-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1816-berkejaran-waktu



umat 01 Mei 2020, 05:05 WIB

Berkejaran Waktu

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Editorial
 
Berkejaran Waktu

MI/Ebet
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group.

PENDUDUK New Jersey Rita Charles mengaku, baru pertama kali dalam hidupnya ia 
harus ikut mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan dari Food Bank. Rita 
merasa malu harus melakukan ini. Namun, ia tidak punya pilihan lain karena ia 
sangat membutuhkan makanan untuk hidup.

Feeding America merupakan program yang sedang terjadi di Amerika Serikat 
sekarang ini. Permintaan bantuan pangan meningkat 100% karena banyak warga 
Amerika yang terdampak oleh covid-19. Lebih dari 22 juta orang secara tiba-tiba 
harus kehilangan pekerjaan.

Pekerjaan pengganti tidak bisa dilakukan karena sekarang ini semua harus 
bekerja di rumah. Akibatnya, semua kegiatan bisnis praktis terhenti. Inilah 
yang membuat khawatir pengelola Food Bank di mana permintaan bantuan semakin 
meningkat, sementara donasi yang diberikan semakin berkurang.

Kondisi seperti ini sedang dihadapi oleh semua negara, termasuk Indonesia. Kita 
berkejaran waktu antara upaya  memutus rantai penyebaran virus korona dengan 
upaya mencegah terjadinya pemburukan kehidupan masyarakat karena kehilangan 
pekerjaan.

Tepat jawaban Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam program Economic Challenges, 
Rabu malam, yang menyebutkan, pemerintah memberikan perhatian utama pada upaya 
pencegahan penyebaran covid-19. Itu terlihat dari langkah refocusing penggunaan 
anggaran di mana sebagian besar anggaran dialihkan untuk penanganan virus 
korona. Dana khusus disiapkan untuk melakukan tes massal covid-19 kepada 
masyarakat.

Namun, secara bersamaan pemerintah harus. memitigasi dampak dari kebijakan 
pembatasan sosial berskala besar kepada kehidupan masyarakat. Sekarang ini 
terjadi peningkatan jumlah kelompok miskin. Kelompok yang sebelumnya bisa hidup 
mandiri kini membutuhkan bantuan karena terkena pemutusan hubungan kerja.

Dana bantuan sosial dan kartu prakerja bagi mereka yang terkena PHK sudah 
dianggarkan. Tantangannya seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, bagaimana 
bantuan itu bisa tepat sasaran. Presiden memberikan waktu sampai Jumat ini 
kepada Menteri Sosial dan Menteri Desa untuk memperbaiki pendataan warga 
penerima.

Covid-19 tidak boleh membuat pejabat pemerintah tidak bekerja maksimal. 
Tantangan yang harus bisa dijawab adalah bagaimana mencegah masyarakat tidak 
terkena pukulan kedua. Setelah terpukul oleh virus korona, warga harus 
terhindarkan dari persoalan ekonomi.

Presiden bukan saja sudah mengingatkan soal perlunya perbaikan pendistribusian 
bantuan sosial, tetapi juga meminta perhatian mengenai persoalan ketersediaan 
pangan. Ketersediaan bahan pokok sekarang ini cukup memprihatinkan karena hanya 
cukup untuk beberapa bulan ke depan. Padahal kita belum tahu berapa lama wabah  
covid-19 ini akan berlangsung.

Pengalaman yang terjadi di Amerika Serikat harus menjadi perhatian kita 
bersama. Tidak bosan-bosannya kita mengingatkan, wabah covid-19 harus kita 
jadikan momentum untuk melakukan revolusi pertanian. Dalam beberapa tahun ke 
depan, orang tidak akan memikirkan untuk membeli baju baru, tetapi bagaimana 
bisa mendapatkan bahan pangan yang mencukupi untuk keluarganya.

Kementerian Perdagangan juga harus bekerja lebih agresif. Kenaikan harga bahan 
pokok sekarang ini sudah mencekik kehidupan keluarga. Kalau harga kebutuhan 
pokok seperti gula, minyak goreng, cabai tidak bisa dikendalikan, maka bantuan 
sosial yang diberikan pemerintah tidak akan ada artinya.

Turbulensi yang akan terjadi pada kuartal II ini sangat luar biasa. Kita akan 
terempas sangat dalam. Lembaga riset Moody’s memperkirakan perekonomian dunia 
akan bisa terjerembap sampai minus 22% pada kuartal II ini.

Kemampuan untuk membuat masyarakat tetap mempunyai harapan menjadi tantangan 
utama dari pemerintah. Semua orang masih tetap berusaha untuk bisa memberikan 
kontribusi yang terbaik. Pemerintah harus mampu menjawab setiap keluhan yang 
disampaikan warga dengan lebih berempati.

Jangan sampai pemerintah justru mempingpong kesulitan yang dihadapi masyarakat. 
Para pengusaha hanya dijanji-janjikan untuk diselesaikan permasalahannya. 
Namun, tidak pernah ada jawaban pasti terhadap kesulitan yang ada di depan mata.

Pemerintah pasti tidak ingin melihat lebih banyak warga yang kehilangan 
pekerjaan. Namun, pengusaha tidak mungkin bisa bertahan kalau tidak ada 
kegiatan usaha yang bisa dijalankan. Permintaan agar pemerintah membayarkan 
gaji seluruh karyawan swasta dalam tiga bulan ke depan tidak sanggup juga 
ditanggung pemerintah. Jadi, mari kita tanggung bersama beban ini dengan tetap 
bekerja serius dan tuntas.
 






Kirim email ke