Indonesia perlu selalu siap dan langsung berantas penyakit menular, perlu niru cara Vietnam. Mudah, murah, ces pleng.....
Op do 30 apr. 2020 om 16:57 schreef 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > > > -- > j.gedearka <[email protected]> > > > https://news.detik.com/kolom/d-4997363/bersemi-setelah-pandemi?tag_from=wp_cb_kolom_list > > Kolom > > Bersemi Setelah Pandemi > > William - detikNews > Kamis, 30 Apr 2020 15:26 WIB > 0 komentar > SHARE URL telah disalin > Jakarta - > Kesehatan merupakan salah satu aspek dasar dalam pembangunan suatu negara.. > Apabila memiliki sumber daya manusia yang sehat, negara tentu akan > merasakan keuntungan karena masyarakatnya dapat hidup dan beraktivitas > dengan produktif. > > Untuk mencapai derajat kesehatan yang maksimal, semua unsur dalam sistem > kesehatan --pemerintah, tenaga dan fasilitas kesehatan, serta masyarakat-- > perlu maksimal pula dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kesehatan > sesuai porsi masing-masing. > > Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih memiliki beberapa > kendala dalam mendukung terlaksananya sistem kesehatan yang maksimal, > antara lain keterbatasan jumlah tenaga medis, belum meratanya fasilitas dan > alat kesehatan di seluruh provinsi, hingga pemahaman masyarakat yang belum > utuh tentang kesehatan. > > Kondisi-kondisi tersebut tercermin dari rasio dokter maupun dan terhadap > populasi masyarakat yang masih belum ideal maupun keterbatasan fasilitas > rujukan kesehatan terutama di daerah terpencil. Berdasarkan Riset Kesehatan > Dasar 2018, rata-rata masyarakat Indonesia sendiri memiliki tingkat > pengetahuan mengenai kesehatan yang belum optimal, misalnya dalam hal > mencuci tangan dan akses ke fasilitas kesehatan. > > Saat ini, hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, telah > melaporkan adanya kasus positif Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di > negaranya, baik yang hanya berjumlah puluhan sampai dengan ratusan ribu > jiwa. Lebih dari 200.000 orang telah meninggal dan jutaan penderita harus > dirawat akibat penyakit saluran pernapasan ini hanya dalam kurun waktu > empat bulan. > > Adaptasi dan Belajar > > Kondisi pandemi yang begitu tiba-tiba memaksa berbagai pihak untuk > beradaptasi dan belajar secara cepat dalam hal kesehatan. Pemerintah > misalnya, perlu mengambil langkah dengan mendatangkan alat-alat medis > canggih dan memperbanyak kit untuk mendeteksi infeksi Covid-19, baik dalam > hal pemeriksaan antigen melalui real-time reverse transcriptase polymerase > chain reaction (rRT-PCR) maupun pengecekan antibodi via rapid test. > > Selain pemerintah, tenaga medis dan berbagai level fasilitas kesehatan pun > dituntut menyesuaikan diri dengan mempelajari pencegahan hingga penanganan > Covid-19 secara kilat. Tidak ketinggalan, semua masyarakat juga diminta > beraklimatisasi terhadap kondisi pandemi ini secara cepat, termasuk stay at > home, mencuci tangan minimal selama 20 detik dengan air dan sabun, memakai > masker, menjaga jarak dengan orang lain (physical distancing), serta > memerhatikan kesehatan dan kebersihan diri. > > Beberapa situasi baru tersebut mungkin belum pernah terpikir beberapa > bulan lalu, tetapi mau tidak mau harus segera dijalankan saat ini. > Tahun-tahun ke depan tentu akan ditandai dengan semakin majunya ilmu > pengetahuan dan teknologi kesehatan, di mana hal ini membutuhkan adaptasi > cepat dari masyarakat yang sehat. > > Bagi pemerintah, pandemi kali ini dapat dijadikan standar baru dalam > sistem kesehatan nasional, baik dalam standar prosedur penanganan penyakit > infeksi, ketersediaan jumlah tenaga medis dan laboratorium minimal, hingga > jumlah alat medis dan teknologi analisis kesehatan. > > Tenaga medis dan fasilitas kesehatan juga harus bersiap menyambut era baru > dunia kesehatan, termasuk di dalamnya penguasaan ilmu biologi molekuler > serta praktik telemedicine. Sementara itu, masyarakat Indonesia pun > mendapat banyak asupan informasi mengenai dunia kesehatan selama pandemi > ini. Modal "melek kesehatan" selama wabah Covid-19 hendaknya dapat > dijadikan bekal untuk menerapkan pola hidup sehat setelah pandemi nanti. > > Meskipun menimbulkan berbagai kerugian, pandemi kali ini betul-betul > mengajarkan kita tentang arti sehat dan mengusahakan kesehatan. Sudah > saatnya semua unsur kesehatan berbenah. Sudah gilirannya kita semua > mengevaluasi perilaku kesehatan sehari-hari. Setelah pandemi berakhir, > sudah waktunya sistem kesehatan negeri ini bangkit dan bersemi. > > Seperti tumbuhan, bersemi berarti semua pihak harus bertumbuh, menunjukkan > bahwa kita semakin paham dengan prinsip-prinsip kesehatan sehingga dapat > berkontribusi dalam pembangunan negara Indonesia ke depannya. Salam sehat! > > dr. William staf pengajar Departemen Biologi Kedokteran Fakultas > Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, > Residen Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo > > (mmu/mmu) > > >
