-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://www.antaranews.com/berita/1458033/menaker-apresiasi-buruh-peringati-may-day-tanpa-demonstrasi


Menaker apresiasi buruh peringati "May Day" tanpa demonstrasi

Jumat, 1 Mei 2020 17:50 WIB

Seorang pekerja mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula 
Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat (1/5/2020). ANTARA FOTO/M 
Risyal Hidayat/pras.
Ruang gerak yang terbatas hendaknya tidak menjadi hambatan untuk berdialog
Jakarta (ANTARA) - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Ida Fauziyah mengapresiasi 
para buruh dan dan serikat pekerja di Tanah Air yang memperingati May Day atau 
Hari Buruh Internasional tanpa berdemonstrasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak ada perayaan, yang saya lihat teman-teman melakukan kegiatan bakti 
sosial, mengumpulkan donasi untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan," 
kata dia saat konferensi video di Graha BNPB Jakarta, Jumat.

Menurut Ida, cara berbeda yang dilakukan buruh dan serikat pekerja tersebut 
merupakan bentuk positif di tengah pandemi COVID-19 melanda Tanah Air.

Meskipun dalam situasi pandemi COVID-19, peringatan Hari Buruh Internasional 
tetap harus disyukuri dengan cara-cara positif. Hal tersebut tidak hanya 
berdampak pada buruh tetapi juga bagi setiap sendi-sendi kehidupan.

Baca juga: Menaker sebut lebih dari 449 ribu pekerja Jakarta telah dirumahkan

Baca juga: Menaker pastikan belum ada TKI di China terjangkit virus corona

"Kita harus tetap semangat. Ruang gerak yang terbatas hendaknya tidak menjadi 
hambatan untuk berdialog, silaturahmi dan sebagainya," ujar dia.

Tidak hanya kelompok buruh dan serikat pekerja, Kementerian Ketenagakerjaan 
(Kemnaker) juga melakukan hal-hal positif dalam memperingati Hari Buruh 
Internasional di antaranya tes cepat bagi buruh di salah satu rumah sakit 
swasta.

Penyelenggaraan tes cepat guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau 
COVID-19 bagi buruh atau pekerja direncanakan tidak hanya pada peringatan May 
Day saja namun juga beberapa hari ke depan.

Selain itu Kemnaker juga mengoptimalkan balai latihan kerja dan menjadikannya 
sebagai dapur umum untuk masyarakat atau buruh yang terdampak pemutusan 
hubungan kerja.

"Tentu saja dalam penerapannya mengedepankan protokol kesehatan," katanya.

Ida juga berpesan momentum Hari Buruh Internasional diharapkan dapat memperkuat 
kebersamaan, persaudaraan, nasionalisme serta meningkatkan ketahanan ekonomi 
dan tentunya kaum buruh atau pekerja.

Baca juga: Menaker tunggu langkah Menkes terkait tenaga kerja asing asal China

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke