*Kalau rezim berkuasa jahat, maka oposisi pun harus berani dan bila perlu juga jahat, jadi bukan harus bongkok-bongkok sembah sejut, cium tangan, cium kaki atau juga malah ada yang minum air bekas cucian kaki sang penguasa *
On Sat, May 2, 2020 at 5:53 PM 'Lusi D.' [email protected] [nasional-list] < [email protected]> wrote: > > > Lanjutkan membaca kalimatnya. Yaitu: Pikiran yang dianut Erizeli itu > termasuk aliran absolutisme yang berdominasi sebelum Revolusi Perancis. > Sebaliknya dalam sistim kenegaraan republik, pemerintah itu dibayar > rakyat lewat pajak untuk menjadi kacung suruhan menyelenggarakan > kemakmuran maupun kesejahteraan rakyat. Bukan atasan untuk > mendefinisikan oposisi jahat atau tidak. Sementara itu oposisi dibayar > rakyat untuk mengawasi apakah pemerintah itu benar-benar melaksanakan > programnya, memanipulasi kepentingan rakyat atau korup apa tidak. > > Am Sat, 2 May 2020 08:30:16 -0400 > schrieb "'nesare' [email protected] [GELORA45]" > <[email protected]>: > > > Lusi: Metode berfikir Erizeli Jely Bandaro tidak dialektis maka itu > > > > argumentasi dan kesimpulannya salah. Pemerintah itu bukan wakil > > > > kebenaran dalam proses pertikaian politik di negeri ini. > > > > > > > > Nesare: bung membacanya kurang teliti. Diawal tulisannya Erizeli > > Bandaro sudah menulis: “Saya katakan oposisi jahat tentu ada pula > > oposisi baik. Yang saya bicarakan sekarang ini oposisi jahat.” > > > > Erizeli sedang berargumen ttg oposisi jahat. Dia jelas pro Jokowi. > > Sangat jelas dalam argumennya yg ngomongin: current account, > > lockdown, global bond dll. > > > > > > > > Dimana letak tidak dialektis nya itu? > > > > > > > > Nesare > > > > > > > > > > > > > > > > From: [email protected] <[email protected]> > > Sent: Saturday, May 2, 2020 4:14 AM > > To: Al Faqir Ilmi [email protected] [nasional-list] > > <[email protected]>; [email protected]; > > [email protected]; Chalik Hamid [email protected] > > [nasional-list] <[email protected]> Subject: [GELORA45] > > Re: [nasional-list] Oposisi jahat > > > > > > > > > > > > Metode berfikir Erizeli Jely Bandaro tidak dialektis maka itu > > argumentasi dan kesimpulannya salah. Pemerintah itu bukan wakil > > kebenaran dalam proses pertikaian politik di negeri ini. Pikiran yang > > dianut Erizeli itu termasuk aliran absolutisme yang berdominasi > > sebelum Revolusi Perancis. > > > > Am Sat, 2 May 2020 01:41:46 +0000 (UTC) > > schrieb "Al Faqir Ilmi [email protected] > > <mailto:[email protected]> [nasional-list]" > > <[email protected] <mailto:[email protected]> > > >: > > > > > Oposisi jahat > > > by Erizeli Jely Bandaro > > > Saya katakan oposisi jahat tentu ada pula oposisi baik. Yang saya > > > bicarakan sekarang ini oposisi jahat. Mengapa saya katakan jahat, > > > karena target mereka menciptakan distrust terhadap pemerintah dengan > > > tujuan rezim jatuh untuk digantikan dengan sistem lain, yang sesuai > > > maunya mereka. Sekali lagi saya katakan jahat, karena mereka tanpa > > > solusi konkrit. Kalau ditanya mengapa kritik tanpa solusi ? > > > jawabnya, tugas kami kritik, bukan sulusi. Solusi itu ada > > > pemerintah. Kan jahat sekali. Bagaimana orang bebas mengkritik > > > tampa memberikan solusi. Itu sama dengan teman anda datang, > > > mengkritik bertubi tubi tanpa memberikan solusi. Saya yakin, anda > > > akan meninggalkan teman itu. Perhatikan, mereka tahu bahwa ketika > > > masuk bulan januari 2020, Defisit Current Account kita melebar. > > > Masuk februari terus melebar. Oposisi jahat itu menekan pemerintah > > > melakukan lockdown. Abas setiap hari kopres menciptkan kepanikan > > > dan harus lockdown. Mereka yakin kalau lockdown di lakukan seperti > > > Wuhan China, Ekonomi Indonesia langsung collapse karena di tengah > > > defisit harus kasih makan se indonesia dan pada waktu bersamaan > > > ekonomi shutdown. Tetapi ketika pemerintah menolak lockdown, mereka > > > teriak bahwa Indonesia bangkrut, engga ada duit, makanya menolak > > > Lockdown. Tujuannya adalah menciptakan distrust terhadap > > > pemerintah. Hasilnya ? rupiah jatuh melewati ambang batas > > > psikologis. Tentu mereka berharap rupiah terus jatuh, dan peristiwa > > > 1998 terjadi lagi. Tetapi ketika Jokowi mengeluarkan PP PSBB dan > > > sehari setelah itu mengeluarkan PERPPU 01/2020, sebagai paket > > > stimulus ekonomi secara menyeluruh dan bergerak cepat meyerahkan > > > PEPRPU itu ke DPR, langsung respon pasar berbalik posiitif. Pada > > > waktu bersamaan The Fed menjadikan indonesia sebagai mitra dalam > > > program stimulus mata uang dollar lewat REPOline. Seminggu setelah > > > itu trend rupiah menguat karena Indonesia berhasil menerbitkan > > > Global Bond di bursa Singapore dan Frankfurt. Artinya, indonesia > > > sudah mengantisipasi penurunan penerimaan valas lewat financing > > > scheme. Welldone. Tapi apakah oposisi jahat itu diam? tidak. Mereka > > > tahu bahwa stimulus ekonomi itu tidak akan efektif bila tidak > > > dibarengi dengan economy adjustment. Pemerintah sudah persiapkan > > > jauh sebelunya yaitu UU Cipta Kerja atau Omnibus law. Mereka > > > mengerahkan buruh dan LSM untuk demo akbar dengan tujuan > > > membatalkan Omnibus Law. Sehingga yakin pemerintah tidak punya > > > ruang untuk menyiapkan landasan kokoh atas program stimulus. > > > Artinya walau moneter selamat, namun dalam jangka panjang Indoensia > > > terancam akibat lemahnya struktur sektor real. Apalagi mereka > > > mengkritik hutang, dan menyarankan agar Indonesia cetak uang. > > > Tujuannya agar terjadi distrust terhadap sistem ekonomi kita. > > > Karena pemerntah sedang terpojok mengatasi COVID-19, maka terpaksa > > > DPR menunda pembahasan Omnibus law sampai COVID-19 selesai diatasi. > > > Di tengah ketidakpastian economy adjustment itu, mereka kini > > > menciptakan provokasi anti TKA China. Mengapa? mereka tahu satu > > > satunya negara yang masih konsisten berinvestasi di tengah krisis > > > adalah China. Dan Investasi ini berkaitan dengan keunggulan daya > > > saing ekonomi Indonesia sebagai penghasil bateray terbesar di dunia > > > lewat tambang nikel di Sulawesi. Pasar tahu bahwa kekuatan masa > > > depa ekonomi setelah era MIGAS adalah Baterai dan bahan baku berupa > > > nikel kita paling banyak di dunia ini. Mereka tidak mau Ekonomi > > > Indonesia tumbuh. Mengapa ? Kareka mereka sadar, kekuatan politik > > > Jokowi ada pada Ekonomi. Maka apapun mereka lakukan agar ekonomi > > > kita jatuh, dan terutama disaat krisis dan pandemi ini. LIhatlah > > > bagaimana mereka bicara di MK, delik hukum PERPPU 01/2020 tidak > > > memenuhi unsur negara dalam keadaan genting dan karenanya harus > > > dibatalkan. Usir TKA China, dan besok kalau Jokowi tetap > > > mengizinkan, mereka akan memprovokasi rezim ini pro PKI, dengan > > > tujuan memancing emosi umat islam marah. Agar chaos 65 terjadi > > > lagi. Mereka sudah siap dengan lembing untuk menyembelih. Jahat > > > engga ? > > > > > > Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone > > > > > > > > >
