-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/kolom/d-4997363/bersemi-setelah-pandemi?tag_from=wp_cb_kolom_list




Kolom

Bersemi Setelah Pandemi

William - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 15:26 WIB
0 komentar
SHARE URL telah disalin
Jakarta -
Kesehatan merupakan salah satu aspek dasar dalam pembangunan suatu negara. 
Apabila memiliki sumber daya manusia yang sehat, negara tentu akan merasakan 
keuntungan karena masyarakatnya dapat hidup dan beraktivitas dengan produktif.

Untuk mencapai derajat kesehatan yang maksimal, semua unsur dalam sistem 
kesehatan --pemerintah, tenaga dan fasilitas kesehatan, serta masyarakat-- 
perlu maksimal pula dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kesehatan 
sesuai porsi masing-masing.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih memiliki beberapa kendala 
dalam mendukung terlaksananya sistem kesehatan yang maksimal, antara lain 
keterbatasan jumlah tenaga medis, belum meratanya fasilitas dan alat kesehatan 
di seluruh provinsi, hingga pemahaman masyarakat yang belum utuh tentang 
kesehatan.

Kondisi-kondisi tersebut tercermin dari rasio dokter maupun dan terhadap 
populasi masyarakat yang masih belum ideal maupun keterbatasan fasilitas 
rujukan kesehatan terutama di daerah terpencil. Berdasarkan Riset Kesehatan 
Dasar 2018, rata-rata masyarakat Indonesia sendiri memiliki tingkat pengetahuan 
mengenai kesehatan yang belum optimal, misalnya dalam hal mencuci tangan dan 
akses ke fasilitas kesehatan.

Saat ini, hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, telah melaporkan 
adanya kasus positif Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di negaranya, baik 
yang hanya berjumlah puluhan sampai dengan ratusan ribu jiwa. Lebih dari 
200.000 orang telah meninggal dan jutaan penderita harus dirawat akibat 
penyakit saluran pernapasan ini hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Adaptasi dan Belajar

Kondisi pandemi yang begitu tiba-tiba memaksa berbagai pihak untuk beradaptasi 
dan belajar secara cepat dalam hal kesehatan. Pemerintah misalnya, perlu 
mengambil langkah dengan mendatangkan alat-alat medis canggih dan memperbanyak 
kit untuk mendeteksi infeksi Covid-19, baik dalam hal pemeriksaan antigen 
melalui real-time reverse transcriptase polymerase chain reaction (rRT-PCR) 
maupun pengecekan antibodi via rapid test.

Selain pemerintah, tenaga medis dan berbagai level fasilitas kesehatan pun 
dituntut menyesuaikan diri dengan mempelajari pencegahan hingga penanganan 
Covid-19 secara kilat. Tidak ketinggalan, semua masyarakat juga diminta 
beraklimatisasi terhadap kondisi pandemi ini secara cepat, termasuk stay at 
home, mencuci tangan minimal selama 20 detik dengan air dan sabun, memakai 
masker, menjaga jarak dengan orang lain (physical distancing), serta 
memerhatikan kesehatan dan kebersihan diri.

Beberapa situasi baru tersebut mungkin belum pernah terpikir beberapa bulan 
lalu, tetapi mau tidak mau harus segera dijalankan saat ini. Tahun-tahun ke 
depan tentu akan ditandai dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi 
kesehatan, di mana hal ini membutuhkan adaptasi cepat dari masyarakat yang 
sehat.

Bagi pemerintah, pandemi kali ini dapat dijadikan standar baru dalam sistem 
kesehatan nasional, baik dalam standar prosedur penanganan penyakit infeksi, 
ketersediaan jumlah tenaga medis dan laboratorium minimal, hingga jumlah alat 
medis dan teknologi analisis kesehatan.

Tenaga medis dan fasilitas kesehatan juga harus bersiap menyambut era baru 
dunia kesehatan, termasuk di dalamnya penguasaan ilmu biologi molekuler serta 
praktik telemedicine. Sementara itu, masyarakat Indonesia pun mendapat banyak 
asupan informasi mengenai dunia kesehatan selama pandemi ini. Modal "melek 
kesehatan" selama wabah Covid-19 hendaknya dapat dijadikan bekal untuk 
menerapkan pola hidup sehat setelah pandemi nanti.

Meskipun menimbulkan berbagai kerugian, pandemi kali ini betul-betul 
mengajarkan kita tentang arti sehat dan mengusahakan kesehatan. Sudah saatnya 
semua unsur kesehatan berbenah. Sudah gilirannya kita semua mengevaluasi 
perilaku kesehatan sehari-hari. Setelah pandemi berakhir, sudah waktunya sistem 
kesehatan negeri ini bangkit dan bersemi.

Seperti tumbuhan, bersemi berarti semua pihak harus bertumbuh, menunjukkan 
bahwa kita semakin paham dengan prinsip-prinsip kesehatan sehingga dapat 
berkontribusi dalam pembangunan negara Indonesia ke depannya. Salam sehat!

dr. William staf pengajar Departemen Biologi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan 
Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Residen Andrologi 
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo

(mmu/mmu)





Kirim email ke