-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/309206-ratusan-warganya-positif-covid-19-desa-di-bali-dikarantina-total



Kamis 30 April 2020, 21:35 WIB

Ratusan Warganya Positif Covid-19 Desa di Bali Dikarantina Total

Arnoldus Dhae | Nusantara
 
Ratusan Warganya Positif Covid-19 Desa di Bali Dikarantina Total

MI/Arnold tanti
Satu desa dikaratina total karena hasil rapid test terdapat 443 warganya 
positif Covid-19.
 

TERKONFIRMASI sebanyak 443 warga Desa Abuan, Kecamatan Susut Kabupaten Bangli, 
Bali positif korona dari hasil rapid test. Mereka tertular Covid-19 dari 
pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak disiplin mengisolasi mandiri.

Setelah sebelumnya diketahui  11 warga positif hasil test swab, maka pemerintah 
setempat berinisiatif mengisolasi satu desa untuk dilakukan rapid test. 
Hasilnya sangat mengejutkan. Sebanyak 772 KK atau 2.600 jiwa di Banjar 
Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali diisolasi total.

Dari informasi yang dihimpun, dari 1.210 jiwa yang telah menjalani rapid test, 
sebanyak 767 orang non reaktif (negatif) dan sisanya, 443 orang reaktif 
(positif) terjangkit virus korona atau Covid-19.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, I 
Nengah Nadi meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada Gugus Tugas 
Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. "Saya sedang dalam perjalanan. 
Mengenai hasil rapid test di Banjar Serokadan Desa Abuan, silakan langsung 
dikonfirmasi ke provinsi, karena ditangani langsung oleh provinsi," kata Nadi 
saat dihubungi, Kamis (30/4).

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangli 
memutuskan untuk mengisolasi wilayah tersebut. Isolasi dilakukan mulai hari ini 
dengan penjagaan ketat. "Atas penularan transmisi lokal itu Pemda Bangli 
memutuskan untuk mengisolasi wilayah tersebut," kata Wakil Ketua Gugus Tugas 
Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy 
Laksono saat dihubungi wartawan, Kamis (30/4)

Keputusan untuk mengisolasi wilayah tersebut diambil semata-mata untuk memutus 
mata rantai penyebaran Covid-19. Isolasi sendiri berlangsung selama 14 hari ke 
depan sesuai protokol penanganan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk tertib dan disiplin mengikuti arahan 
pemerintah. Tentu semua ini demi keselamatan kita bersama," harap dia.

Letkol Teddy yang juga Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli mengaku menerjunkan 
1 pleton pasukannya untuk mengamankan wilayah Banjar Serokadan yang diisolasi 
mulai hari ini. Tak hanya untuk pengamanan, prajuritnya juga diterjunkan untuk 
membantu memenuhi kebutuhan pasokan logistik warga selama isolasi berlangsung.

"Kami menerjunkan 1 pleton personel untuk pengamanan selama isolasi. Kami juga 
mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Jadi nantinya 
logistik warga akan dipasok dari dapur umum yang kami dirikan ini," kata Dandim 
yang karib disapa Letkol HTL itu.

Sebelumnya diberitakan, satu orang PMI  dinyatakan positif terjangkit Covid-19 
saat menjalani karantina mandiri di rumahnya. Sialnya, PMI yang tidak diungkap 
identitasnya itu menularkan virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, China 
itu kepada sepuluh orang warga lainnya.

Dari informasi yang dihimpun, PMI tersebut pulang ke Bali sebelum kebijakan 
karantina berlapis diberlakukan oleh Pemprov Bali.

Saat ini, kebijakan tersebut telah diubah. Mereka yang positif ditangani 
langsung oleh Pemprov Bali. Sementara yang negatif dari hasil rapid test di 
Bandara Ngurah Rai tetap diarahkan ke lokasi karantina yang telah disiapkan 
oleh kabupaten/kota masing-masing asal PMI tersebut. (OL-13)

Baca Juga: Polisi Bekuk Travel Gelap Angkut Pemudik rute Jakarta-Tasikmalaya

Baca Juga: Pantai dan Taman di California Bakal Ditutup
 
TAGS: # Karantina 






Kirim email ke