA telah berfokus pada Garis Politik! Itulah 
sebab Reformasi Politik didunia ini hanya RRT yang berhasil cukup baik, ... 
Jadi, bukankah lebih baik dann jitu kalau judul diterjemahkan menjadi Garis 
Politik Rakyat Tiongkok Yang Bijaksana!!! Atau, ... mungkin ada pendapat lain 
yang lebih jitu?
 
 
Mohon saran bung dan kawan-kawan sekalian di GELORA45, ...
 
Terimakasih!
 
Salam,
 
ChanCT
 

 
 

 
 Hsin Hui Lin 於 2020/4/29 上午 10:34 寫道:
  
 Bg. Chan, apakah ada terjemahan dalam bahasa Inggris. Salam, lin   
  On Tue 28 Apr, 2020, 7:19 PM ChanCT [email protected] [GELORA45], 
<[email protected]> wrote:
  
       
 
 
 
 
<<Inilah Tiongkok>> ke-52:
 
                Kebijaksanaan Garis Politik Rakyat Tiongkok
 
•  Zhang WeiWei: Profesor Universitas Fudan, Dekan Akademi Ilmu Pengetahuan 
Tiongkok dan Anggota Riset Institut Penelitian Strategi Pengembangan Musim 
Semi-Gugur
 
•  Wang Shaoguang: Profesor Universitas Tsinghua, Profesor Emeritus Chines 
Universitas Hong Kong
 
2020-04-26 
 
Sumber: Guan Cha-Net
 
https://www.guancha.cn/ZhangWeiWei/2020_04_26_548268_s.shtml
 
https://www.youtube.com/watch?v=McqdyN6PPPs
 
Diterjemahkan Oleh: ChanCT
 
 
 
【Pemikiran politik Tiongkok menitik-beratkan pada Garis-Politik, dengan 
bijaksana lebih dahulu memperjelas Garis-Politik, berangkat dari Garis-Politik 
lebih lanjut mendalami sistem politik atau pemerintahan.
 
Cara berpikir orang Barat berdasarkan sistem politik, sedang sistem politik 
hanyalah bagian sangat kecil dari Garis-Politik. Jadi, Garis-Politik merupakan 
cara berpikir yang lebih besar dari sistem politik.
 
Segala Garis-Politik merupakan gabungan sistem politik yang lebih besar dan 
kompleks. Jadi, ketika anda memandang perkembangan sistem politik yang kompleks 
dengan pemikiran sistem politik komunitas yang sederhana, itu pasti menjadi 
omong kosong saja. Karena segala sistem politik dalam skala besar dari 
komunitas yang kompleks adalah rumit. Dunia ini sangat rumit, politik adalah 
sangat rumit. Jadi, saat kita memandang dunia, kita juga harus memandang dan 
menjawabnya dengan mata yang rumit.
 
Tanggal 6 April yang lalu, Acara <<Inilah Tiongkok>> ke-52 yang diselenggarakan 
Oriental Satellite TV, dengan nara sumber Profesor Zhang Weiwei, dari 
Universitas Fudan, Dekan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Anggota Riset 
Institut Penelitian Strategi Pengembangan Musim Semi-Gugur, dan Profesor Wang 
Shaoguang, Profesor Universitas Tsinghua, Profesor Emeritus Chines Universitas 
Hong Kong, berdiskusi bersama "Kemampuan Negara Mengelola" yang berbeda antara 
Timur dan Barat. GuanCha Network mengedit acara TV untuk para pembaca.】
 

 
 
 
 
Zhang Weiwei:
 
Desember tahun lalu, meledak pemogokan nasional berskala besar di Prancis, 
jutaan orang turun ke jalan dan angkutan umum lumpuh. Alasan pemogokan itu 
disebabkan Presiden Macron ingin mereformasi sistem pensiun Prancis. Pada awal 
sistem pensiun Prancis dibentuk, dirancang bagi tingkat atas, dan sekarang ada 
42 jenis. Kuncinya adalah pemerintah Prancis mengalami defisit dalam jangka 
panjang, sedang sistem pensiun semakin menjadi beban yang tak lagi mampu 
didukung pemerintah. Dari apa yang kami ketahui, Macron ingin menyederhanakan 
sistem pensiun Prancis dengan menunda usia pensiun, tetapi segera menyebabkan 
pemogokan umum melanda dinegara itu. Faktanya, ada masalah yang lebih besar di 
belakangnya: Ekonomi Perancis telah lesu sejak lama, kebanyakan orang belum 
meningkatkan pendapatan nyata selama 20 tahun terakhir, dan tingkat 
pengangguran tetap tinggi untuk jangka penjang.
 
Saya sering melihat jajak pendapat Ipsos. Setiap kali melihat judul Pertanyaan: 
Apakah negara anda sudah berada di jalur yang benar? Ternyata hanya 10-20% 
orang Prancis dalam beberapa tahun terakhir ini merasa dan berpikir negara 
mereka berada di jalur yang benar. Tahun 2017, di Belanda, saya berdebat dengan 
filosuf Perancis Bernard Henry Levi, yang menuduh Tiongkok melakukan 
pelanggaran HAM besar-besaran. Saya menyatakan, "Pikirkan urusan kalian sendiri 
sajalah!" Jaga urusan kalian sendiri. Saya perhatikan ditahun 2016, jajak 
pendapat Ipsos, 90% orang Tiongkok merasa negara mereka berada di jalan yang 
benar, sementara orang Prancis hanya 11% yang merasa negara mereka berada di 
jalan benar. Saya bertanya padanya, kalau 89% orang Prancis merasa negara 
mereka berada di jalan yang salah. Sudahkah Anda meneliti berapa banyak ketidak 
puasan yang terjadi dan apakah itu sesuai dengan hak asasi manusia?
 
Mengenai Amerika Serikat, saya ingat kami di acara ini juga pernah 
membicarakan, saat Presiden Obama berkuasa, slogan yang diajukan reformasi. 
Setelah lewat 8 tahun kemudian, reformasi asuransi kesehatan yang susah payah 
digerakkan, tetapi oleh Trump begitu menjabat Presiden segera dibatalkan, sama 
saja tidak ada perubahan! Yang ingin saya katakan adalah, di dunia sekarang 
ini, negara-negara sebenarnya menghadapi banyak tantangan dan semua perlu 
reformasi. Prancis membutuhkan reformasi, negara-negara Eropa membutuhkan 
reformasi, Amerika Serikat membutuhkan reformasi, dan Tiongkok juga perlu 
reformasi, tetapi mungkin hanya Tiongkok yang benar-benar bisa melakukan 
reformasi. Karena reformasi harus mengatasi halangan kepentingan pribadi. 
 
Di Barat tidak partai politik demi kepentingan keseluruhan seperti Partai 
Komunis Tiongkok, yang ada di Barat hanyalah partai-partai mewakili kepentingan 
kelompok sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sulit berdasarkan kepentingan 
keseluruhan rakyat mengatasi rintangan berbagai kepentingan kelompok. Di 
negara-negara Barat, sering kali kali yang menjalankan reformasi dipukul 
mundur, atau hanyalah suara keras reformasi menggelegar seperti guntur tapi tak 
turun hujan, jadi tidak ada yang berubah membaik.
 
Januari lalu saya menghadiri pertemuan Davos, Swiss. Ketika itu, saya melihat 
daftar peserta sidang, politikus kekuatan Barat hampir semua ada di sana, 
tetapi disaat terakhir, ternyata Presiden Trump tidak bisa hadir, karena 
pemerintah AS sedang melalui Pemerintahan ditutup terpanjang dalam sejarah. 
Presiden Trump, yang sudah 73, dan Ketua Dewan Perwakilan AS, Pelosi, 79, 
saling tengkar. Ketua Dewan menutup pemerintah dan mencegah Presiden membuat 
laporan atas nama Negara, melarang Presiden menggunakan hak istimewa presiden 
dan berpergian gunakan pesawat khusus. Jadi seperti anak kecil yang bertengkar 
di rumah. Theresa May, Perdana Menteri saat itu, karena Brexit sangat kecewa 
juga tidak dapat menghadiri pertemuan itu. Pada saat itu, gerakan protes "Rompi 
Kuning" besar-besaran meledak di Prancis, Presiden Macron dibuat sibuk untuk 
mengatasi, juga tidak bisa hadir.
 
3 pemimpin utama dari kekuatan Barat yang semula sudah dijadwalkan hadir, tidak 
dapat menghadiri pertemuan karena krisis politik dalam negeri. Karena itu, 
dalam pidato forum itu, saya berbicara tentang perlu reformasi politik di 
negara-negara Barat. Saya perhatikan ketika saya mengatakan begitu, tawa 
terbahak datang dari bawah. Karena di masa lalu, Barat lah yang selalu 
menggunakan istilah Reformasi politik menyodok negara-negara sosialis, tapi 
sekarang justru membalik ke Barat, Angin Timur dengan "Express" jitu mengenai 
sasaran, sangat bagus.
 
Kenyataannya, semakin banyak orang Barat memahami tanpa reformasi politik, 
negara-negara Barat akan merosot sepanjang jalan. Tahun lalu, di Forum Davos, 
juga dilangsungkan sebuah konferensi khusus dengan topik "Apa yang harus 
dilakukan pengusaha dalam menghadapi tata kelola negara umumnya menurun? 
Menghadapi krisis bertubi-tubi yang makin berat dan tidak bisa jalankan 
reformasi, apa penyebab sesungguhnya?", membahas dibawah kemerosotan umum 
kemampuan tata kelola negara-negara Barat dan munculnya kekuatan populisme, 
inilah masalah besar yang dihadapi Barat.
 
Hari ini, saya hanya ingin memulai dari sudut pandang rakyat Tiongkok dan 
berbicara tentang Garis-Politik dan pandangan Sistem-Politik rakyat Tiongkok, 
atau yang dikatakan kebijaksanaan Garis-Politik Rakyat Tiongkok ini. Topik ini, 
pandangan sarjana Tiongkok Mou Zongsan dan Wang Shaoguang yang hadir saat ini 
cukup representatif. Mou Zongsan pernah menulis sebuah buku berjudul 
"Garis-Politik dan Kelola Pemerintahan" (“Politics and Governance”). Beliau 
mendefinisikan politik sebagai doktrin kekuasaan politik, menganggap politik 
Tiongkok selalu lebih mementingkan tata kelola dari pada garis-politik.
 
Sedang Prof. Wang Shaoguang dengan buku "Garis-Politik Tiongkok", dan saya 
pribadi mendukung pandangan Prof. Shao Guang. Prof. Shao Guang menunjukkan 
tradisi Tiongkok sangat mementingkan Garis-Politik, sementara tradisi Barat 
lebih memperhatikan Sistem-Politik. Yang dimaksudkan Garis-Politik adalah 
Tujuan dan Konsep pemerintahan negara dalam tata kelola dengan berfokus pada 
hasil aktual yang terjadi. Para pemikir tradisional Tiongkok telah melakukan 
berbagai diskusi mendalam tentang Garis-Politik, baik itu dari Konfusianisme, 
legalisme, Taoisme, atau Mohistme, ada banyak pandangan dan ekspresi yang 
representatif, seperti etika kekuasaan negara, kekuasaan monarki, kekuasaan 
anarkis dll. Sedang Negara-negara Barat beranggapan Sistem-Politik adalah yang 
paling penting. Pemerintahan mengacu pada sistem politik, bentuk dan prosedur, 
dll., Dengan demikian muncullah kerangka analisa yang disebut "Demokrasi atau 
Otokrasi", bahkan memaksakan kerangka tersebut diterapkan untuk Tiongkok. Tanpa 
melihat dunia yang kami hadapi sangat kompleks, tidak mampu menjelaskan dunia 
aneka ragam. Biarlah nanti Prof. Shao Guang sendiri menjelaskan pandangannya 
kepada kita semua.
 
Karena tradisi penelitian politik Barat diletakkan pada Pemerintahan dengan 
lebih memperhatikan sistem politik, lebih dari 400 tahun yang lalu, setelah 
misionaris Italia Matteo Ricci tiba di Tiongkok, jadi pusing kepala saat 
membaca sistem politik Tiongkok. Dalam buku "Notes of Matteo Ricci", beliau 
terjebak dalam dilema. Dengan dasar pandangan sistem klasifikasi filsafat 
Yunani kuno, Aristoteles. Sebagaimana kita ketahui, Aristoteles struktur 
politik dunia terbagi menjadi dua kategori, yang satu otentik dan merupakan 
sistem politik yang baik, sedang sistem politik yang lain sesat dan tidak baik. 
Sistem yang baik dibagi menjadi tiga jenis: monarki, aristokrasi, dan republik. 
 
Kemudian, Matteo menemukan bahwa ada seorang kaisar di Tiongkok, dalam 
pengertian ini, kaisar Tiongkok yang seharusnya dianggap kekuasaan monarki, 
ternyata di Tiongkok, birokrasi hasil pemilihan dari ujian dan pemeriksaan 
ketat kekaisaran, jadi jelas bukan pemerintahan Monarkis. Tapi, lebih mendekati 
Pemerintahan Bangsawan. Namun kemudian, tetap dirasakan ternyata keliru. 
Birokrasi di Tiongkok jelas berbeda dengan bangsawan Eropa. Status birokrat di 
Tiongkok tidak turun-temurun, tetapi diperoleh melalui ujian pemeriksaan 
kekaisaran. Jadi Matteo akhirnya berpikir bahwa Tiongkok mungkin lebih dekat 
dengan pemerintahan demokratis. Tetapi berdasarkan klasifikasi Aristoteles, 
demokrasi termasuk dalam pemerintahan yang kurang baik, yang hampir setara 
dengan pemerintahan bandit.
 
Perbedaan sikap budaya Garis-Politik dan Kekuasaan Pemerintahan Tiongkok dan 
Barat, mungkin berasal dari perbedaan sejarah dalam peta tata kelola dikedua 
pihak. Dipandang dari jumlah populasi, sebagian besar negara-kota Yunani kuno 
hanyalah setara dengan desa dan kota-kabupaten di Tiongkok saja, dan dengan 
sementara bentuk pemerintahan tetap saja sudah dapat memecahkan masalah yang 
mereka hadapi. Namun, bagi satu negara Tiongkok yang jauh lebih besar, 
politikus jarang berpegang pada pemerintahan tertentu, tetapi berfokus pada 
tujuan dan konsep pemerintahan, cara pembentukan pengaturan dan kelembagaan 
mereka sendiri di sekitar ini. Oleh karena itu, secara historis, pengadilan 
kekaisaran Tiongkok terkadang menekankan aturan hukum, kadang-kadang menekankan 
moral-etika, bahkan terkadang Peraturan dengan tidak berbuat apapun, dan 
sebaliknya kombinasikan berbagai cara bersamaan, dll sesuai dengan situasi dan 
tahapan yang berbeda. 
 
Tetapi secara menyeluruh, Tiongkok jelas menempatkan Garis-Politik di atas 
Pemerintahan. Dengan kata lain, pemerintahan negara harus terlebih dahulu jelas 
Garis- Politik, dari Garis-Politik berlanjut mendalami pemerintahan, membangun 
sistem politik, mereformasi sistem politik, dan memperbaiki sistem politik, dan 
bukan sebaliknya. Metode pemikiran Garis-Politik dan etika semacam ini tak 
perlu diragukan lagi merupakan kebijaksanaan utama bagi Pemerintahan Tiongkok.
 
Pada 1980-an, pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping pernah mengatakan, untuk menilai 
kualitas sistem politik suatu negara tergantung pada tiga standar utama.. 
 
Pertama, apakah situasi politik nasional stabil, 
 
kedua, bisa tidak meningkatkan persatuan rakyat dan meningkatkan kehidupan 
rakyat. Patut dicatat, Kamerad Xiaoping mengaitkan persatuan rakyat dan 
peningkatan kehidupan masyarakat. Kesatuan tersebut sangat penting. Dari 
pengalaman kebangkitan Tiongkok, ditengah proses "Musim Semi Arab" ke "Musim 
Dingin Arab", dari kekacauan politik yang terjadi di Taiwan dan Hong Kong 
terakhir ini, hingga kerusuhan teror merajalela dari "tiga unsur kekuatan" yang 
pernah terjadi di Xinjiang negara kami, dapat terlihat bahwa persatuan rakyat 
terkait erat dengan kualitas hidup rakyat. Tanpa persatuan rakyat, yang 
terlihat adalah penderitaan hidup rakyat banyak, dan bahkan bencana kepunahan. 
 
Yang ketiga, tergantung apakah tenaga-produksi dapat terus berkembang lebih 
lanjut. 
 
Saya pribadi berpendapat, 3 standar Deng Xiaoping tersebut juga bisa dikatakan 
sebagai standar pemikiran Garis-Politik.
 
Ketiga standar politik ini bisa juga digunakan untuk perbandingan 
internasional. Jika kita menggunakan ini untuk menilai negara-negara yang 
mengadopsi model Barat "Musim Semi Arab", maka kinerjanya akan buruk bahkan 
menjadi bencana besar. Situasi politik nasional terus bergejolak, rakyat 
terpecah belah, mata pencaharian rakyat lebih sulit, dan beberapa negara 
terjebak kedalam perang saudara menyeluruh, bahkan hancur berantakan, dengan 
tenaga produksi terpukul rusak parah. Kita juga dapat menggunakan ketiga 
standar politik tersebut untuk menganalisis negara-negara Barat sekarang ini, 
dimana stabilitasnya sudah tidak sebaik dahulu. Meskipun sebagian besar dari 
mereka belum jatuh ke dalam kekacauan menyeluruh, karena sebagian besar 
negara-negara ini masih memiliki simpanan makanan untuk dimakan, termasuk 
peninggalan akumulasi kekayaan ratusan tahun lalu, Kekayaan hasil rampasan 
sepanjang sejarah koloni yang terakumulasi dll. Kekayaan lagi.
 
Tetapi rakyat di sebagian besar negara-negara barat tidak lagi bersatu dengan 
baik, masyarakat berubah menjadi terbelah, dan pendapatan aktual rakyat umumnya 
tidak meningkat dalam 20 tahun terakhir ini bahkan lebih lama lagi. 
Negara-negara mereka telah jatuh ke dalam krisis keuangan, krisis hutang, dan 
krisis ekonomi, dan tenaga produksi menderita kerusakkan. Singkat kata, situasi 
sangat buruk.
 
Kita boleh kembali ke pertanyaan didepan, tentang perbandingan kemampuan 
reformasi. Model demokrasi Barat berfokus pada bentuk dan prosedur, seolah-olah 
kalau saja bentuk dan prosedur sudah benar, suatu negara dapat melakukan segala 
sesuatu dengan sempurna, selalu beres. Akibatnya, model demokrasi Barat semakin 
dogmatis dan kaku, itulah sebabnya sistem demokrasi Barat sekarang ini sulit 
untuk direformasi, tidak hanya karena negara-negara Barat tidak memiliki partai 
demi kepentingan umum, tetapi juga karena mereka tidak memiliki tradisi 
pemikiran Garis-Politik, jadi kesulitan beranjak dari tujuan yang lebih besar 
dan lebih tinggi. Untuk memeriksa berbagai kekurangan sistemnya sendiri, 
mempersulit reformasi dijalankan. Dengan perbandingan ini, Tiongkok selalu 
berfokus pada tujuan dan hasil, mendasarkan Garis-Politik, sehingga Tiongkok 
dapat dengan berani mengungkap bentuk dan prosedur demokratis yang sesuai 
dengan kondisi nasionalnya sendiri dan lebih lanjut meningkatkan reformasi yang 
dijalankan. Jalan demikian ini bisa dikatakan makin dijalani makin luas.
 
Hari ini, modernisasi sistem tata kelola nasional dan kemampuan tata kelola 
adalah topik yang sangat hangat. Keputusan Sidang Pleno Ke-4, Kongres k-19 
Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok tentang masalah ini, dengan sangat baik 
menampilkan menifestasi sikap rakyat Tiongkok terhadap Garis-Politik dan 
pemerintahan. Di tingkat Garis-Politik, "Keputusan" ini dengan jelas menyatakan 
untuk perbaikan sistem sosialisme berkarakter Tiongkok, untuk merealisasi 
tujuan besar "dua kali seratus tahun"[1] peremajaan besar bangsa Tiongkok, 
untuk menjamin stabilitas politik, perkembangan ekonomi, Kemakmuran budaya, 
persatuan nasional, kebahagiaan rakyat, ketenangan sosial, dan persatuan 
nasional, kita harus mewujudkan modernisasi sistem tata kelola negara dan 
kemampuan tata kelola di setiap tingkat pemerintahan. "Keputusan" ini sangat 
menegaskan 13 keuntungan signifikan dari sistem tata kelola nasional Tiongkok. 
Setiap kisah itu merupakan tata kelola Tiongkok yang luar biasa yang dapat 
bertahan di perbandingan internasional. Atas dasar sepenuhnya menegaskan 
manfaat dari sistem tata kelola nasional Tiongkok, "Keputusan" dengan jelas 
menyatakan apa yang harus kita patuhi dan apa yang harus diperbaiki, dan 
menetapkan jadwal modernisasi kemampuan tata kelola sistem tata kelola 
pemerintah.
 
Singkat kata, dari sudut pandang perbandingan historis, pemikiran politik 
Tiongkok berfokus pada lebih dahulu memperjelas Garis-Politik, dan kemudian 
dimulai dari Garis-Politik menganalisa sistem politik. Ini adalah kebijaksanaan 
yang hebat. 
 
Mengambil contoh demokrasi, Barat nyaris menyamakan demokrasi dengan demokrasi 
prosedural, yang disebut sistem multi-partai dan sistem pemilihan umum. Sedang 
Tiongkok bagaimanapun, lebih memperhatikan demokrasi substantif dan tujuan 
demokrasi melayani, yaitu mewujudkan pemerintah efektif dan pemerintahan yang 
baik. Dimulai dari Garis-Politik, terus menerus menganalisa pengaturan sistem 
kelembagaan khusus mengamati kondisi rakyat dan kondisi nasional. Kebijaksanaan 
Garis-Politik rakyat Tiongkok ini tidak hanya memberikan kemampuan melaksanakan 
reformasi yang jauh lebih tinggi daripada Barat, tetapi juga memperkaya 
peradaban politik manusia.
 
Semua orang tahu bahwa ada kebiasaan di banyak tempat didunia, disetiap akhir 
tahun, memilih satu huruf untuk merangkum situasi tahun lalu. Belum lama ini, 
di Taiwan mengumumkan hasil pemilihan huruf di tahun 2019. Tahukah Anda huruf 
apa itu? “Kacau”. Nah, huruf "Kacau" keluar dipringkat atas. Huruf apa 
diperingkat kedua? “Bohong”. Lalu huruf apa diperingkat ketiga? "Khawatir" yang 
berarti kecemasan. Salah seorang yang merekomendasikan huruf "Kacau" adalah 
sutradara film terkenal Li An. Ketika sampai pada mengapa kata "Kacau" yang 
dipilih, beliau menyatakan, sudah jelas kondisi Taiwan sangat tegang. Jadi, 
beliau berharap semua orang menarik pelajaran dan akhirnya satu tahun bisa 
mencapai Kata "harmoni" jadi harmonis dapat dicapai. Mengenai demokrasi di 
Taiwan, kami pernah melangsungkan acara dengan topik tsb, dan telah disambut 
dan dipuji oleh banyak penonton. Saya tidak mengulang lagi sini.
 
Namun, jika kita melanjutkan topik Garis-Politik, kita dapat mengatakan suatu 
masyarakat akan kehilangan kebijaksanaan Garis-Politik, saat hanya tenggelam 
dalam pusaran sistem politik, maka masyarakat akan kehilangan pemahaman 
menyeluruh tentang "jalan tepat kemanusiaan". Akhirnya, ditengah masyarakat 
sering kali terjadi pengertian 3 huruf itu: "kacau”, “dusta”, “khawatir". Saat 
itu, dunia bukan hanya Taiwan, tetapi juga situasi di negara-negara Barat 
seperti Amerika Serikat dan Inggris serupa.
 
Sekian saja yang bisa saya sampaikan hari ini. Terima kasih,...
 

 
 
 
 
Wang Shaoguang:
 
Baru saja Zhang Weiwei menyatakan bahwa Barat mungkin perlu reformasi politik. 
Saya berpendapat, reformasi politik mungkin tidak akan berhasil, karena cara 
berpikir telah berubah. Dalam dekade terakhir ini, saya pernah mengatakan bahwa 
orang Tiongkok dalam sejarah ribuan tahun saat berpikir masalah politik, begitu 
juga orang Barat dalam sejarah ribuan tahun berpikir masalah politik, tetapi 
setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada perbedaan mencolok dalam cara dan 
metode berpikir. Prof. Zhang menyatakan, cara berpikir orang Tiongkok disebut 
cara berpikir Garis-Politik, sedang orang Barat disebut cara berpikir 
Sistem-Pemerintahan, seberapa besar perbedaan cara berpikir seperti ini? Mari, 
saya beri satu contoh pada Anda :
 
Pada awal abad ke-21, Zhang Jiadun, seorang Tionghoa di Amerika Serikat menulis 
buku "Tiongkok Segera Akan Runtuh". Dia meramalkan bahwa Tiongkok akan runtuh. 
Mestinya "Segera Akan" dalam hitungan berbulan-bulan, berhari-hari, atau paling 
lama juga beberapa tahun, tetapi ternyata sudah lebih 20 tahun kemudian, 
"Segera Akan" itu belum juga terjadi. Dia kemudian berulang kali meramalkan 
bahwa Tiongkok akan runtuh pada 2005 dan 2012, tetapi tidak ada yang runtuh. 
Zhang Jiadun bukan orang pertama, bahkan sejak Republik Rakyat Tiongkok 
berdiri, sudah ada orang yang meramalkan bahwa Tiongkok akan runtuh.
 
Baru-baru ini saya melihat laporan di Caixin.com, seorang profesor terkenal di 
Institut Teknologi Massachusetts, Daron Asimoglu, mengatakan bahwa ekonomi 
Tiongkok baik-baik saja, tetapi jika sistem politik Tiongkok tidak diubah 
demokrasi, itu tidak mungkin berlanjut.
 
Apa arti pandangan Zhang Jiadun dan profesor MIT itu? Mereka memakaikan topi 
pada Tiongkok, sistem otoriter atau diktatur. Dalam satu kata dan satu topi, 
sejarah ribuan tahun Tiongkok dirangkum sepenuhnya, jadi apa gunanya topi ini? 
Dia merasa bahwa Anda tidak bisa menjadi lebih baik dengan otoriterisme itu. 
Artinya, sistem politik menentukan segalanya dan, segala sesuatu termasuk 
negara itu runtuh, juga termasuk apakah ekonomi dapat tidak tumbuh selanjutnya.
 
Barat memandang diri sendiri juga dari sudut sistem politik, yaitu, bentuk 
sistem politik, yang umumnya diukur dengan satu atau dua indikator. Baru saja 
Zhang Weiwei menyebut Aristoteles, Argumen Aristoteles yang sangat penting 
adalah menggunakan aturan beberapa orang penguasa sebagai indikator untuk 
mengukur sistem politik, tetapi itu bukan pikirannya sendiri, begitu juga lah 
gurunya Plato berpikir. Namun, Aristoteles juga masih ada kriteria lain, apakah 
pemikiran orang-orang ini keluar dari kepentingan publik atau egois. Dua 
indikator ini membagi semua kebijakan. Dari Plato dan Aristoteles di Yunani 
kuno hingga Abad Pertengahan, termasuk para pemikir sesudahnya, mereka 
menggunakan analisa sistem politik. 
 
Cara berpikir demikian ini sangat sederhana dalam melihat dunia, pada dasarnya 
adalah terbelah dua, sistem politik demokratis atau otoriter, sistem demokrasi 
terbuka dan harmonis, sedang sistem otoriter adalah penindasan dan 
penganiayaan. Dengan demikian hasil pelaksanaan yang terjadi, tidak peduli 
berapa banyak masalah yang terjadi di sistem demokrasi, tidak akan runtuh; 
sebaliknya, tidak peduli seberapa baik sistem otoriter yang dijalankan, 
keruntuhan tidak bisa dihindari, itulah kesimpulan Zhang Jiadun, begitu juga 
dengan Profesor Institut Teknologi Massachusetts yang menyatakan tidak peduli 
seberapa baik pertumbuhan ekonomi Tiongkok, pasti tidak akan berlanjut.
 
Saya berpendapat, cara berpikir sistem politik begini adalah racun. Berdasarkan 
logika demikian, yang saya katakan tadi, bahwa Barat mungkin perlu reformasi, 
tetapi saya tidak akan berpikir melakukan reformasi di luar pemerintahan. Dia 
hanya akan menemukan solusi dalam kotaknya sendiri, jadi jika dia tidak 
mengubah cara pemikiran, reformasi politik tidak akan terjadi perubahan.
 
Sebaliknya, cara berpikir orang Tiongkok berbeda dari cara berpikir Barat, yang 
telah terjadi sejak zaman kuno. Di era sebelum Dinasti-Qin, apakah itu 
Konfusianisme, Legalisme, Taoisme, Mohistisme, atau aliran lain, sebuah kata 
sering kali disebut "Tao"(“道”). Mencius, misalnya, berulang kali menyebut 
"Tao", "Jalan Keadilan mendapat dukungan, Jalan sesat kehilangan dukungan." Di 
satu sisi, "Tao" mengacu pada tujuan akhir tata-kelola negara dan pemerintahan, 
di sisi lain, mengacu pada jalan yang harus ditempuh, jejak-langkah, cara, 
metode. Dengan adanya cara dan metode baru ada jalan. Tanpa ada cara dan metode 
tak bisa nemukan jalan. Oleh karena itu, Konfusianisme mengatakan bahwa tujuan 
tertinggi adalah orang-orang yang mulia, dengan menempatkan rakyat pada posisi 
tertinggi; Lalu, apa sarana untuk mencapai tujuan ini? Etika, Aturan dan Hukum. 
Namun, kelompok legalisme berbeda dari Konfusianisme, tujuan legalisme adalah 
Raja yang mulia, Raja itu sangat penting, dan sarana adalah aturan hukum. Kaum 
Mohisme memiliki tujuan akhir dari kaum Mohisme dan memiliki sarana untuk 
mencapainya, demikian pula Taoisme. Dari zaman kuno hingga sekarang, dari 
Kaisar ke Pejabat, ke Pemikir, ke Filosuf, ke Sejarawan, Tiongkok telah 
memandang masalah politik selama ribuan tahun selalu menjadikan “Garis”, 
“Jalan” atau "Tao" itu sebagai tujuan akhir dan juga sarana.
 
Jadi dengan cara apa berpikir tentang politik, saya berpendapat itu sangat 
menentukan. Sistem-politik/Pemerintahan hanyalah bagian sangat kecil dari 
Garis-Politik karena hanya diukur dengan satu atau dua indikator. Sedang 
Garis-Politik adalah cara berpikir yang mencakup sistem pemerintahan yang lebih 
besar, dengan mempertimbangkan tujuan akhir dan cara melakukan berbagai hal, 
termasuk bagaimana membangun berbagai sistem.
 

 
 
 
Perusuh HK menguasai jalan dan menyerang Polisi 
 
Sangat disayangkan, dalam beberapa dekade terakhir, tidak hanya orang Barat 
yang terbiasa berpikir dengan sistem politik, tetapi juga sementara orang di 
Tiongkok atau negara berkembang di Timur juga berpikir dengan sistem politik, 
sehingga terjadi apa yang disebut "Musim Semi Arab". Karena mereka ingin 
mengubah sistem. Seperti halnya juga banyak orang Hong Kong merasa ingin 
terlibat dalam apa yang disebut "Pemilihan universal sejati". Saya sering 
mengatakan selama mengajar ilmu politik puluhan-tahun, tidak pernah tahu apa 
artinya "Pemilihan universal sejati" itu. Jika Anda mengatakan Pemilu Amerika 
Serikat adalah "Pemilihan universal sejati" Pemilu Prancis jadi bukan 
"pemilihan umum sejati"! Pemilu di negara-negara lain juga bukanlah "pemilihan 
universal sejati". Apa itu "Pemilihan universal Sejati"? Tidak ada hal seperti 
itu! Dalam hal pemikiran sistem politik, tampaknya meneriakkan slogan ini 
sederhana, tetapi dalam hal pemikiran politik, itu hanyalah omong kosong.
 
Jadi, mengapa cara berpikir Barat dengan Sistem-Politik, sedang cara berpikir 
Tiongkok dengan Garis-Politik? Alasannya mungkin sangat sederhana: Yunani kuno 
yang dipahami banyak orang sebenarnya adalah dua negara kota Yunani kuno, 
Athena dan Sparta. Athena relatif besar, dengan sekitar dua hingga tiga ratus 
ribu orang. Tetapi pada kenyataannya, ada ribuan negara-kota kecil di Yunani 
kuno, dan banyak negara-kota hanyalah sebuah desa di Tiongkok. Model demikian 
ini bisa disebut komunitas sederhana. Setelah lama hidup di desa ini, merasa 
desa lain tidak enak dipandang, saya akan mengatakan pemerintahan seperti apa 
disitu, dan pemerintahan apa didesa ini. Namun, Tiongkok setelah Periode Negara 
Perang, Musim Semi-Musim Gugur, skala dan jumlah negara-negara lokal telah 
banyak menurun. Di masa lalu, ketika Dinasti Xia dan Shang ada 3.000 negara, 
jadi hanya lebih seratus negara yang tersisa. Dengan skala yang jauh relatif 
lebih besar.
 
Komunitas sederhana menggunakan pemikiran sederhana, sedang komunitas kompleks 
juga harus menggunakan pemikiran kompleks. Faktanya, sudah ada kejadian di 
Barat yang menggambarkan bahwa menggunakan pemikiran sederhana untuk 
mempertimbangkan komunitas kompleks akan terjadi masalah. Pada periode Romawi, 
Roma pada awalnya hanyalah sebuah kota kecil, dan secara bertahap berkembang. 
Pada saat itu, seorang Yunani ditangkap dan dikirim ke Roma. Dia menggunakan 
metode analisis Yunani untuk menganalisis Roma, dan dia tidak berhasil 
menganalisisnya. Ini agak seperti dikatakan Zhang Weiwei kepada guru Ricci saat 
memandang Tiongkok dan tidak berhasil menganalisisnya. 
 
Bahasa Yunani memandang Roma dengan cara yang sama, seolah-olah segalanya 
salah, sedikit seperti Monarki, sedikit seperti sistem Bangsawan, dan sedikit 
seperti sistem Demokrasi. Kenyataan harus ditandaskan, saat menganalisa 
pemerintahan besar, komunitas kompleks, adalah pemerintahan kombinasi yang juga 
rumit. Pada saat Anda harus memandang dengan cara berpikira Garis-Politik yang 
kompleks, dengan sendirinya kalau menggunakan pemikiran sistem politik dan mode 
berpikir yang digunakan untuk komunitas sederhana, yang terjadi hanyalah omong 
kosong. Karena segala pemerintahan besar dari komunitas yang kompleks tidak 
bisa dipandang sederhana. Dunia ini sangat rumit, dan politik juga sangat 
rumit. Jika kita ingin memandang dunia, kita harus memandangnya dengan mata 
yang rumit, dan kita harus memulihkannya.
 
Sekian, …. Terima kasih!
 
 
 
   
[1] Tujuan besar "dua kali seratus tahun": maksudnya peringatan 100 tahun 
berdirinya PKT, di tahun 2021 ekonomi nasional dan sistem akan mencapai 
masyarakat makmur, bebas dari kemiskinan; sedang peringatan 100 tahun ke-2 
berdiri tegaknya RRT, tahun 2049 yad, RRT pada dasarnya ditargetkan akan 
mencapai negara modern dengan menjadi negara sosialis yang kuat, makmur, 
demokratis, dan beradab. - ChanCT
      
  
  #yiv3346386438 #yiv3346386438 -- #yiv3346386438ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-mkp #yiv3346386438hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mkp #yiv3346386438ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mkp .yiv3346386438ad 
{padding:0 0;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mkp .yiv3346386438ad p 
{margin:0;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mkp .yiv3346386438ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-sponsor 
#yiv3346386438ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-sponsor #yiv3346386438ygrp-lc #yiv3346386438hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-sponsor #yiv3346386438ygrp-lc .yiv3346386438ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3346386438 #yiv3346386438actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3346386438
 #yiv3346386438activity span {font-weight:700;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3346386438 #yiv3346386438activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3346386438 #yiv3346386438activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3346386438 #yiv3346386438activity span 
.yiv3346386438underline {text-decoration:underline;}#yiv3346386438 
.yiv3346386438attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3346386438 .yiv3346386438attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3346386438 .yiv3346386438attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3346386438 .yiv3346386438attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3346386438 .yiv3346386438attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3346386438 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3346386438 .yiv3346386438bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3346386438 
.yiv3346386438bold a {text-decoration:none;}#yiv3346386438 dd.yiv3346386438last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3346386438 dd.yiv3346386438last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3346386438 
dd.yiv3346386438last p span.yiv3346386438yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3346386438 div.yiv3346386438attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3346386438 div.yiv3346386438attach-table 
{width:400px;}#yiv3346386438 div.yiv3346386438file-title a, #yiv3346386438 
div.yiv3346386438file-title a:active, #yiv3346386438 
div.yiv3346386438file-title a:hover, #yiv3346386438 div.yiv3346386438file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3346386438 div.yiv3346386438photo-title a, 
#yiv3346386438 div.yiv3346386438photo-title a:active, #yiv3346386438 
div.yiv3346386438photo-title a:hover, #yiv3346386438 
div.yiv3346386438photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3346386438 
div#yiv3346386438ygrp-mlmsg #yiv3346386438ygrp-msg p a 
span.yiv3346386438yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3346386438 
.yiv3346386438green {color:#628c2a;}#yiv3346386438 .yiv3346386438MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3346386438 o {font-size:0;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438photos div {float:left;width:72px;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3346386438
 #yiv3346386438reco-category {font-size:77%;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438reco-desc {font-size:77%;}#yiv3346386438 .yiv3346386438replbq 
{margin:4px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-mlmsg select, #yiv3346386438 input, #yiv3346386438 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-mlmsg pre, #yiv3346386438 code {font:115% 
monospace;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-mlmsg #yiv3346386438logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-msg 
p#yiv3346386438attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-reco #yiv3346386438reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-sponsor 
#yiv3346386438ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-sponsor #yiv3346386438ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-sponsor #yiv3346386438ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3346386438 #yiv3346386438ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3346386438 
#yiv3346386438ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3346386438   

Kirim email ke