-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://bali.antaranews.com/berita/191618/di-bali-pasien-sembuh-covid-19-bertambah-17-orang


Di Bali, Pasien sembuh COVID-19 bertambah 17 orang

Kamis, 30 April 2020 20:04 WIB

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made 
Indra (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)
Denpasar (ANTARA) - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 
Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan pada Kamis (30/4) sebanyak 17 orang 
pasien positif COVID-19 di daerah setempat dinyatakan sembuh.

"Hari ini ada kabar gembira, cukup banyak yang sembuh, 17 orang, sehingga 
akumulatif yang sembuh menjadi 113 orang atau sebanyak 50,9 persen dari total 
yang positif," kata Dewa Indra saat menyampaikan keterangan pers di Denpasar, 
Kamis.

Menurut Dewa Indra, kesembuhan pasien COVID-19 di Bali, selain merupakan hasil 
kerja keras dari tim medis, juga kedisiplinan dari pasien yang positif COVID-19.

Selain ada banyak yang sembuh, Dewa Indra juga menyampaikan bahwa pada Kamis 
(30/4) ada penambahan tujuh orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Tujuh orang itu yakni empat orang merupakan imported case yang dibawa oleh 
saudara-saudara kita Pekerja Migran Indonesia dan tiga orang merupakan kasus 
transmisi lokal," ucap pria yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali itu.

Dengan demikian, lanjut dia, jumlah akumulatif kasus terkonfirmasi positif 
COVID-19 di Provinsi Bali menjadi sebanyak 222 orang.

Dewa Indra merinci, sebanyak 222 kasus yang terkonfirmasi positif itu yakni 
delapan orang WNA dan 214 WNI.

Kemudian dari 214 WNI tersebut, sebanyak 137 orang merupakan imported case 
(Pekerja Migran Indonesia 134 dan 3 non PMI), yang teirinfeksi COVID-19 dari 
daerah terjangkit di Nusantara sebanyak 20 orang, yang terinfeksi melalui kasus 
transmisi lokal sebanyak 57 orang.

"Untuk yang meninggal tetap empat orang dan saya harapkan kedepannya tidak ada 
lagi penambahan saudara-saudara kita yang meninggal karena COVID-19," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra juga kembali menyoroti bahwa terjadinya 
penambahan kasus transmisi lokal, sejatinya karena di tengah masyarakat masih 
ada yang belum disiplin mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Semakin banyak kasus transmisi lokal, menurut dia, menandakan semakin banyak 
yang tidak disiplin mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

"Harus menjadi perjuangan, kesadaran, tanggung jawab bersama untuk mencegah 
meluasnya penyebaran COVID-19. Jika bisa dilakukan bersama-sama, tentu COVID-19 
ini bisa dikendalikan dengan baik," kata Dewa Indra.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA







Kirim email ke